Bedakan Keturunan Timur Tengah dengan Baalawi

Masalahnya

Pernyataan Muwallad/Jamaah Indonesia (Peranakan Keturunan Timur Tengah) Non Baalawi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama Tama kami ucapkan ribuan Ucapan terimakasih kepada Allah Subhanallahuwata'ala dan Rasa Syukur yang besar atas segala nikmat Yang telah Allah berikan kepada kita semua terutama adalah nikmat Iman dan Islam.

Tujuan dengan dibuatnya surat bersama ini adalah berangkat dari rasa prihatin kami dengan Polemik nasab Baalawi yang belum kunjung usai, semoga Allah segera memberikan jalan keluar dan petunjuk yang terbaik agar masalah ini segera selesai dan membawa kedamaian untuk kita semua dan untuk negeri kita Aamiin.

Tentu kita semua tahu dengan kegaduhan yang terjadi perihal nasab Baalwi yang akhirnya membuat atau menyeret suku suku Arab lainnya yang bukan Baalwi,
Akhirnya terkena stigma buruk oleh masyarakat Awam,


Tanah leluhur dimana kakek moyang kami lahirpun tidak luput dari cacian, perendahan, dan hinaan, tentu kami menyayangkan itu terjadi tapi disisi lain kami juga memahami, karena mungkin diantara masyarakat kita banyak yang belum mengerti,

padahal untuk kita ketahui bersama bahwa  tidaklah semua yang datang dari Yaman adalah Klan Baalawi,

melainkan banyak suku suku arab yang jelas Ke Arabannya baik secara silsilah nasab maupun DNA yang telah berkembang sampai saat ini, Sungguh semua itu adalah nikmat yang wajib kita syukuri atas Keberagaman dinegeri kita. 

Demi Allah nikmat Aman yang terdapat pada sebuah negeri adalah nikmat yang agung, karena salah satu nikmat yang jarang sekali orang mensyukurinya adalah nikmat hidup di negeri yang aman, maka marilah kita jaga negeri kita tercinta ini. 


Kita tidak segan untuk mengakui Bahwa kakek kakek kami adalah pendatang di negri ini ,sehingga setelah kita hidup di negri ini maka kita sebagai pendatang wajib untuk menjaga ketentraman,

jangan pernah menganggap kita lebih tinggi dan mulia ketimbang pribumi, seandainya jika kita ditanya negara mana yang kami cintai,maka kami akan menjawab negara dimana kami dilahirkan, Indonesia. 

Kami suku suku arab yang telah tinggal di Indonesia sungguh telah mengamalkan isi dari sumpah keturunan Arab yang di proklamirkan pada tanggal 4-5oktober 1934. Yang berisikan : 

Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia.
Karenanya Mereka harus meninggalkan kehidupan sendiri (isolasi)
Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah-air dan bangsa Indonesia.

Dengan di proklamirkannya sumpah pemuda peranakan Arab tersebut maka kami tidak mengenal RASISME,

Kami tidak menganggap bahwa kami lebih mulia ketimbang pribumi, dan hal ini diwujudkan dengan bukti kami bergaul, berteman dan bermuamalah dengan pribumi, kami menuntut ilmu dengan pribumi, kami dapat mengenal huruf huruf arab mayoritas juga dari orang orang pribumi, bahkan kami saling menikah dengan pribumi, entah dari pihak laki laki dari keturunan arab atau pihak laki lakinya dari bangsa pribumi,

Allah telah menegaskan dalam firman-nya

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):13 - Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Bangsa Romawi (Ar-Rūm):22 - Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

ditambah juga dengan Hadist Rosulullah yang berbunyi :


"Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi no. 1085.)

Maka dengan ini kami Marga marga Arab yang telah tinggal di Indonesia sangat menyayangkan jika ada beberapa kelompok yang  mengklaim bahwa dirinya Mulia bahkan merasa dirinya lebih mulia dibandingkan yang lain. 

Maka Kami menasehatkan kepada para Baalawi agar dapat menjaga Lisan yang dapat membuat terjadinya gesekan apalagi sampai pada derajat Rasisme


karena Sabda Rosulullah telah jelas :

“Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi yg Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas yg orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah 
 menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan.”

 

Yang perlu disadari adalah Perbedaan Kami keturunan Arab (Jamaah) dengan Baalawi adalah

1. Kami Menyatakan bahwa kami sederajat sama dengan manusia manapun di dunia ini, sehingga kami tidak menganggap adanya kemuliaan pada diri kami dan kami menikah juga berbaur kepada semua tempat yang kami pijak dengan kesetaraan yang sama

Referensi :

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):110 - Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

2. Menolak Semua Ajaran yang Mengagungkan Ras, Keturunan, Nasab, dan Meninggikan Diri ataupun Mengutamakan Kepentingan Keluarga Sendiri yang tanpa Bukti Biologis (DNA) maupun  Bukti Bukti Literasi Yang diakui Lembaga Lembaga secara Internasional

Referensi :

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):13 - Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 

Bangsa Romawi (Ar-Rūm):22 - Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

 

3. Kami Tidak Meninggikan Kubur, Tidak Mengagungkan yang sudah tiada, dan tidak Beribadah di Kuburan, dan tidak menyerukan nama selain Nama Allah, Tidak meminta kepada Selain Allah
Kami tidak meminta kepada selain Allah, tidak meminta kepada makhluk-makhluk NYA yang masih hidup ataupun mati, dan kami tidak meminta kepada benda mati, dalam bentuk pengharapan barokah maupun syafa'at

Referensi :

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):194 - Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

Nabi Hud:101 - Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

Lebah (An-Naĥl):73 - Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):180 - Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Nabi Yusuf (Yūsuf):40 - Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".


