Kami menghimbau supaya segera menghapuskan yang sistem latihan pekerjaan bagi orang asing

0 人が賛同しました。もう少しで 25,000 人に到達します!


Kami menghimbau supaya segera menghapuskan yang disebut “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” (gaikokujin gino jishu seido, dalam bahasa Jepang) yang berlaku di Jepang, karena sistem ini mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia terhadap para pekerja orang asing di negeri ini.
-----

Penuntutan kami kepada pemerintah Japang adalah sebagai berikut.
-----

1.Yang disebut “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” harus segera dihapuskan.
2.Para pengikuti latihan (sebenarnya pekerja dengan gaji sangat rendah) yang sedang diterima dikerjakan di Japang perlu dibantu oleh pemerintah Jepang agar mereka mendapat pelatihan kerja yang betul dan tepat, juga supaya hak mereka untuk bekerja terjamin.
3.Pemerintah Japang telah melakukan penelitian tentang pelanggaran HAM yang dialami pekerja asing di Jepang. Akan tetapi pemerintah menrahasiakan hasil penelitian tersebut. Kami menuntut penyimpakan hasil penelitian tersebut secara 100 persen.
4.Pemerintah Japang mau mengubah undang-undang keimigrasian supaya pekerja asing lebih gampang dan lebih banyak dibawa ke Japang. RUU tersebut baru disahkan oleh parlemen Desember 2018. Kami menuntut penghentian pemberlakuan UU keimigrasian baru itu sampai waktu pelanggaran HAM terhadap pekerja asing dihabisi secara tuntas.

-----


Yang namanya “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” itu sebenarnya apa?


Amandemen UU keimigrasian bertujuan memperluas luang gerak “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” untuk mendatangkan lebih banyak pekerja asing. Tetapi sistem tersebut namanya latihan tetapi sebenarnya suatu cara untuk mengerjakan orang asing dengan gaji jauh kecil dari pada upah minimum Jepang. Dalam “sistem” ini sudah menjadi biasa hal-hal negatif seperti gaji yang jauh dari rendah dibawah upah minimum

yang ditetapkan undang-undang, potongan gaji oleh majikan dengan alasan biaya listrik kos dan lain-lain, kekerasan fisikal, gangguan seksuil.


Makin tahun makin banyak pekerja asing yang menghilangkan diri dari tempat kerjanya karena kondisi pekerjaan tidak bisa ditahan lagi. Dalam enam bulan mulai Januari tahun 2018 sudah hilang sebanyak 4.279 orang pekerja asing yang megikuti “sistem latihan” tersebut. Mereka rata-rata menerima upah 452 yen per jam, sedangkan upah minim daerah tahun 2018 adalah 761 yen di Kagoshima prefecture sampai 985 yen di Tokyo. Yang menerima upah minimum yang ditetapkan kurang dari 20 persen. Fakta-fakta ini kami dapat ketahui menurut hasil wawancara petugas imigrasi Jepang dengan sebanyak 455 orang pekerja asing yang menghilankan diri dari tempat kerja masing-masing. Hasil wawancara ini diketemukan, diteliti dan baru diumumkan oleh wakil-wakil rayat partai-partai oposisi di parlemen Jepang.

Di antara 455 orang pekerja asing tersebut ada yang dikerjakan oleh majikan 130 jam per minggu, yaitu, 19 jam per hari tanpa liburan seharipun, tetapi hanya diberi gaji 90.000 yen per bulan. Gaji bulanan sekecil ini berarti 193 yen per jam. Kami perlu menganggap kasus ini sebagai kondisi kerja budak yang paling menyedihkan.

