Tawarkan kewarganegaraan NKRI bagi pencari suaka Rohingya, Afganistan, Suriah, Somalia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Menurut UNHCR (Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB) di Indonesia terdapat 13.840 orang pengungsi (2017). Data pengungsi yang telah ditangani UNHCR Indonesia selama 2018: 2.945 orang, Terdiri pengungsi dari Afganistan: 1.635 orang, Somalia: 338 orang, Iran: 251 orang, Eritrea: 186 orang, Myanmar: 114 orang.  Para pengungsi berpindah dari negaranya karena perang yang masih bergejolak. Mereka harusnya dikirim ke negara tujuan seperti Australia dan New Zealand. Mereka masih menunggu visa yang belum keluar.

Kebijakan Trump di Amerika yang anti imigran, Pemerintah Australia yang tidak  mau menerima suaka, pemerintah negara2 Uni Eropa yang tidak  suka, membuat para imigran pencari suaka ini terkatung2.  Akibatnya sekitar 20.000 pencari suaka terdampar di Indonesia.

Indonesia sebagai negara Pancasila, dengan sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sebagai bangsa yang peduli dengan nasib mereka yang menderita.  Dan jangan lupa kita semuanya juga turunan dari para pengungsi ribuan tahun lalu yang datang ke Nusantara ini, sudah saatnya mengulurkan tangan kepada mereka. Kita memang bukan negara termakmur di dunia, tapi kita punya hati yang luas penuh dengan kasih sayang. Para pencari suaka ini mencari hidup yang tenang jauh dari kekejaman peperangan dan kerusuhan.

Indonesia mampu menampung 20.000 pencari suaka yang terlantar.  Kita bisa berbagi ketenangan hidup di Indonesia.  Buktikan kita adalah bangsa yang peduli dengan kesengsaraan orang.  Ini adalah negara Pancasila yang peduli dengan kemanusiaan. Kita tidak  berpaling melihat kesusahan orang.  Saat negara kaya, Australia, Amerika dan Eropa berpaling -- kita orang Indonesia peduli dan merengkuh mereka yang susah dan terlantar.

Bayangkan kalau kita menjadi mereka.  Mereka adalah saudara kita.  Tawarkan kewarganegaraan NKRI kepada mereka.  Allah akan berikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada Indonesia yang peduli dengan kesusahan dan kesengsaraan orang.  Mereka bukan orang Rohingya, bukan orang Afganista, bukan orang Somalia, bukan orang Iran,....  Mereka ada saudara kita, sesama anak Ayah Adam dan Ibu Hawa.