4. Standar Pegangan Kami adalah Al Quran dan Al Hadits
Meminta Hanya kepada Allah
Tidak sibuk dengan Harapan syafa'at dari Makhluk yang hidup maupun yang sudah mati

Referensi :

Orang yg Beriman (Ghāfir):60 - Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):44 - Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafa'at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"

Sapi Betina (Al-Baqarah):123 - Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

Sapi Betina (Al-Baqarah):48 - Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

5. Menolak semua berita berita tidak Berbukti nyata, tanpa bisa dibuktikan dengan Ilmu Pengetahuan yang hak(Khurafat), juga Meminta Bukti Bukti landasan Ayat, Bukti ilmiah Ilmu Pengetahuan ketika ada Unsur ajaran yang tidak dapat diKlarifikasi dengan Benar

Referensi :

Haji (Al-Ĥaj):8 - Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,

Keluarga Luqman:20 - Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. 

6. Kami Peranakan Arab (Jamaah) Menolak semua Bahasan yang Merancukan Sejarah Republik Indonesia ,
Menolak semua bahasan yang Menimbulkan Rasa Dengki, Permusuhan, Pertikaian, juga membenci kepada Sesama Manusia dan Bumi Pertiwi Tanpa Bukti Bukti yang dapat di pertanggung jawabkan secara Hukum Otentik,

Referensi :

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):53 - Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Manusia (An-Nās):6 - dari (golongan) jin dan manusia.

Pengampunan (At-Tawbah):107 - Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.

Dengan Pernyataan ini kami menyatakan kami tidak mengikuti Peribadatan yang dilakukan oleh Kebanyakan dari Golongan Baalawi

Insyaallah dengan adanya Pernyataan dan Penjelasan ini Masyarakat Indonesia dan Dunia Faham Dimana kami Berdiri, dan Bagaimana Peribadatan kami sebagai Peranakan Timur Tengah(Jamaah).

avatar of the starter
Jamaah IndonesiaPembuka Petisi

179

Masalahnya

Pernyataan Muwallad/Jamaah Indonesia (Peranakan Keturunan Timur Tengah) Non Baalawi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama Tama kami ucapkan ribuan Ucapan terimakasih kepada Allah Subhanallahuwata'ala dan Rasa Syukur yang besar atas segala nikmat Yang telah Allah berikan kepada kita semua terutama adalah nikmat Iman dan Islam.

Tujuan dengan dibuatnya surat bersama ini adalah berangkat dari rasa prihatin kami dengan Polemik nasab Baalawi yang belum kunjung usai, semoga Allah segera memberikan jalan keluar dan petunjuk yang terbaik agar masalah ini segera selesai dan membawa kedamaian untuk kita semua dan untuk negeri kita Aamiin.

Tentu kita semua tahu dengan kegaduhan yang terjadi perihal nasab Baalwi yang akhirnya membuat atau menyeret suku suku Arab lainnya yang bukan Baalwi,
Akhirnya terkena stigma buruk oleh masyarakat Awam,


Tanah leluhur dimana kakek moyang kami lahirpun tidak luput dari cacian, perendahan, dan hinaan, tentu kami menyayangkan itu terjadi tapi disisi lain kami juga memahami, karena mungkin diantara masyarakat kita banyak yang belum mengerti,

padahal untuk kita ketahui bersama bahwa  tidaklah semua yang datang dari Yaman adalah Klan Baalawi,

melainkan banyak suku suku arab yang jelas Ke Arabannya baik secara silsilah nasab maupun DNA yang telah berkembang sampai saat ini, Sungguh semua itu adalah nikmat yang wajib kita syukuri atas Keberagaman dinegeri kita. 

Demi Allah nikmat Aman yang terdapat pada sebuah negeri adalah nikmat yang agung, karena salah satu nikmat yang jarang sekali orang mensyukurinya adalah nikmat hidup di negeri yang aman, maka marilah kita jaga negeri kita tercinta ini. 


Kita tidak segan untuk mengakui Bahwa kakek kakek kami adalah pendatang di negri ini ,sehingga setelah kita hidup di negri ini maka kita sebagai pendatang wajib untuk menjaga ketentraman,

jangan pernah menganggap kita lebih tinggi dan mulia ketimbang pribumi, seandainya jika kita ditanya negara mana yang kami cintai,maka kami akan menjawab negara dimana kami dilahirkan, Indonesia. 

