Walikota Padang, Bapak Drs. Fauzi Bahar, M.Si: Bubarkan dan Hapuskan Tenda Ceper (lokalisasi spot) di Kota Padang


Walikota Padang, Bapak Drs. Fauzi Bahar, M.Si: Bubarkan dan Hapuskan Tenda Ceper (lokalisasi spot) di Kota Padang
Masalahnya
Apakah anda dunsanak warga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang yang telah muak dengan pembiaran Pemerintah Kota (Pemko) terhadap keberadaan tempat lokalisasi di kota padang?
Apakah anda warga Kota Padang yang muak dengan aksi retorika dan ngelesnya Pemko yang terus membiarkan Tenda Ceper yang menjadi ikon ‘pencabulan’ terkonyol yang ada di Kota Padang ?
Apakah anda warga Kota Padang yang telah muak-benci-marah dan sebagainya, dimana Tenda Ceper yang memalukan ini masih eksis sampai detik ini juga!?
Jika dunsanak mengatakan “IYA SAYA MUAK” terhadap semua jawaban diatas, maka mari kita bersatu dan bersinergi bersama-sama untuk membuat gerakan peoples power menghapuskan tenda ceper sebagai ikon mesum Kota Padang melalui ikut serta vote di petisi ini.
Seperti kita ketahui tenda ceper di Kota Padang telah menjadi kata bulan-bulanan bagi seseorang yang berpikiran negatif, 21 tahun keatas, tempat kotor, sesuatu yang jahat, disrespek terhadap kaum perempuan, dan lain-lainnya yang berbau negatif.
Tenda ceper adalah sejarah seksualitas terburuk yang pernah dimiliki oleh Kota Padang. Tenda ceper yang berarti sebuah tenda yang berada di bibir pantai Kota Padang di Jalan Purus, dimana dibawah tenda itu disediakan kursi 2 buah. Lucunya, tenda ini hanya bertinggi tidak lebih dari 120 cm, yang artinya menutup seluruh pandangan kita terhadap seluruh aktivitas dibawah tenda ceper ini. Saat hari mulai malam di seputaran jalan purus nampaklah berjejeran banyak sekali motor yang diparkir rapi tapi tidak diketemukan siapa pemiliknya. Dan tenda ceper yang berjumlah ratusan ini terlihat samar-samar dengan tanpa adanya penerangan lampu jalan. Hebatnya, setelah hari pagi berceceranlah kondom bekas di lokasi tenda ceper tersebut.
Aktivitas ini telah lumrah di Kota Padang. Pernah terjadi beberapa kali penggusuran, tapi aksi ini menjamur lagi. Desas-desus mengatakan tempat ini dibekingi oleh aparat. Pantai Purus adalah pantai yang indah yang menghadap langsung dengan Samudera Hindia. Cuacanya sangat bagus untuk berekreasi bersama para keluarga. Saat sore hari para citizen akan bersenda gurau kala melepas penat di pantai purus, bermain ombak dan bermain bola. Anak-anak muda, para keluarga hangout di pantai ini. Selepas sore atau malam hari tenda ceper pun mulai menjalankan operasinya. Dan seperti kita ketahui saat pagi, alat pengaman dalam berhubungan badan itu muncul lagi. Tentu saja ini berkaitan dengan tingginya pengidap HIV/AIDS di Sumatera Barat.
Kita tahu bahwa dari 33 provinsi diIndonesia Pengidap HIV/AIDS, Sumatera Barat yang katanya menjunjung tinggi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini,menduduki posisi ke dua belas dalam urutan pengidap HIV/AIDS. Sedangkan jika dilihat dari case rate, Sumbar beradadi urutan sebelas. Data ini menunjukan, praktik dan bisnis prostitusi atau perilaku seks bebas di ranah inibukan isapan jempol belaka.
Sesuatu yang sangat miris, dimana siang hari untuk sesuatu yang positif dan malam harinya untuk negatif. Dan sampai tulisan ini diturunkan tenda ceper masih beraktivitas dan belum ada tindakan kongkrit dari pemerintah kota.