 

Ketertanggung-jawaban pemerintah Jepang


Walaupun mengetahui pelanggarang HAM terhadap pekerja asing, pemerintah Jepang sampai sekarang tidak mengambil lankah kepada para majikan pelanggar HAM. Bahkan pemerintah telah memimpin langkah membawa lebih banyak pekerja asing dalam langkah “sistem latihan”, khususnya di bidang pelawatan orang lanjut usia. Pemerintah bertindak begitu untuk menekan pengeluaran pemerintah di bidang kesejahteraan sosial yang makin tahun makin meningkat. Bahkan pemerintah Jepang sengaja memanipulasi hasil wawancara dengan pekerja asing yang tersebut di atas. Pelanggaran HAM diabaikan dan pekerja asing yang hilang dari tempat kerja dianggap hanya pindah tempat kerja untuk memcari upah yang lebih baik. Segala manipulasi dilakukan pemerintah untuk mengubah Undang-undang imigrasi agar mendatangkan lebih banyak pekerja asing ke Jepang dengan gaji terlampau rendah. Seolah-olah pemerintah Jepang ingin menghidupkan kembali lembaga kerja budak zaman lampau.


Pengaruh negatif “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” terhadap masyarakat Japang


“Sistem latihan” tersebut dapat mempengaruhi ekonomi Jepang secara negatif. Majikan-majikan yang mempunyai niat buruk bisa saja menyalahgunakan sistem ini. Majikan dengan niat baik hanya disusahkan mereka. Kalau gaji jauh di bawah upah minimum makin meluas, gaji rata-rata untuk semua pekerja di Jepang bisa saja ditekan. Ini lalu mengakibatkan diperkecilnya jumulah konsumisi di Jepang pada umumnya. Maka, bisa saja kondisi perekonomian Jepang kelak makin memburuk. Belakangan koran dan televisi Jepang sering memberitakan adanya perusahan dan penguasa hitam, yaitu, mereka yang mengeksploitasi pekerjanya dengan tekanan fisikal dan mental. Dalam kasus perusahan hitam ini, pekerja yang menderita adalah warga negara Jepang. Kita dapat memahami bahwa nasib pekerja orang asing erat kaitannya dengan kondisi makin buruk yang dialami pekerja orang Jepang.


Kami khawatir, kalau “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” terus dilanjutkan, kritikan dari luar negeri bisa saja meningkat. Masalah ini bisa-bisa menimbulkan sengketa antara negara-negara yang mengirim pekerja ke Jepang di satu pihak, dengan Jepang sendiri di pihak lain. Akibatnya Jepang bisa diasingkan dalam hubungan internasional di dunia.


Dilihat dari segi HAM, juga dari segi perekonomiannya dan hubungan internasionalnya Jepang, “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” harus dihentikan dan dihapuskan.

 

Supaya tiada lagi korban “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing”


Agar tida ada lagi pelanggara HAM terhadap pekerja orang asing,  penuntutan kami kepada pemeintah Jepang adalah sebagai berikut:


1.Yang disebut “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” perlu segera dihapuskan.
2.Para pelatih-pekerja yang sedang diterima dikerjakan di Japang perlu dibantu oleh pemerintah Jepang agar mereka mendapat pelatihan kerja yang betul dan tepat, juga supaya hak mereka untuk bekerja terjamin.
3.Pemerintah Japang telah melakukan penelitian tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dialami pekerja asing di Jepang. Akan tetapi pemerintah menrahasiakan hasil penelitian tersebut. Kami menuntut penyimpakan hasil penelitian tersebut secara 100 persen.
4.Pemerintah Japang mau mengubah undang-undang keimigrasian supaya pekerja asing lebih gampang dan lebih banyak dibawa ke Japang. RUU tersebut baru disahkan oleh parlemen. Kami menuntut penghentian pemberlakuan UU itu sampai waktu pelanggaran HAM terhadap pekerja asing dihabisi secara tuntas.


Kami sedang mengumpulkan tanda-tangannya dari siapa saja yang mendukung himbauan kami, lalu akan mengajukan himbauan dan tanda-tangan itu kepada menteri kehakiman Jepang. Juga kami  menghimbau kepada semua partai-partai yang akan mengikuti pemilihan umum parlemen Jepang agar mereka memjanjikan kehapusan “sistem latihan pekerjaan bagi orang asing” dalam kampanye mereka di  pemilu.


Beginilah himbauan Kami. Kalau anda setuju, silahkan memberi tanda-tangan anda. Juga kami meminta anda meluaskan himbauan kami lewat SNS dan sebagainya. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada pertolongan anda.