Kami suku suku arab yang telah tinggal di Indonesia sungguh telah mengamalkan isi dari sumpah keturunan Arab yang di proklamirkan pada tanggal 4-5oktober 1934. Yang berisikan : 

Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia.
Karenanya Mereka harus meninggalkan kehidupan sendiri (isolasi)
Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah-air dan bangsa Indonesia.

Dengan di proklamirkannya sumpah pemuda peranakan Arab tersebut maka kami tidak mengenal RASISME,

Kami tidak menganggap bahwa kami lebih mulia ketimbang pribumi, dan hal ini diwujudkan dengan bukti kami bergaul, berteman dan bermuamalah dengan pribumi, kami menuntut ilmu dengan pribumi, kami dapat mengenal huruf huruf arab mayoritas juga dari orang orang pribumi, bahkan kami saling menikah dengan pribumi, entah dari pihak laki laki dari keturunan arab atau pihak laki lakinya dari bangsa pribumi,

Allah telah menegaskan dalam firman-nya

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):13 - Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Bangsa Romawi (Ar-Rūm):22 - Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

ditambah juga dengan Hadist Rosulullah yang berbunyi :


"Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi no. 1085.)

Maka dengan ini kami Marga marga Arab yang telah tinggal di Indonesia sangat menyayangkan jika ada beberapa kelompok yang  mengklaim bahwa dirinya Mulia bahkan merasa dirinya lebih mulia dibandingkan yang lain. 

Maka Kami menasehatkan kepada para Baalawi agar dapat menjaga Lisan yang dapat membuat terjadinya gesekan apalagi sampai pada derajat Rasisme


karena Sabda Rosulullah telah jelas :

“Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi yg Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas yg orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah 
 menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan.”

 

Yang perlu disadari adalah Perbedaan Kami keturunan Arab (Jamaah) dengan Baalawi adalah

1. Kami Menyatakan bahwa kami sederajat sama dengan manusia manapun di dunia ini, sehingga kami tidak menganggap adanya kemuliaan pada diri kami dan kami menikah juga berbaur kepada semua tempat yang kami pijak dengan kesetaraan yang sama

Referensi :

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):110 - Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

2. Menolak Semua Ajaran yang Mengagungkan Ras, Keturunan, Nasab, dan Meninggikan Diri ataupun Mengutamakan Kepentingan Keluarga Sendiri yang tanpa Bukti Biologis (DNA) maupun  Bukti Bukti Literasi Yang diakui Lembaga Lembaga secara Internasional

Referensi :

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):13 - Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 

Bangsa Romawi (Ar-Rūm):22 - Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

 

3. Kami Tidak Meninggikan Kubur, Tidak Mengagungkan yang sudah tiada, dan tidak Beribadah di Kuburan, dan tidak menyerukan nama selain Nama Allah, Tidak meminta kepada Selain Allah
Kami tidak meminta kepada selain Allah, tidak meminta kepada makhluk-makhluk NYA yang masih hidup ataupun mati, dan kami tidak meminta kepada benda mati, dalam bentuk pengharapan barokah maupun syafa'at

Referensi :

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):194 - Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

Nabi Hud:101 - Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

Lebah (An-Naĥl):73 - Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun).

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):180 - Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Nabi Yusuf (Yūsuf):40 - Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".


4. Standar Pegangan Kami adalah Al Quran dan Al Hadits
Meminta Hanya kepada Allah
Tidak sibuk dengan Harapan syafa'at dari Makhluk yang hidup maupun yang sudah mati

Referensi :

Orang yg Beriman (Ghāfir):60 - Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):44 - Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafa'at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"

Sapi Betina (Al-Baqarah):123 - Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

Sapi Betina (Al-Baqarah):48 - Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

5. Menolak semua berita berita tidak Berbukti nyata, tanpa bisa dibuktikan dengan Ilmu Pengetahuan yang hak(Khurafat), juga Meminta Bukti Bukti landasan Ayat, Bukti ilmiah Ilmu Pengetahuan ketika ada Unsur ajaran yang tidak dapat diKlarifikasi dengan Benar

Referensi :

Haji (Al-Ĥaj):8 - Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,

Keluarga Luqman:20 - Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. 

6. Kami Peranakan Arab (Jamaah) Menolak semua Bahasan yang Merancukan Sejarah Republik Indonesia ,
Menolak semua bahasan yang Menimbulkan Rasa Dengki, Permusuhan, Pertikaian, juga membenci kepada Sesama Manusia dan Bumi Pertiwi Tanpa Bukti Bukti yang dapat di pertanggung jawabkan secara Hukum Otentik,

Referensi :

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):53 - Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Manusia (An-Nās):6 - dari (golongan) jin dan manusia.

Pengampunan (At-Tawbah):107 - Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.

Dengan Pernyataan ini kami menyatakan kami tidak mengikuti Peribadatan yang dilakukan oleh Kebanyakan dari Golongan Baalawi

Insyaallah dengan adanya Pernyataan dan Penjelasan ini Masyarakat Indonesia dan Dunia Faham Dimana kami Berdiri, dan Bagaimana Peribadatan kami sebagai Peranakan Timur Tengah(Jamaah).

avatar of the starter
Jamaah IndonesiaPembuka Petisi

Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 9 Oktober 2024