Pertanyaannya ada apa dengan ranah ini? Daerah yang memiliki sejarah ratusan tahun sebagai pusat pemerintahan yang telah banyak melahirkan para orang besar seperti Tan Malaka , Mohammad Hatta , Sjahrir, Assaat, Tuanku Imam bonjol, Buya Hamka, Agus salim,Rasuna Said, Mohammad Yamin , Usmar Ismail, Rosihan Anwar dan lain-lain, yang mana tokoh-tokoh tersebut sesuai bidangnya berperan besar dalam membangun negara republik Indonesia. Kota yang menjadi pusat pendidikan terbesar di Pulau Sumatera dimana memiliki ratusan ribu mahasiswa, 33 Universitas-sekolah tinggi, 24 akademi kesehatan, dsb. Dan anda mengatakan bahwa lokalisasi spot berada di kota ini? Bahwa ada tempat lokalisasi yang menjijikan yang norak, dimana dihiasi dengan payung-payung tertutup yang tepat berada di lokasi kawasan wisata yang sering dikunjungi oleh para keluarga di kota padang? Oh, anda pasti bercanda, bahwa kita masih membiarkan lokalisasi spot ini sampai hari ini, sampai detik ini. Tenda ceper adalah aib kota ini, bahkan aib bagi sumatera barat karena kota ini adalah ibukota dari Provinsi Sumatera Barat.
Hal yang sangat menyedihkan bahwa, warga kota padang dikenal segagai warga yang kritis dan cepat tanggap, ternyata masih membiarkan aksi ini tepat di depan mata kita. Dan hal yang lebih memalukan, pemerintah kota sebagai pemegang otoritas kota ini bersikap acuh tak acuh terhadap fenomena ini. Penyakit masyarakat yang dibiarkan menandakan bahwa warga kota (citizen) telah dihinggapi oleh budaya apatis dan budaya individualistis. Seperti kita tahu identitas sebuah kota yang sejahtera haruslah berbanding lurus dengan tata ruang kotanya. Dan lokalisasi spot tidak termasuk dalam tata ruang kota yang sejahtera. Dan tentu saja lokalisasi spot ini harus dihapuskan saat ini juga.
Maka dari itu penghapusan tenda ceper ini merupakan skala prioritas utama bagi segenap elemen warga di Kota Padang. Tenda ceper merusak pariwisiata Kota Padang, merusak moral pemuda Kota Padang, merusak aspek beragama di Kota Padang, merusak iklim investasi di Kota Padang, dan sebagainya. Untuk itu marilah kita bersama-sama menandatangani petisi ini untuk menunjukkan bahwa kita peduli terhadap Kota Padang. Dan dari hasil petisi ini kita bisa menyentil pemerintah kota untuk take action. Jikalau pemko masih acuh tak acuh, saya sebagai pembuat petisi ini siap melakukan gerakan yang lebih konkret untuk menghapuskan lokalisasi spot ini, baik itu secara diplomatis, organisasi, maupun kampanye-kampanye lainnya.
"Petisi ini merupakan bagian dari proses seleksi tahap 2 sebagai perwakilan provinsi [Sumatera Barat] di Parlemen Muda Indonesia 2014."

Masalahnya
Apakah anda dunsanak warga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang yang telah muak dengan pembiaran Pemerintah Kota (Pemko) terhadap keberadaan tempat lokalisasi di kota padang?
Apakah anda warga Kota Padang yang muak dengan aksi retorika dan ngelesnya Pemko yang terus membiarkan Tenda Ceper yang menjadi ikon ‘pencabulan’ terkonyol yang ada di Kota Padang ?
Apakah anda warga Kota Padang yang telah muak-benci-marah dan sebagainya, dimana Tenda Ceper yang memalukan ini masih eksis sampai detik ini juga!?
Jika dunsanak mengatakan “IYA SAYA MUAK” terhadap semua jawaban diatas, maka mari kita bersatu dan bersinergi bersama-sama untuk membuat gerakan peoples power menghapuskan tenda ceper sebagai ikon mesum Kota Padang melalui ikut serta vote di petisi ini.
Seperti kita ketahui tenda ceper di Kota Padang telah menjadi kata bulan-bulanan bagi seseorang yang berpikiran negatif, 21 tahun keatas, tempat kotor, sesuatu yang jahat, disrespek terhadap kaum perempuan, dan lain-lainnya yang berbau negatif.
Tenda ceper adalah sejarah seksualitas terburuk yang pernah dimiliki oleh Kota Padang. Tenda ceper yang berarti sebuah tenda yang berada di bibir pantai Kota Padang di Jalan Purus, dimana dibawah tenda itu disediakan kursi 2 buah. Lucunya, tenda ini hanya bertinggi tidak lebih dari 120 cm, yang artinya menutup seluruh pandangan kita terhadap seluruh aktivitas dibawah tenda ceper ini. Saat hari mulai malam di seputaran jalan purus nampaklah berjejeran banyak sekali motor yang diparkir rapi tapi tidak diketemukan siapa pemiliknya. Dan tenda ceper yang berjumlah ratusan ini terlihat samar-samar dengan tanpa adanya penerangan lampu jalan. Hebatnya, setelah hari pagi berceceranlah kondom bekas di lokasi tenda ceper tersebut.
