

Dukung Ibu Erlinda MPd sebagai Komisioner KPAI 2017-2022


Dukung Ibu Erlinda MPd sebagai Komisioner KPAI 2017-2022
Masalahnya
Erlinda lahir di Palembang, 11 Maret 1978. Kak Erlin demikian ia disapa, saat ini dipercaya sebagai sekretaris KPAI periode 2014-2017. Manager Officer sekaligus dosen di Smart Investment Institute ini telah lama sudah tergabung dengan beberapa organisasi yang konsen terhadap isu-isu anak, diantaranya di Satuan Tugas Perlindungan Anak, dan Pos Advokasi dan Kepedulian Pada Anak (PAKTA).
Aktivis Wanita Syarikat Islam ini ditunjuk menjadi komisioner KPAI yang bertanggung jawab di bidang pengasuhan mengatakan bahwa masalah pokok perlindungan anak bidang pengasuhan didominasi oleh kasus-kasus yang berakar dari kerentanan keluarga baik rentan secara ekonomi, sosial, kemasyarakatan dan religiusitas keagamaan.
Kiprahnya didunia pendidikan sudah banyak menorehkan prestasi, salah satunya yaitu di bidang penelitian yang mendapatkan 4 penghargaan pada kompetisi “Thinkquest International Competition 2011” pemenang juara ke-4 dan 5 dari 180 negara di seluruh dunia yang diselenggarakan Juli 2011 dengan judul penelitian “Bhioplastic for Building Plastic Waste Community”.
Prestasi yang lainnya yaitu pemenang peringkat ke-3 nasional pada kompetisi “Jakarta of My Dream Contest” yang diselenggarakan pihak Dinas Pendidikan Prov. DKI yang diikuti oleh 857 peserta dari 33 propinsi diseluruh Indonesia dengan judul penelitian “Electronic Gadget, Biggest Friend or Biggest Enemy” yang melibatkan peserta didik dari SMPN 49 Jakarta, penghargaan lainnya yaitu didapattkan dari Oracle Academy sebagai Coach terbaik “Project Learning Institute”.
Magister Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang disematkan sebagai wisudawan terbaik dan mendapat predikat Cumlaude ini menuturkan bahwa keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi anak sangat menentukan masa depan anak, kerapuhan keluarga menjadi faktor yang dominan terhadap kompleksitas permasalahan anak. Anak berada di jalanan, anak ditelantarkan dan anak tidak mendapatkan pengasuhan terbaik, terjadi karena rapuhnya pondasi keluarga.
Menurut wanita yang berparas cantik jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan di Jerman ini, “konsep dasar pengasuhan anak menitik beratkan pada kemampuan lingkungan untuk menjaga tumbuh kembang anak secara optimal melalui tiga (3) pendekatan yakni; asah, asih dan asuh. Anak membutuhkan stimulasi mental (asah) yang menjadi cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan), perkembangan psikososial, kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, moral, kepribadian dan produktivitas. Kebutuhan akan kasih sayang (asih) dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat (bounding) dan kepercayaan dasar (basic trust) antara anak dan orang tua. Kebutuhan fisik biomedis (asuh) meliputi pangan, gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar anak”.
Erlinda sedang mengkampanyekan program Stop Kekerasan Pada Anak dan menyerukan mendidik anak dengan cinta dan kelembutan. Untuk itu diperlukan langkah kongrit berupa kebijakan, strategi, dan program yang terstruktur dan pelaksanaannya dilakukan secara bersama (masif), terintegrasi, terpadu, intensif dan berkesinambungan dengan mengedepankan kepentingan terbaik anak.
Dalam menciptakan anak-anak unggul, berkarakter, mandiri dan mempunyai daya juang yang tangguh pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh secara optimal. Dalam hal ini orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan stake holder memainkan peranannya yang sangat penting.
Istri dari Dr. Rer. Nat Bambang Heru Iswanto ini, telah dikaruniai dua orang anak, Herbian Alfarisi Iswanto, dan Diffie Alfierie Iswanto.
