Petisi ditutup

Tolak PLTU Sulsel-2 Di Kec Tarowang Kab. Jeneponto

Petisi ini mencapai 164 pendukung


Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Kesatuan dalam lingkungan Hidup adalah Meski Saling Menjaga Satu dan yang lain, Maka kewajiban bagi seluruh manusia untuk menjaga dan merawatnya demi keberlangsungan hidup yang sejahtera, Namun Berbeda dengan Realitas Hari ini. Bahwa Saat ini terdapat puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara tersebar dan beroperasi di Indonesia, melepaskan jutaan ton polusi setiap tahunnya. Dari waktu ke waktu PLTU tersebut mengotori udara kita dengan polutan beracun, termasuk merkuri, timbal, arsenik, kadmiun dan partikel halus namun beracun, yang telah menyusup ke dalam paru-paru masyarakat.

Saat Ini Rencana Pembangunan PLTU Akan Di Bangun Di Kabupaten Jeneponto, Tepatnya Di Desa Balangbaru, Kec Tarowang Provinsi Sulawesi Selatan yang di Sebut PLTU Sulsel-2 Yang Berkapasitas 2 x 200 MW, Namun Sejak Awal Rencana Pembangunan PLTU Tersebut Masyarakat Terus Menolak sebab sadar akan dampak yang akan di timbulkan, Alasan Penolakan Masyarakat Di Antaranya :

1. Lokasi Pembangunan PLTU adalah Lahan Produktif Pertanian Jagung Yang Menjadi Satu-satunya Mata Pencarian Masyarakat Petani Sekitar Sehingga jika PLTU di bangun Akan Hilang Mata Pencarian Masyarakat Petani Jagung.

2. Di Sekitar Lokasi Pembangunan PLTU adalah Lokasi Penanaman Rumput Laut yang Menjadi Mata Pencarian Mayoritas Masyarakat Kec. Tarowang (5 Desa Di Kec Tarowang Penghasil Rumput Laut) Yang Berada Dekat Dari Lokasi Pembangunan PLTU Tarowang dan Masyarakat Pesisir pada Umumnya Terancam Akan Hilang Karena Aktivitas Pelabuhan Yang akan Beroperasi dan Akibat Buangan Limbah dari aktivitas PLTU yang akan di bangun.

3. Kec. Tarowang Adalah Salah Satu Penghasil Ikan Laut terbesar di Kabupaten Jeneponto, Di Mana Kampung Nelayan Terdapat Di Sekitar Pembangunan PLTU Sulsel-2 Di Tarowang, Mata Pencarian Nelayan Terancam Hilang Akibat Aktivitas Pelabuhan yang akan beroperasi dan Akibat Buangan Limbah Dari Aktivitas PLTU yg akan di bangun.

4. Radius +/- 100 M dari Lokasi Pembangunan PLTU Terdapat Hutan Mangrove yang di lindungi pemerintah, yang menjadi satu-satunya penghalang Abrasi Pantai Di Kampung Ra'ra Desa BalangBaru, Desa Tarowang Dan Desa Pao, Hutan Mangrove ini terancam Mati Akibat Buangan Limbah Dan Polusi Dari Aktivitas PLTU yg akan di bangun.

5. Lokasi Pembangunan PLTU Membutuhkan Lahan Sekitar +/- 40 Ha Untuk Tahap Awal, Dengan Kapasitas 2x200 MW Sehingga Memungkinkan ada Penambahan/Perluasan Lokasi yang mengakibatkan Kawasan Pemukiman Penduduk Terancam Akan tergusur.

6. Lokasi PLTU Hanya Berjarak Kurang Lebih 50 Meter dari Pemukiman penduduk Memungkinkan Dampak yang sangat besar Bagi Masyarakat Sekitar.

7. PLTU Tidak Ramah Lingkungan Malah Merusak Lingkungan dan akan berpengaruh Besar bagi Kesahatan/keberlangsungan hidup Mahluk hidup di sekitarnya.

Sehingga Bisa Di Simpulkan Bahwa PLTU Sulsel-2 Di Tarowang Akan Berdampak Sangat Buruk Bagi Masyarakat Sekitar Baik Itu Dampak Sosial, Ekonomi,Kesehatan dan Lingkungan.

Sehingga Kesadaran Masyarakat Akan Dampak Yang Akan Di Timbulkan Maka Berbagai Penolakan Di Lakukan, Sampai Hari Ini Masyarakat yang Bermukim Di Dekat Lokasi Rencana Pembangunan PLTU terus Mendapat Intimidasi dari Oknum tertentu Untuk memuluskan Rencana Pembangunan PLTU.

Petisi Ini Bermaksud Untuk Menggalang Dukungan Kepada Masyarakat Kec. Tarowang Dan Jeneponto Menolak Pembangunan PLTU Sulsel-2 Di Tarowang, Semoga Dukungan Dan Kerjasamanya Dalam Menegakkan Keadilan Di Negeri Ini Terus Mengalir.

Tolak PLTU Sulsel-2 Di Tarowang, Lestarikan Lingkungan.

#Save_Petani #Save_Nelayan



Hari ini: Anwar mengandalkanmu

Anwar Ta'le membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tolak PLTU Sulsel-2 Di Kec Tarowang Kab Jeneponto". Bergabunglah dengan Anwar dan 163 pendukung lainnya hari ini.