

Ayo, Wujudkan Inklusifitas Pelayanan Kesehatan untuk Teman Tuli
Masalahnya
Indonesia sebagai peringkat keempat negara dengan penduduk terbanyak di dunia rupanya masih menghadapi masalah klasik dalam menyediakan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warganya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, terdapat 18,9 juta penyandang Tuli di Indonesia. Namun sayangnya, fasilitas pelayanan kesehatan yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas Tuli masih sangat terbatas di Indonesia. Padahal penyandang disabilitas memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara dan inklusif sesuai undang-undang.
Tenaga kesehatan berperan penting dalam mewujudkan inklusifitas layanan kesehatan, salah satunya dengan berkomunikasi lebih efektif menggunakan bahasa isyarat. Pemahaman akan kebutuhan penyandang Tuli turut menjadi pondasi inklusifitas pelayanan kesehatan. Selain itu, penggunaan teknologi penunjang dapat membantu memfasilitasi komunikasi, menjadikan penyandang Tuli selangkah lebih maju untuk menerima informasi dan pelayanan yang mereka butuhkan secara optimal.
Maka mari kita dukung hak teman Tuli untuk mendapatkan layanan kesehatan yang setara, sembari belajar bahasa isyarat dan memahami budaya mereka untuk komunikasi yang lebih efektif dalam pelayanan kesehatan.

251
Masalahnya
Indonesia sebagai peringkat keempat negara dengan penduduk terbanyak di dunia rupanya masih menghadapi masalah klasik dalam menyediakan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warganya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, terdapat 18,9 juta penyandang Tuli di Indonesia. Namun sayangnya, fasilitas pelayanan kesehatan yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas Tuli masih sangat terbatas di Indonesia. Padahal penyandang disabilitas memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara dan inklusif sesuai undang-undang.
Tenaga kesehatan berperan penting dalam mewujudkan inklusifitas layanan kesehatan, salah satunya dengan berkomunikasi lebih efektif menggunakan bahasa isyarat. Pemahaman akan kebutuhan penyandang Tuli turut menjadi pondasi inklusifitas pelayanan kesehatan. Selain itu, penggunaan teknologi penunjang dapat membantu memfasilitasi komunikasi, menjadikan penyandang Tuli selangkah lebih maju untuk menerima informasi dan pelayanan yang mereka butuhkan secara optimal.
Maka mari kita dukung hak teman Tuli untuk mendapatkan layanan kesehatan yang setara, sembari belajar bahasa isyarat dan memahami budaya mereka untuk komunikasi yang lebih efektif dalam pelayanan kesehatan.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 13 September 2024