

PENUTUPAN PAKSA PUSAT ADOPSI ANJING TERLANTAR BARC DIUBUD BALI, DAN ANCAMAN WARGA SEKITAR
Masalahnya
YAYASAN PUSAT ADOPSI BARC DI UBUD,BALI TELAH DI TUTUP PAKSA, MEREKA DI ANCAM AKAN DI BAKAR DAN HEWAN DISANA DI BUNUH. DIMANA LETAK LOGIKA INI SEMUA?
Saya tidak mengerti, keberadaan Yayasan BARC adalah untuk membantu, menolong, bahu membahu untuk menciptakan komunitas yang sejahtera dan makmur. Saya yakin teman-teman di Bali juga tahu bagaimana respon BARC untuk menyelamatkan anjing-anjing disini.
Tahun lalu, 2015, BARC menolong sejumlah 700 hewan di Bali. Dan saya yakin tahun ini, 2016 angka ini lebih menjulang tinggi lagi, karena kasus-kasus disini semakin memprihatikan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang anjing betina dan anak anjing betina tidak di gubris secara merata.
Sekarang mereka di usir, bahkan di ancam akan di bakar rumah penampungan dilempari batu bata dan ancaman para staff pekerja sosial disana ,sehingga hewan-hewan di sana juga mati. Dimana letak budi pekerti dan empati nya?!
Pusat Adopsi BARC selama ini memberikan pelayanan GRATIS:
1. Vaksin Inti Lengkap dan Pengulangan
2. Vaksin Rabies dan Pengulangan
3. Steril
4. Rawat Jalan
5. Menyelamatkan anjing-anjing terlantar tindakan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab
6. Program Edukasi
Semua hal diatas UNTUK MENCIPTAKAN KEHARMONISAN DAN KESEJAHTERAAN DI PULAU DEWATA INI. SEKARANG KEMANA MASYARAKAT BISA MENCARI BANTUAN LAGI KEDEPANNYA?
Mungkin ada satu hal yang tidak pernah di pertimbangkan oleh masyarakat secara umumnya, Pulau Dewata bergantung dengan devisa turis, dan ketidakseimbangan kesejahteraan manusia dan hewan akan mengurangi nilai jual ke turis.
Kalau turis selalu menemukan kasus-kasus penelantaran yang buruk (saya tidak perlu menjelaskannya lagi, karena bisa di lihat setiap menitnya) setiap menit saat mereka liburan...
- Menurut Anda, apa penilaian mereka terhadap Pulau ini? Apakah nilai jual akan naik atau turun?
- Menurut Anda, apa mereka mau kembali lagi untuk menikmati liburannya?
- Menurut Anda, apa mereka mau merekomendasikan ke orang lain?
Sebagai pengetahuan Anda, di negara-negara Eropa dan Australia, anjing adalah sahabat manusia. Dan pemandangan terhadap kasus-kasus disini tidak bisa dicerna oleh mereka. Dan 2 negara ini adalah turis yang tercatat long stay di Bali, selain memberikan pendapatan ke Hotel, mereka juga memberikan devisa yang signifikan di bagian kulinari dan touring.
Jatuhnya bisnis perhotelan dan jasa-jasa untuk turis, juga akan berimbas besar ke segmentasi bisnis lainnya. Dan sekarang Yayasan di usir dan di tutup paksa, KEMANA LAGI KITA BISA MENCARI BANTUAN DAN PERTOLONGAN?
Mungkin opini saya salah, mungkin Anda ada solusi terbaik untuk keadaan yang kita alami sekarang di Bali?

Masalahnya
YAYASAN PUSAT ADOPSI BARC DI UBUD,BALI TELAH DI TUTUP PAKSA, MEREKA DI ANCAM AKAN DI BAKAR DAN HEWAN DISANA DI BUNUH. DIMANA LETAK LOGIKA INI SEMUA?
Saya tidak mengerti, keberadaan Yayasan BARC adalah untuk membantu, menolong, bahu membahu untuk menciptakan komunitas yang sejahtera dan makmur. Saya yakin teman-teman di Bali juga tahu bagaimana respon BARC untuk menyelamatkan anjing-anjing disini.
Tahun lalu, 2015, BARC menolong sejumlah 700 hewan di Bali. Dan saya yakin tahun ini, 2016 angka ini lebih menjulang tinggi lagi, karena kasus-kasus disini semakin memprihatikan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang anjing betina dan anak anjing betina tidak di gubris secara merata.
Sekarang mereka di usir, bahkan di ancam akan di bakar rumah penampungan dilempari batu bata dan ancaman para staff pekerja sosial disana ,sehingga hewan-hewan di sana juga mati. Dimana letak budi pekerti dan empati nya?!
Pusat Adopsi BARC selama ini memberikan pelayanan GRATIS:
1. Vaksin Inti Lengkap dan Pengulangan
2. Vaksin Rabies dan Pengulangan
3. Steril
4. Rawat Jalan
5. Menyelamatkan anjing-anjing terlantar tindakan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab
6. Program Edukasi
Semua hal diatas UNTUK MENCIPTAKAN KEHARMONISAN DAN KESEJAHTERAAN DI PULAU DEWATA INI. SEKARANG KEMANA MASYARAKAT BISA MENCARI BANTUAN LAGI KEDEPANNYA?
Mungkin ada satu hal yang tidak pernah di pertimbangkan oleh masyarakat secara umumnya, Pulau Dewata bergantung dengan devisa turis, dan ketidakseimbangan kesejahteraan manusia dan hewan akan mengurangi nilai jual ke turis.
Kalau turis selalu menemukan kasus-kasus penelantaran yang buruk (saya tidak perlu menjelaskannya lagi, karena bisa di lihat setiap menitnya) setiap menit saat mereka liburan...
- Menurut Anda, apa penilaian mereka terhadap Pulau ini? Apakah nilai jual akan naik atau turun?
- Menurut Anda, apa mereka mau kembali lagi untuk menikmati liburannya?
- Menurut Anda, apa mereka mau merekomendasikan ke orang lain?
Sebagai pengetahuan Anda, di negara-negara Eropa dan Australia, anjing adalah sahabat manusia. Dan pemandangan terhadap kasus-kasus disini tidak bisa dicerna oleh mereka. Dan 2 negara ini adalah turis yang tercatat long stay di Bali, selain memberikan pendapatan ke Hotel, mereka juga memberikan devisa yang signifikan di bagian kulinari dan touring.
Jatuhnya bisnis perhotelan dan jasa-jasa untuk turis, juga akan berimbas besar ke segmentasi bisnis lainnya. Dan sekarang Yayasan di usir dan di tutup paksa, KEMANA LAGI KITA BISA MENCARI BANTUAN DAN PERTOLONGAN?
Mungkin opini saya salah, mungkin Anda ada solusi terbaik untuk keadaan yang kita alami sekarang di Bali?

Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 19 Desember 2016