Tertanda Suara Hati Anak Indonesia
Masalahnya
Erlinda lahir di Palembang, 11 Maret 1978. Kak Erlin demikian ia disapa, saat ini dipercaya sebagai sekretaris KPAI periode 2014-2017. Manager Officer sekaligus dosen di Smart Investment Institute ini telah lama sudah tergabung dengan beberapa organisasi yang konsen terhadap isu-isu anak, diantaranya di Satuan Tugas Perlindungan Anak, dan Pos Advokasi dan Kepedulian Pada Anak (PAKTA).
Aktivis Wanita Syarikat Islam ini ditunjuk menjadi komisioner KPAI yang bertanggung jawab di bidang pengasuhan mengatakan bahwa masalah pokok perlindungan anak bidang pengasuhan didominasi oleh kasus-kasus yang berakar dari kerentanan keluarga baik rentan secara ekonomi, sosial, kemasyarakatan dan religiusitas keagamaan.
Kiprahnya didunia pendidikan sudah banyak menorehkan prestasi, salah satunya yaitu di bidang penelitian yang mendapatkan 4 penghargaan pada kompetisi “Thinkquest International Competition 2011” pemenang juara ke-4 dan 5 dari 180 negara di seluruh dunia yang diselenggarakan Juli 2011 dengan judul penelitian “Bhioplastic for Building Plastic Waste Community”.
Prestasi yang lainnya yaitu pemenang peringkat ke-3 nasional pada kompetisi “Jakarta of My Dream Contest” yang diselenggarakan pihak Dinas Pendidikan Prov. DKI yang diikuti oleh 857 peserta dari 33 propinsi diseluruh Indonesia dengan judul penelitian “Electronic Gadget, Biggest Friend or Biggest Enemy” yang melibatkan peserta didik dari SMPN 49 Jakarta, penghargaan lainnya yaitu didapattkan dari Oracle Academy sebagai Coach terbaik “Project Learning Institute”.
Magister Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang disematkan sebagai wisudawan terbaik dan mendapat predikat Cumlaude ini menuturkan bahwa keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi anak sangat menentukan masa depan anak, kerapuhan keluarga menjadi faktor yang dominan terhadap kompleksitas permasalahan anak. Anak berada di jalanan, anak ditelantarkan dan anak tidak mendapatkan pengasuhan terbaik, terjadi karena rapuhnya pondasi keluarga.
Menurut wanita yang berparas cantik jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan di Jerman ini, “konsep dasar pengasuhan anak menitik beratkan pada kemampuan lingkungan untuk menjaga tumbuh kembang anak secara optimal melalui tiga (3) pendekatan yakni; asah, asih dan asuh. Anak membutuhkan stimulasi mental (asah) yang menjadi cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan), perkembangan psikososial, kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, moral, kepribadian dan produktivitas. Kebutuhan akan kasih sayang (asih) dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat (bounding) dan kepercayaan dasar (basic trust) antara anak dan orang tua. Kebutuhan fisik biomedis (asuh) meliputi pangan, gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar anak”.
Erlinda sedang mengkampanyekan program Stop Kekerasan Pada Anak dan menyerukan mendidik anak dengan cinta dan kelembutan. Untuk itu diperlukan langkah kongrit berupa kebijakan, strategi, dan program yang terstruktur dan pelaksanaannya dilakukan secara bersama (masif), terintegrasi, terpadu, intensif dan berkesinambungan dengan mengedepankan kepentingan terbaik anak.
Dalam menciptakan anak-anak unggul, berkarakter, mandiri dan mempunyai daya juang yang tangguh pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh secara optimal. Dalam hal ini orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan stake holder memainkan peranannya yang sangat penting.
Istri dari Dr. Rer. Nat Bambang Heru Iswanto ini, telah dikaruniai dua orang anak, Herbian Alfarisi Iswanto, dan Diffie Alfierie Iswanto.
Tertanda Suara Hati Anak Indonesia
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 6 Desember 2016