Aktivitas ini telah lumrah di Kota Padang. Pernah terjadi beberapa kali penggusuran, tapi aksi ini menjamur lagi. Desas-desus mengatakan tempat ini dibekingi oleh aparat. Pantai Purus adalah pantai yang indah yang menghadap langsung dengan Samudera Hindia. Cuacanya sangat bagus untuk berekreasi bersama para keluarga. Saat sore hari para citizen akan bersenda gurau kala melepas penat di pantai purus, bermain ombak dan bermain bola. Anak-anak muda, para keluarga hangout di pantai ini. Selepas sore atau malam hari tenda ceper pun mulai menjalankan operasinya. Dan seperti kita ketahui saat pagi, alat pengaman dalam berhubungan badan itu muncul lagi. Tentu saja ini berkaitan dengan tingginya pengidap HIV/AIDS di Sumatera Barat.
Kita tahu bahwa dari 33 provinsi diIndonesia Pengidap HIV/AIDS, Sumatera Barat yang katanya menjunjung tinggi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini,menduduki posisi ke dua belas dalam urutan pengidap HIV/AIDS. Sedangkan jika dilihat dari case rate, Sumbar beradadi urutan sebelas. Data ini menunjukan, praktik dan bisnis prostitusi atau perilaku seks bebas di ranah inibukan isapan jempol belaka.
Sesuatu yang sangat miris, dimana siang hari untuk sesuatu yang positif dan malam harinya untuk negatif. Dan sampai tulisan ini diturunkan tenda ceper masih beraktivitas dan belum ada tindakan kongkrit dari pemerintah kota.
Pertanyaannya ada apa dengan ranah ini? Daerah yang memiliki sejarah ratusan tahun sebagai pusat pemerintahan yang telah banyak melahirkan para orang besar seperti Tan Malaka , Mohammad Hatta , Sjahrir, Assaat, Tuanku Imam bonjol, Buya Hamka, Agus salim,Rasuna Said, Mohammad Yamin , Usmar Ismail, Rosihan Anwar dan lain-lain, yang mana tokoh-tokoh tersebut sesuai bidangnya berperan besar dalam membangun negara republik Indonesia. Kota yang menjadi pusat pendidikan terbesar di Pulau Sumatera dimana memiliki ratusan ribu mahasiswa, 33 Universitas-sekolah tinggi, 24 akademi kesehatan, dsb. Dan anda mengatakan bahwa lokalisasi spot berada di kota ini? Bahwa ada tempat lokalisasi yang menjijikan yang norak, dimana dihiasi dengan payung-payung tertutup yang tepat berada di lokasi kawasan wisata yang sering dikunjungi oleh para keluarga di kota padang? Oh, anda pasti bercanda, bahwa kita masih membiarkan lokalisasi spot ini sampai hari ini, sampai detik ini. Tenda ceper adalah aib kota ini, bahkan aib bagi sumatera barat karena kota ini adalah ibukota dari Provinsi Sumatera Barat.
Hal yang sangat menyedihkan bahwa, warga kota padang dikenal segagai warga yang kritis dan cepat tanggap, ternyata masih membiarkan aksi ini tepat di depan mata kita. Dan hal yang lebih memalukan, pemerintah kota sebagai pemegang otoritas kota ini bersikap acuh tak acuh terhadap fenomena ini. Penyakit masyarakat yang dibiarkan menandakan bahwa warga kota (citizen) telah dihinggapi oleh budaya apatis dan budaya individualistis. Seperti kita tahu identitas sebuah kota yang sejahtera haruslah berbanding lurus dengan tata ruang kotanya. Dan lokalisasi spot tidak termasuk dalam tata ruang kota yang sejahtera. Dan tentu saja lokalisasi spot ini harus dihapuskan saat ini juga.
Maka dari itu penghapusan tenda ceper ini merupakan skala prioritas utama bagi segenap elemen warga di Kota Padang. Tenda ceper merusak pariwisiata Kota Padang, merusak moral pemuda Kota Padang, merusak aspek beragama di Kota Padang, merusak iklim investasi di Kota Padang, dan sebagainya. Untuk itu marilah kita bersama-sama menandatangani petisi ini untuk menunjukkan bahwa kita peduli terhadap Kota Padang. Dan dari hasil petisi ini kita bisa menyentil pemerintah kota untuk take action. Jikalau pemko masih acuh tak acuh, saya sebagai pembuat petisi ini siap melakukan gerakan yang lebih konkret untuk menghapuskan lokalisasi spot ini, baik itu secara diplomatis, organisasi, maupun kampanye-kampanye lainnya.
"Petisi ini merupakan bagian dari proses seleksi tahap 2 sebagai perwakilan provinsi [Sumatera Barat] di Parlemen Muda Indonesia 2014."

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 13 Oktober 2013