STOP Pembantaian Cenderawasih, Penyu Hijau, dan STOP Pukat Harimau

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kabupaten Kepulauan Aru, yang memiliki potensi Alam Laut, Darat, dan Udara, berupa hasil perikanan, dan non-ikan, selalu menjadi sasaran eksploitasi secara serakah, dan tidak ramah lingkungan.

Terumbuh Karang, sudah hancur akibat pengunaan Pukat Harimau oleh perusahaan perikanan yang beroperasi di Aru selama ini.

Cenderawasih Aru, dan Penyu Hijau di Pulau Eno (Aru bagian Tenggara), sebagai warisan alam dunia yang langka, kini sudah di ambang batas toleransi eksploitasi sehingga mem[ercepat kepunahannya dalam jangka waktu dekat.

Upaya proteksi untuk jadikan sebagai hutan lindung, konservasi alam bawah laut, atau rehabilitasi pun, tidak dilakukan secara serius oleh Pemerintah.

Masyarakat yang terhimpitan ekonomi, memburu dan menjual Cenderawasih dan Penyu Hijau, secara bebas.

Pemerintah Daerah Aru, bahkan memberikan CENDERAMATA, berupa CENDERAWASIH yang diawetkan, kepada setiap tamu Pemerintah Daerah yang datang berkunjung ke Kepulauan Aru, berupa Mahkota yang diatasnya bertengger Burung Cenderawasih yang diawetkan.

Mulai dari Anggota DPR-RI, hingga Gubernur Maluku (Periode Kekuasaan 2013-2018), Ir. Said Assagaf, juga pernah dimahkotai dengan Cenderawasih yang diawetkan tersebut.

Hingga kapan, semua ini akan bertahan...????



Hari ini: Komunitas mengandalkanmu

Komunitas Sandal Jepit membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "STOP BANTAI CENDERAWASIH, DAN PENYU HIJAU KEPULAUAN ARU". Bergabunglah dengan Komunitas dan 364 pendukung lainnya hari ini.