Problematika Mispersepsi Pendidikan IPA/Pendidikan Sains

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Problematika mispersepsi Pendidikan IPA/Pendidikan Sains

Formasi S1 Pendidikan Sains yang tidak terdapat pada ketetapan pendaftaran CPNS 2018, begitu “menyayat hati” bagi alumni pendidikan Sains UNESA. Prodi S-1 Pendidikan Sains UNESA sudah menghasilkan lulusan dari angkatan 2007 hingga saat ini. Akreditasi A yang baru diperoleh pada tahun 2018 tidak cukup menyakinkan BKN dan BKD sebagai pihak berwenang penyelenggara CPNS 2018. Padahal, akreditasi dikeluarkan sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas sistem pendidikan yang dihasilkan. Teman-teman alumni di Grup WA menyampaikan ketakutan, kegelisahan, dan kekhawatiran akan gagalnya administrasi. Seperti kalah sebelum berperang, ketidaklolosan administrasi pada PPG prajabatan tahun 2018 satu jurusan menimbulkan rasa traumatik yang cukup mendalam.

Apa yang dikhawatirkan teman-teman alumni pun terjadi. Beberapa teman alumni mencoba menghubungi BKD terdekat dan mendapatkan informasi bahwa pihak BKD hanya bisa menerima jurusan yang sesuai dengan ketetapan Permen dari pusat yaitu S1 Pendidikan IPA. Pihak BKD juga menambahkan permasalahan ini sudah pernah dibahas sebelumnya dalam rapat tingkat provinsi. Bahkan, teman alumni lainnya disarankan untuk memilih formasi di daerah lain. 

Prodi S1 Pendidikan Sains bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sebagai guru matapelajaran IPA SMP/MTs. Berdasarkan Ijin Operasional yang dikeluarkan Dirjen Dikti Nomor: 4905/D/T/2006 tanggal 26 Desember 2006 menyatakan bahwa Prodi S1 Pendidikan Sains bertujuan untuk menghasilkan guru mata pelajaran Sains SMP sesuai dengan kurikulum KBK 2004 yang berlaku saat itu. Mata pelajaran Sains tersebut mengalami perubahan nama menjadi mata pelajaran IPA pada Kurikulum KTSP hingga Kurikulum 2013 saat ini. Kendati demikian, prodi S1 Pendidikan Sains sama dengan prodi S1 Pendidikan IPA. 

S1 Pendidikan Sains UNESA merupakan satu-satunya prodi dengan nama Sains di Indonesia. Perguruan tinggi yang mencetak lulusan dengan kompetensi guru IPA SMP/MTs seperti UPI, UNY, UM, UNEJ, UNNES dan LPTK lainnya bernama prodi S1 Pendidikan IPA. Jangan sampai, hanya karena penyebutan nama yang berbeda, mengakibatkan “perlakuan yang berbeda". Prodi S1 Pendidikan Sains dan Pendidikan IPA adalah sama, hanya beda “nama”. Perbedaan terhadap perlakuan dan kebijakan ini sungguh tidak mendasar. 

Oleh karena itu, Saya mengajak teman-teman alumni S1 Pendidikan Sains UNESA untuk melakukan beberapa tindakan sebagai bentuk upaya penyampaian aspirasi khususnya dengan bantuan the power of social media. Dengan demikian, pihak BKN dapat segera menindaklanjuti dan menambahkan S1 Pendidikan Sains pada kualifikasi Guru IPA Ahli Pertama. Serta menginstruksikan BKD Daerah supaya memberikan kesempatan S1 Pendidikan Sains dalam memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan. Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah sebagai berikut.

1. Membuat laporan pengaduan dengan isu yang sama kepada lapor.go.id / humasbknri@gmail.com / pengaduan BKN

2. Menulis artikel dan opini ke beberapa media baik cetak maupun elektronik 

3. Menghubungi pihak yang berwenang, humas BKN dan BKD serta dinas pendidikan setempat dengan menunjukkan surat kesetaraan jurusan IPA dan Sains yang dikeluarkan oleh Dekan FMIPA

4. Menjalin komunikasi yang baik dengan alumni 

5. Menandatangani petisi permohonan BKN Pusat untuk menambahkan Pendidikan Sains pada kualifikasi guru IPA ahli pertama

#SavePendidikanSainsUNESA

#laporbkn



Hari ini: Dian Kurvayanti mengandalkanmu

Dian Kurvayanti I membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Yth. BKN Pusat : Problematika Mispersepsi Pendidikan IPA/Pendidikan Sains". Bergabunglah dengan Dian Kurvayanti dan 1.697 pendukung lainnya hari ini.