KEMBALIKAN SMA NEGERI 1 BANGIL KAMI !!!!


KEMBALIKAN SMA NEGERI 1 BANGIL KAMI !!!!
Masalahnya
Bagai petir di siang bolong, saat kami masyarakat kota Bangil, para Alumni SMANBA serta para purna Guru SMANBA mendengar berita akan diubahnya SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri TARUNA Madani Jawa Timur, tanpa ada sosialisasi yang jelas, tanpa ada penjelasan yang jelas, terkait konsepnya, biaya pendidikannya, PPDB nya, semua seakan ditutupi dari masyarakat luas agar proyek ini bisa di setujui oleh Pemerintah Provinsi Jatim.
Dari SMAN 1 Bangil yang 90% harus memprioritaskan penerimaan warga Bangil dan sekitarnya (sesuai aturan Permendikbud No.1 Tahun 2021), diubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM yang bisa menerima siswa baru dari daerah mana saja, memanfaatkan celah aturan “Sekolah Asrama” agar bisa terhindar dari kewajiban PPDB Zonasi, semakin banyak siswa baru dari luar daerah yang diterima maka semakin banyak jumlah rupiah uang gedung/pangkal yang masuk ke pihak Sekolah, ujung-ujungnya UANG.
Terus kemana kami warga Bangil dan sekitarnya akan bersekolah? Karena di SMA SMA Negeri lainnya masih diberlakukan PPDB Zonasi, apakah kami dipaksa harus sekolah diluar SMA Negeri? Zonasi dimaksudkan untuk pemerataan pendidikan di semua lapisan, menghilangkan stigma sekolah unggulan, mendekatkan jarak antara rumah peserta didik dengan sekolah, tapi kenapa justru kalian bikin SMA TARUNA MADANI JATIM?
Dari SMAN 1 Bangil yang syarat masuknya adalah zonasi dan nilai akademik, diubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM yang syarat masuknya sungguh diskriminatif !!! memasukkan syarat minimal tinggi badan, berat badan proporsional, ini baru pendidikan SMA, pendidikan menengah, bukan sekolah kedinasan, harusnya kalian didik anak-anak sekitar menjadi pintar dan unggul, bukan mintanya instan apalagi membedakan fisik seseorang.
Dari SMAN 1 Bangil yang SPP nya terjangkau bagi masyarakat sekitar (150.000/bln) berubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM dengan SPP 2,5 jt/bln yang harus dibayar tiap 3 bulan (7,5 jt) atau tiap 6 bulan (15jt) di awal, padahal di daerah Bangil masih banyak orang yang kadang bekerja hari ini hanya untuk hidup keesokan harinya, SEKOLAH MAHAL untuk siapa? Ini baru SPP, belum bicara uang gedung yang mencapai belasan juta, dan biaya2 lainnya. Ini SMA Negeri satu-satunya di Kota Bangil, harusnya merakyat !!!!
Pada akhirnya, ini tanggung jawab kita semua, para alumni SMANBA, para purna Guru SMANBA, para aktivis sosial dan pemerhati masyarakat, warga Kota Bangil, untuk berjuang bersama menjaga eksistensi SMA Negeri 1 Bangil sebagaimana mestinya, membantu adik-adik kita kelas 10,11,12 dan Guru – Guru SMANBA di dalam sana yang sesungguhnya mayoritas menolak tapi dibungkam kekuasaan dan dipaksa diam. Kewenangan memang milik anda, tapi kewenangan bukan berarti kesewenang-wenangan. Ini bukan hanya atas nama Aliansi Alumni SMANBA, tapi ini adalah suara kita semua, suara kita bersama, demi masa depan anak cucu kita, generasi penerus kita.
Kepada Yth. Bapak Camat Bangil, Bapak Bupati Pasuruan, Ibu Gubernur Jawa Timur, Bapak Menteri Pendidikan, dan Bapak Presiden yang sangat kami percaya akan keberpihakannya pada rakyat kecil, kembalikan SMAN 1 Bangil, sma negeri satu-satunya di rumah kami, kembalikan sekolah yang sangat kami cintai, kembalikan sekolah kami yg sangat kami banggakan, sekolah yang merakyat dan dari generasi ke generasi selalu berhasil menghasilkan lulusan – lulusan yang berkualitas serta banyak berperan bagi pembangunan bangsa di semua bidang pekerjaan.
KAMI MENOLAK SMAN TARUNA MADANI JATIM !!!!

