Turunkan Dion

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tertanggal 1 November 2017 jajaran Kabinet Aspirasi dilantik sebagai pengurus BEM KM UMRI periode 2017-2018, dengan W.R. Kofrianto atau yang lebih dikenal dengan Dion sebagai Presiden Mahasiswanya.

Belum 3 bulan Dion dan jajarannya menjabat, sudah banyak masalah yang dihadirkan. Diantaranya:

1. Kasus dugaan penggelapan dana saat kegiatan Program Pengenalan Akademik mahasiswa baru T.A 2017. Dion yang saat itu telah terpilih sebagai Presma bersama panitia PPA menjual sticker yang dibrandrol Rp 10.000/buah tanpa sepengetahuan pihak kampus, lalu berangkat jalan-jalan ke Sumatera Barat dengan dana yang diduga berasal dari hasil penjualan sticker tersebut.

Isu ini kemudian diangkat oleh Muhammad Firdaus, kader IMM. Dion yang tak terima menggerebek masuk kegiatan rapat IMM tempat Muhammad Firdaus berada, Dion diduga melakukan pemukulan saat itu. Kondisi ini berujung pada nyaris baku hantam dengan anggota BEM FIKOM dan Mapala UMRI yang membela Muhammad Firdaus.  --> dengan kata lain anti kritik, main hakim sendiri. Kasus ini sudah diselesaikan pihak kampus dan nama BEM telah dibersihkan. 

2. Postingan di akun IG BEM KM UMRI yang bernada tuduhan kepada Rektor UMRI Dr. H. Mubarak, M.Si sebagai pemimpin yang anti kritik dan adanya rezim anti aspirasi mahasiswa. Padahal tercatat sejak sebelum dilantiknya Dion dan BEM secara resmi, pihak rektorat selalu mengucurkan dana dan memfasilitasi setiap kegiatan yang ditaja oleh BEM. --> dengan kata lain, fitnah

3. Postingan di akun IG BEM KM UMRI yang bernada cemoohan terhadap mahasiswa-mahasiswi penerima beasiswa Bhakti Negeri, Bidikmisi, dan beasiswa UMRI lainnya yang sedang menjalani program Bela Negara, postingan tersebut berbunyi 'Bela Negara bisa Bela Kampus tak bisa'. --> dengan kata lain, provokasi

4. Postingan di akun IG BEM KM UMRI yang bernada menuduh segolongan mahasiswa karena terdapat kalimat 'aku curiga pada mereka'. Yang disasar disini adalah mahasiswa-mahasiswi yang rajin hadir perkuliahan dan rajin membaca buku, golongan mahasiswa tersebut dinilai terlalu sibuk belajar sehingga tidak peduli dan melakukan pembiaran terhadap isu korupsi dan permasalahan kriminal lain di negeri ini. --> dengan kata lain, fitnah

5. Postingan di akun IG BEM KM UMRI yang bernada ajakan untuk memboikot keberangkatan staff UMRI ke Sumatera Barat dari tanggal 23-26 Desember 2017. Dion menilai telah terjadi pembiaran atau hak mahasiswa yang ditelantarkan karena jika staff pergi, artinya tak ada yang melayani mahasiswa. Padahal disini staff berangkat bertepatan dengan libur serta cuti bersama tanggal merah hari Natal yang jatuh tepat saat weekend (sabtu tanggal 23, minggu tanggal 24, senin tanggal 25 hari Natal, selasa tanggal 26 cuti bersama). Karena itu tidak ada landasan jelas atau urgensi untuk memboikot kampus/tidak ada pelanggaran seperti yang dituduhkan. --> dengan kata lain, fitnah

Saat itu, Menteri Sosial dan Politik BEM KM UMRI yang diberi mandat untuk memimpin aksi pemboikotan menolak, dan beberapa anggota bem lain dikeluarkan secara tidak hormat dari BEM karena dianggap 'tidak patuh pada atasan'. --> menunjukkan arogansi dan otoriter

6. Peristiwa Dion saat ketahuan merokok di area kampus yang sudah jelas dilarang merokok. Ketika ditegur security kampus Dion mengeluarkan statement "Anda tidak tahu siapa saya?"  --> menunjukkan arogansi dan otoriter

7. Isu keinginan Dion untuk mendirikan komisariat organisasi mahasiswa islam eksternal --> jika benar, melanggar peraturan PP Muhammadiyah , tercantum dalam aturan yang dikeluarkan oleh Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah.

8. Soal RM 06 sebagai sekre BEM. Dion berkata telah diberi izin secara lisan oleh Wakil Rektor II, Bapak Bakarudin, S.E., M.M, menjadikan RM 06 sebagai sekre baru BEM. namun setelah dicek ternyata syarat dari Warek II adalah BEM dipersilahkan memakai ruangan tersebut jika sedang kosong tanpa harus izin dahulu, sementara legalitas ruangan tersebut sebagai sekre masih diurus. Namun nyatanya sebelum legal, beberapa laporan menyatakan bahwa mahasiswa yang ingin melakukan perkuliahan disana disuruh keluar, dan jika ingin memakai ruangan tersebut harus atas izin Dion. --> menunjukkan arogansi dan otoriter.

Berdasarkan 8 poin yang telah dijabarkan diatas, kami segenap mahasiswa UMRI menilai bahwa Dion tidak layak lagi sebagai Presiden Mahasiswa UMRI. Karena itu kami menuntut:

1. Permintaan maaf Dion atas status-status provokasi dan meresahkan di akun IG BEM KM UMRI, khususnya permintaan maaf kepada Rektor dan mahasiswa penerima beasiswa Bhakti Negeri.

2. Kepada pihak rektorat khususnya bagian kemahasiswaan agar dilakukan pengawasan atas kinerja BEM KM UMRI Kabinet Aspirasi.

3. Kepada pihak rektorat khususnya bagian kemahasiswaan agar dilakukan penyelidikan terhadap isu akan didirikannya komisariat organisasi mahasiswa islam eksternal.

4. Jika petisi ini menembus 500 tanda tangan, MAKA TURUNKAN DION SEBAGAI PRESIDEN MAHASISWA UMRI.



Hari ini: Suara Mahasiswa mengandalkanmu

Suara Mahasiswa UMRI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Universitas Muhammadiyah Riau: Turunkan Dion". Bergabunglah dengan Suara Mahasiswa dan 35 pendukung lainnya hari ini.