Ganti marketing plan PT. Veritra Sentosa Internasional!


Ganti marketing plan PT. Veritra Sentosa Internasional!
Masalahnya
Assalamualaikum wr.wb
Money game bermodus MLM (Multilevel Marketing) sedang merambah dimana-mana. Baik itu di duta maupun di dumay. Namun Saya melihat adanya ketidak tepatan marketing plan di PT. Veritra Sentosa Internasional yang dimiliki Ustd. Yusuf Mansur, yang condong ke arah money game. Diantaranya:
1. Biaya Pendaftaran
Untuk sebuah software multipayment, biaya pendaftaran 275rb tentu terlalu mahal, terlebih tidak transparannya penggunaan uang pendaftaran sebanyak itu.
2. Ketidak Jelasan Investasi
Dalam hukum dasar muamalah Islam, sebuah investasi harus jelas, berapa biayanya dan untuk apa alokasinya. Bila enggak jelas itu bisa disebut mayssiir. Katakan untuk software Vpay harganya ada yang 275rb (basic), bagaimana jika kita beli dengan harga 8,525 juta (titanium). 8,525-275 = 8,250 jt, kemana larinya uang sebanyak itu? Sehingga jika sebagai member baru sebenarnya tidak jelas harga asli dari "vpay" itu sendiri. Terlebih lagi 275rb (basic) tidak termasuk deposit. Sehingga jelas 275rb langsung masuk ke kas perusahaan. Dan kembali saya pertanyakan lagi, "Apa yang sebenarnya kita beli?"
3. Transparansi biaya pendaftaran
Ambil sample mudah biaya daftar basic. Bukannya kepo kemana duit kita mengalir, tapi rasanya kita pun harus tau kemana kemana uang "275rb" kita pergi. Mungkin tidak masalah jika untuk operasional perusahaan, tapi kalau dipake untuk sponsoring upline? Ponzi dong? kembali ke masalah transparansi.
4. (update) Omset.
Saya masih tetap melirik kesenjangan atau saya katakan "ketidakadilan" dalam omset ini sendiri. Katakan seorang member mendaftar pake titanium (8.525 juta) dan rajin "mempromosikan" vpay hingga beromset 687,5M dan berhak mendapat mobil mewah. Dan katakan dalam jaringan member tersebut, terdapat seorang member paling bawah mendaftar dengan paket titanium juga.
Sehingga dengan sistem omset ini, hak member yang pertama daftar dengan hak member yang paling terakhir daftar dalam satu jaringan tetap "tidak akan pernah sama". Semoga contoh diatas mewakili.
5. Pemaksaan Membangung Jaringan
Banyak yang bilang bahwa jika tidak ingin membangun jaringan (karena takut dikatakan moneygame/ponzi) maka bisa untuk penggunaan pribadi. Namun jikalau seorang upline ingin mendapatkan reward maka jaringan kanan-kiri harus tetap berkembang, sehingga jikalau salah satu kaki macet perekrutan mitranya, maka reward juga akan macet. Saya kutip dari web resmi VSI
"Setiap mitra VSI (katagori pebisnis) berhak mendapatkan Reward dengan ketentuan sebagai berikut:
- Wajib membangun 2 group komunitas langsung dalam naungannya baik secara sendiri ataupun dibantu oleh mitra mitra pendahulunya
- Jumlah akumulasi omzet yang dibentuk dari group komunitas yang terkecil (dari 2 group wajib yang ada) akan menentukan perolehan Reward ini"
Mari bantu kami membuat VSI lebih baik lagi dengan menghilangkan unsur money game di dalamnya sehingga kita bisa membeli kembali indonesia dengan cara yang lebih baik. Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb

Masalahnya
Assalamualaikum wr.wb
Money game bermodus MLM (Multilevel Marketing) sedang merambah dimana-mana. Baik itu di duta maupun di dumay. Namun Saya melihat adanya ketidak tepatan marketing plan di PT. Veritra Sentosa Internasional yang dimiliki Ustd. Yusuf Mansur, yang condong ke arah money game. Diantaranya:
1. Biaya Pendaftaran
Untuk sebuah software multipayment, biaya pendaftaran 275rb tentu terlalu mahal, terlebih tidak transparannya penggunaan uang pendaftaran sebanyak itu.
2. Ketidak Jelasan Investasi
Dalam hukum dasar muamalah Islam, sebuah investasi harus jelas, berapa biayanya dan untuk apa alokasinya. Bila enggak jelas itu bisa disebut mayssiir. Katakan untuk software Vpay harganya ada yang 275rb (basic), bagaimana jika kita beli dengan harga 8,525 juta (titanium). 8,525-275 = 8,250 jt, kemana larinya uang sebanyak itu? Sehingga jika sebagai member baru sebenarnya tidak jelas harga asli dari "vpay" itu sendiri. Terlebih lagi 275rb (basic) tidak termasuk deposit. Sehingga jelas 275rb langsung masuk ke kas perusahaan. Dan kembali saya pertanyakan lagi, "Apa yang sebenarnya kita beli?"
3. Transparansi biaya pendaftaran
Ambil sample mudah biaya daftar basic. Bukannya kepo kemana duit kita mengalir, tapi rasanya kita pun harus tau kemana kemana uang "275rb" kita pergi. Mungkin tidak masalah jika untuk operasional perusahaan, tapi kalau dipake untuk sponsoring upline? Ponzi dong? kembali ke masalah transparansi.
4. (update) Omset.
Saya masih tetap melirik kesenjangan atau saya katakan "ketidakadilan" dalam omset ini sendiri. Katakan seorang member mendaftar pake titanium (8.525 juta) dan rajin "mempromosikan" vpay hingga beromset 687,5M dan berhak mendapat mobil mewah. Dan katakan dalam jaringan member tersebut, terdapat seorang member paling bawah mendaftar dengan paket titanium juga.
Sehingga dengan sistem omset ini, hak member yang pertama daftar dengan hak member yang paling terakhir daftar dalam satu jaringan tetap "tidak akan pernah sama". Semoga contoh diatas mewakili.
5. Pemaksaan Membangung Jaringan
Banyak yang bilang bahwa jika tidak ingin membangun jaringan (karena takut dikatakan moneygame/ponzi) maka bisa untuk penggunaan pribadi. Namun jikalau seorang upline ingin mendapatkan reward maka jaringan kanan-kiri harus tetap berkembang, sehingga jikalau salah satu kaki macet perekrutan mitranya, maka reward juga akan macet. Saya kutip dari web resmi VSI
"Setiap mitra VSI (katagori pebisnis) berhak mendapatkan Reward dengan ketentuan sebagai berikut:
- Wajib membangun 2 group komunitas langsung dalam naungannya baik secara sendiri ataupun dibantu oleh mitra mitra pendahulunya
- Jumlah akumulasi omzet yang dibentuk dari group komunitas yang terkecil (dari 2 group wajib yang ada) akan menentukan perolehan Reward ini"
Mari bantu kami membuat VSI lebih baik lagi dengan menghilangkan unsur money game di dalamnya sehingga kita bisa membeli kembali indonesia dengan cara yang lebih baik. Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 25 Maret 2014