Waria juga manusia; hentikan kekerasan, mereka berhak hidup!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Tiap tahun politik begini, pasti makin banyak berita soal kekerasan terhadap LGBT, terutama waria, dan semakin sedikit berita soal korupsi. Apa kabar berita korupsi E-KTP, korupsi Penerbitan Buku Nikah, dan sederetan korupsi lainnya?

Nah, soal kekerasan, kamu tau nggak, di Aceh Utara pada 28 Januari 2018, enam salon tempat usaha waria digrebek dan ditutup paksa. Padahal kerjanya halal dan membantu orang banyak, lho!

Di Lampung, bulan November 2018, tiga waria ditangkap paksa lalu disiram dengan air dari mobil pemadam kebakaran, di dokumentasikan dalam bentuk foto dan disebarluaskan untuk dipermalukan. Jahat banget, sih!

Di Padang (4 November 2018) empat orang dibotakin paksa, dipermalukan di publik; di Klender, diusir dari kosan, dan yang terbaru, di Bekasi (19 November 2018), dua orang waria dipukulin, diintimidasi, dilecehkan dan disiksa. 

Tau gak sih kalau bukan cuma itu aja kejadiannya?

Tahun 2017 aja, 715 waria menjadi korban kekerasan. Itu artinya lebih dari 2 orang waria mengalami kekerasan setiap harinya : mulai dari disiram air pemadam kebakaran pas lagi jalan di taman, ditelanjangin, dipukulin, sampai dibunuh. Kamu bisa bayangin ga sih sebanyak itu orang yang tersiksa setiap harinya, cuma karena dia menjadi dirinya sendiri.

Dan itu terjadi setiap tahun!

Serem nggak sih, ngeliat negara kita tercinta ini menyajikan kekerasan setiap harinya, cuma karena orang itu punya pilihan yang berbeda? Padahal kita sama-sama setuju bahwa waria, berhak hidup, dan juga berhak mendapatkan rasa aman seperti yang kita punya. Jangan biarkan suara-suara bising lainnya bilang sebaliknya!

Oh iya, di tahun politik juga, peran utama kita adalah meminimalisir konflik identitas. Konflik ini justru menimbulkan kerugian buat kita semua dan bikin kita ngerasa nggak aman ngapa-ngapain. Nggak aman = nggak nyaman untuk semua. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari kita, kita bisa aja kok ngobrol santai dan nyaman dengan orang-orang yang berbeda dengan kita, termasuk dengan waria.

Ada sih, surat edaran mengenai pengehentian ujaran kebencian, tapi ternyata pelaksanaannya belum efektif. Nah tugas kita sekarang, terus dorong pemerintah untuk menegakkan keadilan dan menjaga rasa aman bagi semua orang apapun latar belakangnya.

Perbedaan tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan. Kita mau hidup berdampingan dengan damai dan sejahtera meskipun kita berbeda satu sama lain, dan aku yakin kamu juga begitu.

Aku percaya suaramu bisa membuat perubahan. Kita punya kekuatan besar apabila kita melakukannya bersama-sama. Tandatangani dan sebarkan petisi ini ya!

___________________________________________________________________

Sumpah Pemuda Milenial (@sumpahpemuda.id) adalah kumpulan orang muda yang bercita-cita akan Indonesia yang Berbhineka, Damai dan Sejahtera. Kami percaya pada kekuatan orang muda, melawan tanpa kekerasan dan berjuang dengan cinta.

 



Hari ini: SumpahPemuda mengandalkanmu

SumpahPemuda Milenial membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Waria juga manusia; hentikan kekerasan, mereka berhak hidup!". Bergabunglah dengan SumpahPemuda dan 1.658 pendukung lainnya hari ini.