Masalahnya
Bagai petir di siang bolong, saat kami masyarakat kota Bangil, para Alumni SMANBA serta para purna Guru SMANBA mendengar berita akan diubahnya SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri TARUNA Madani Jawa Timur, tanpa ada sosialisasi yang jelas, tanpa ada penjelasan yang jelas, terkait konsepnya, biaya pendidikannya, PPDB nya, semua seakan ditutupi dari masyarakat luas agar proyek ini bisa di setujui oleh Pemerintah Provinsi Jatim.
Dari SMAN 1 Bangil yang 90% harus memprioritaskan penerimaan warga Bangil dan sekitarnya (sesuai aturan Permendikbud No.1 Tahun 2021), diubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM yang bisa menerima siswa baru dari daerah mana saja, memanfaatkan celah aturan “Sekolah Asrama” agar bisa terhindar dari kewajiban PPDB Zonasi, semakin banyak siswa baru dari luar daerah yang diterima maka semakin banyak jumlah rupiah uang gedung/pangkal yang masuk ke pihak Sekolah, ujung-ujungnya UANG.
Terus kemana kami warga Bangil dan sekitarnya akan bersekolah? Karena di SMA SMA Negeri lainnya masih diberlakukan PPDB Zonasi, apakah kami dipaksa harus sekolah diluar SMA Negeri? Zonasi dimaksudkan untuk pemerataan pendidikan di semua lapisan, menghilangkan stigma sekolah unggulan, mendekatkan jarak antara rumah peserta didik dengan sekolah, tapi kenapa justru kalian bikin SMA TARUNA MADANI JATIM?
Dari SMAN 1 Bangil yang syarat masuknya adalah zonasi dan nilai akademik, diubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM yang syarat masuknya sungguh diskriminatif !!! memasukkan syarat minimal tinggi badan, berat badan proporsional, ini baru pendidikan SMA, pendidikan menengah, bukan sekolah kedinasan, harusnya kalian didik anak-anak sekitar menjadi pintar dan unggul, bukan mintanya instan apalagi membedakan fisik seseorang.
Dari SMAN 1 Bangil yang SPP nya terjangkau bagi masyarakat sekitar (150.000/bln) berubah menjadi SMAN TARUNA MADANI JATIM dengan SPP 2,5 jt/bln yang harus dibayar tiap 3 bulan (7,5 jt) atau tiap 6 bulan (15jt) di awal, padahal di daerah Bangil masih banyak orang yang kadang bekerja hari ini hanya untuk hidup keesokan harinya, SEKOLAH MAHAL untuk siapa? Ini baru SPP, belum bicara uang gedung yang mencapai belasan juta, dan biaya2 lainnya. Ini SMA Negeri satu-satunya di Kota Bangil, harusnya merakyat !!!!
Pada akhirnya, ini tanggung jawab kita semua, para alumni SMANBA, para purna Guru SMANBA, para aktivis sosial dan pemerhati masyarakat, warga Kota Bangil, untuk berjuang bersama menjaga eksistensi SMA Negeri 1 Bangil sebagaimana mestinya, membantu adik-adik kita kelas 10,11,12 dan Guru – Guru SMANBA di dalam sana yang sesungguhnya mayoritas menolak tapi dibungkam kekuasaan dan dipaksa diam. Kewenangan memang milik anda, tapi kewenangan bukan berarti kesewenang-wenangan. Ini bukan hanya atas nama Aliansi Alumni SMANBA, tapi ini adalah suara kita semua, suara kita bersama, demi masa depan anak cucu kita, generasi penerus kita.
Kepada Yth. Bapak Camat Bangil, Bapak Bupati Pasuruan, Ibu Gubernur Jawa Timur, Bapak Menteri Pendidikan, dan Bapak Presiden yang sangat kami percaya akan keberpihakannya pada rakyat kecil, kembalikan SMAN 1 Bangil, sma negeri satu-satunya di rumah kami, kembalikan sekolah yang sangat kami cintai, kembalikan sekolah kami yg sangat kami banggakan, sekolah yang merakyat dan dari generasi ke generasi selalu berhasil menghasilkan lulusan – lulusan yang berkualitas serta banyak berperan bagi pembangunan bangsa di semua bidang pekerjaan.
KAMI MENOLAK SMAN TARUNA MADANI JATIM !!!!

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 26 Desember 2021