Boikot aktivitas LGBT di Palembang dan seluruh Indonesia

30

Ayo dapatkan 50 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!
Penandatangan terbaru:
Ahmad fakhri dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Sebagai seorang yang merasa prihatin melihat perkembangan zaman di mana nilai-nilai moral yang diajarkan oleh nenek moyang kita mulai luntur, saya tidak bisa tinggal diam melihat peningkatan aktivitas LGBT yang meresahkan, khususnya di kota Palembang Darussalam dan juga di seluruh Indonesia. Tidak ada dalam ajaran agama yang manapun menyebutkan adanya gender selain laki-laki dan perempuan.

Kaum Nabi Luth (A.S) dijadikan contoh dalam kitab suci sebagai peringatan agar kita tidak mengikuti jejak yang sama. Dalam keimanan kami, perkembangan aktivitas LGBT bukan hanya merusak tatanan masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama dan tradisi budaya kita.

Data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa negara yang membiarkan aktivitas LGBT berkembang secara bebas sering kali menghadapi masalah sosial lainnya seperti peningkatan perpecahan internal. Ini adalah sesuatu yang kita, sejauh mungkin, harus cegah untuk melindungi generasi masa depan kita dari jatuh dalam kesesatan moral.

Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah kota Palembang dan seluruh pejabat terkait di Indonesia untuk mengambil tindakan konkret dalam menolak segala bentuk aktivitas LGBT di wilayah kita. Langkah ini harus meliputi peningkatan kebijakan yang melindungi nilai-nilai moral dan tradisi lokal serta menjalankan kampanye pendidikan yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menegakkan nilai keluarga dan budaya tradisional.

Kami berharap, dengan adanya langkah tegas dari pihak berwenang, kota Palembang dan Indonesia secara umum dapat menjadi tempat yang lebih aman dan sesuai dengan nilai-nilai keimanan dan budayanya. Tanda tangani petisi ini untuk menolak aktivitas LGBT demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kita.

avatar of the starter
Alpi Alp77Pembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi