Bangun Trotoar dan Pengadaan Transportasi Umum


Bangun Trotoar dan Pengadaan Transportasi Umum
Masalahnya
Rencananya saya, A. Widhi akan pindah ke Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang. Akan tetapi saya kurang senang karena di sana tidak tersedia transportasi umum dan trotoar, padahal di BSD ada hal seperti itu. Saya ingin Summarecon Serpong membangun trotoar dan mengadakan transportasi umum.
Saya ingin Summarecon Serpong memiliki transportasi umum dan akses trotoar. Selama ini, Summarecon Serpong minim akses transportasi umum dan trotoar karena wilayah ini didesain untuk pengguna mobil. Kalaupun ada trotoar, lebarnya sangat kecil.
Summarecon Serpong harus membangun trotoar yang lebih lebar dengan lebar lebih dari 100 cm seperti di BSD dan tempat lain di Indonesia. Trotoar lebar dapat digunakan oleh siapa saja, bahkan pengguna kursi roda.
Transportasi umum wajib tersedia di Summarecon Serpong yang ditujukan untuk warga kompleks perumahan dan masyarakat umum. Transportasi umum akan tersedia setiap 10 menit di seluruh wilayah. Bus akan menjadi moda transportasi utama dalam kompleks perumahan.
Saat pembangunan trotoar, wilayah Summarecon Serpong akan di-lockdown selama beberapa bulan agar tidak mengganggu warga. Selama lockdown, warga akan berkegiatan di dalam rumah atau diungsikan ke apartemen/hotel untuk mencegah debu dari pembangunan trotoar.
Selama pembangunan akses transportasi umum, kursus penggunaan transportasi umum dan trotoar akan digelar setiap hari tanpa libur. Kursus digelar untuk membiasakan diri untuk menggunakan transportasi umum dan trotoar. Setiap warga kompleks wajib mengikuti kursus ini selama tiga bulan hingga dua tahun.
Keberadaan transportasi umum akan mengurangi ketergantungan pada mobil dan kendaraan bermotor. Orang tidak lagi membutuhkan mobil jika sudah ada transportasi umum.
Summarecon Serpong juga memiliki terowongan penyebrangan bawah tanah dengan bentuk ramp. Alasan terowongan penyebrangan menggunakan ramp dibanding tangga karena ini akan digunakan untuk siapa saja termasuk kaum difabel. Terowongan penyebrangan akan tersedia setiap 50 m di wilayah Summarecon Serpong. Terowongan penyebrangan akan dirancang tahan bencana alam seperti banjir.
Saya berharap Summarecon Serpong dapat membangun trotoar standar dan mengadakan transportasi umum dalam hitungan bulan atau tahun.

1
Masalahnya
Rencananya saya, A. Widhi akan pindah ke Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang. Akan tetapi saya kurang senang karena di sana tidak tersedia transportasi umum dan trotoar, padahal di BSD ada hal seperti itu. Saya ingin Summarecon Serpong membangun trotoar dan mengadakan transportasi umum.
Saya ingin Summarecon Serpong memiliki transportasi umum dan akses trotoar. Selama ini, Summarecon Serpong minim akses transportasi umum dan trotoar karena wilayah ini didesain untuk pengguna mobil. Kalaupun ada trotoar, lebarnya sangat kecil.
Summarecon Serpong harus membangun trotoar yang lebih lebar dengan lebar lebih dari 100 cm seperti di BSD dan tempat lain di Indonesia. Trotoar lebar dapat digunakan oleh siapa saja, bahkan pengguna kursi roda.
Transportasi umum wajib tersedia di Summarecon Serpong yang ditujukan untuk warga kompleks perumahan dan masyarakat umum. Transportasi umum akan tersedia setiap 10 menit di seluruh wilayah. Bus akan menjadi moda transportasi utama dalam kompleks perumahan.
Saat pembangunan trotoar, wilayah Summarecon Serpong akan di-lockdown selama beberapa bulan agar tidak mengganggu warga. Selama lockdown, warga akan berkegiatan di dalam rumah atau diungsikan ke apartemen/hotel untuk mencegah debu dari pembangunan trotoar.
Selama pembangunan akses transportasi umum, kursus penggunaan transportasi umum dan trotoar akan digelar setiap hari tanpa libur. Kursus digelar untuk membiasakan diri untuk menggunakan transportasi umum dan trotoar. Setiap warga kompleks wajib mengikuti kursus ini selama tiga bulan hingga dua tahun.
Keberadaan transportasi umum akan mengurangi ketergantungan pada mobil dan kendaraan bermotor. Orang tidak lagi membutuhkan mobil jika sudah ada transportasi umum.
Summarecon Serpong juga memiliki terowongan penyebrangan bawah tanah dengan bentuk ramp. Alasan terowongan penyebrangan menggunakan ramp dibanding tangga karena ini akan digunakan untuk siapa saja termasuk kaum difabel. Terowongan penyebrangan akan tersedia setiap 50 m di wilayah Summarecon Serpong. Terowongan penyebrangan akan dirancang tahan bencana alam seperti banjir.
Saya berharap Summarecon Serpong dapat membangun trotoar standar dan mengadakan transportasi umum dalam hitungan bulan atau tahun.

1
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 4 Agustus 2024