Bebaskan Kawan Ijul dan Belasan Massa Aksi Omnibus Law

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Kawan kami Ijul saat ini ditahan Polrestabes setelah aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di Makassar.

Begini kronologinya.

Sekitar jam 4 pagi, ada sekitar 20 orang datang ke Sekret Front Mahasiswa Nasional (FMN) Makassar dengan niat menangkap kawan Ijul. Saat dimintai surat tugas, mereka gak langsung menunjukkan dengan alasan disimpan di mobil.

Sekitar 20 menit kemudian barulah mereka tunjukkan berkas namun langsung ditarik sebelum sempat dibaca oleh kawan-kawan di sekret.

Menurut mereka kawan Ijul ditangkap karena diduga terlibat aksi pembakaran ambulans dalam unjuk rasa yang terjadi di Jl. A.P Pettarani malam tadi. Padahal faktanya Ijul dan FMN Makassar gak bergabung dalam aliansi yang menggelar aksi itu.

Mereka bilang kawan Ijul diduga terlibat karena pengakuan salah satu massa aksi yang ditangkap di Polrestabes. Padahal pas ditunjukkan foto orang yang mengaku itu, gak ada yang kenal.

Setelah debat cukup panjang, mereka akhirnya pulang dan gak jadi bawa Ijul. Tapi mereka minta ijul untuk datang ke Polrestabes esoknya jam 10 pagi bersama kuasa hukum untuk dimintai keterangan.

HP kawan Ijul sempat disita. Ijul berusaha minta dikembalikan. Akhirnya dikembalikan, setelah Ia menunjukkan kartu identitas dan berjanji untuk datang ke Polrestabes.

Esoknya Ijul dan Cibal (sesama FMN) mendatangi LBH Makassar untuk konsultasi sebelum ke Polrestabes. Pas mereka jelasin kronologi kejadian semalam, LBH Makassar bilang pemanggilan yang ditujukan untuk ijul itu sudah cacat prosedural.

Karena surat pemanggilannya juga gak jelas, LBH Makassar bilang Ijul gak wajib hadir ke Polrestabes. Ia pun diminta untuk tetap di LBH.

Lalu sorenya sekitar jam setengah 5, FMN Makassar menggelar aksi damai di depan Polrestabes merespon tindakan aparat yang sewenang-wenang terhadap kawan Ijul dan sekitar 16 massa aksi lainnya yang sebelumnya telah ditahan di Polrestabes.

Malamnya sekitar jam 9, sekitar 10 orang datang lagi. Kali ini ke kantor LBH Makassar. Mereka menjemput paksa kawan Ijul dengan menunjukkan surat tugas.

Ijul kemudian dibawa ke sekret FMN naik motor. Katanya untuk mengambil barang bukti. Saat itu Sekret kosong karena semua anggota FMN ada di LBH.

Ijul cerita, sesampai di Sekret, Ia diminta mengambil celana coklat, baju hitam dan sepatu converse yang padahal bukan miliknya. Dia dipaksa untuk memegang barang tersebut.

Pas kami nyusul ke sekret, kami dilarang masuk. Gak tau lah apa yang terjadi di sana saat itu. Gak lama kemudian, Salman dari LBH Makassar datang dan akhirnya berhasil masuk ke Sekret. Itupun setelah berdebat dengan aparat.

Tapi, Ijul tetap aja diangkut aparat, tepatnya oleh unit Jatanras (kejahatan dan kekerasan). Anggota FMN sempat ngikutin mereka, tapi hilang jejak di jl. Hertasning.

Beberapa anggota FMN dan tim pendamping dari LBH Makassar akhirnya sampai di Polrestabes. Tapi hingga jam 2 pagi, kuasa hukum gak dikasih izin untuk bertemu Ijul. Alasannya masih penyidikan. Kuasa Hukum diminta datang besoknya aja.

Sampai hari ini, kuasa hukum masih dihalang-halangi buat ketemu Ijul. Dan Ijul masih ditahan bersama belasan aksi lainnya.

Karena itulah kami bikin petisi ini kepada Kapolrestabes Makassar untuk membebaskan Ijul dan belasan massa aksi dari FMN. Tuduhan mereka belum terbukti. Ijul hanyalah mahasiswa yang memperjuangkan hak2 pekerja lewat penolakan UU Cipta Kerja. Tapi udah memperlakukan Ijul seperti penjahat.

Teman-teman, bantu kami ya kumpulkan 10 ribu tanda tangan untuk bebasin Ijul. Kumpulan tanda tanganmu akan kami serahkan ke Polrestabes agar Ijul segera dibebaskan.

Sudah saatnya aparat berhenti memperlakukan massa yang menyuarakan demokrasi seperti penjahat. Negara kita negara demokrasi dan menyuarakan pendapat lewat aksi demonstrasi adalah bagian dari demokrasi.

Salam,

HMPS PEND. EKONOMI FE UNM

Sumber2:
KontraS Kecam Polda Sulsel soal Demonstran Ditetapkan Tersangka