

Bangun kembali Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki
Masalahnya
Masjid Amir Hamzah diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin tahun 1977, dengan mengambil nama dari seorang sastrawan dan pahlawan Indonesia yang berasal dari Langkat, Tanjung Pura.
Masjid ini memiliki banyak kenangan dan manfaat bagi para pengunjung Taman Ismail Marzuki: Selain sebagai tempat melaksanakan Shalat Jumat dan 5 waktu, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas mahasiswa muslim IKJ dan luar IKJ, untuk menyelenggarakan kegiatan amaliyah, berkarya, dan melahirkan gagasan-gagasan seni Islami.
Pelataran masjid dulu sering dijadikan tempat diskusi Forum Lingkar Pena, latihan Teater kanvas, lokasi pemutaran film, peluncuran buku Islam, pengajian-pengajian yang melibatkan seniman, dan lain-lain. Ia menjadi satu-satunya ruang para seniman-aktivis dakwah di TIM untuk berkarya. Di antaranya kita mengenal nama-nama seperti alm.Chaerul Umam, Danie Sapawie, Helvi Tiana Rosa, dan Zak Sorga.
Yang saya tahu, masjid ini sudah direncanakan jauh-jauh tahun untuk dirobohkan guna memperluas areal kampus yang saya akui memang cukup sempit. Realisasinya terjadi sekitar tahun 2012 saat Ir. Jokowi menjabat Gubernur Jakarta. Saat itu, mahasiswa dan alumni Masjid Amir Hamzah menentang aksi perubuhan itu. Dijanjikan akan dibangun masjid yang lebih layak di bagian utara, akhirnya kami tidak memaklumi, solusinya, untuk sementara basement gedung teater dijadikan sebagai masjid. Karena memang masjid sebelumnya sudah banyak sekali membutuhkan perbaikan, mengingat usianya yang sudah sangat tua.
Namun setelah empat tahun berlalu, janji itu belum dipenuhi. Bagi kami, mungkin pergantian pengurus, atau anggaran yang belum cukup, atau masa-masa berakhirnya tugas Gubernur DKI menjadi penyebab proyek ini belum terlaksana -Sekali lagi- bagi kami ini jauh dari unsur politis dan SARA.
Kami hanya berharap, agar pihak terkait mengingat kembali janji tersebut. Karenanya kepada Ummat Muslim dan para seniman, mohon dukungannya untuk menyampaikan petisi ini kepada Gubernur DKI Jakarta dan pengurus TIM (terlepas dari isu-isu yang bermuatan SARA). Terimakasih, Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wa barokatuh.

Petisi ditutup
Masalahnya
Masjid Amir Hamzah diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin tahun 1977, dengan mengambil nama dari seorang sastrawan dan pahlawan Indonesia yang berasal dari Langkat, Tanjung Pura.
Masjid ini memiliki banyak kenangan dan manfaat bagi para pengunjung Taman Ismail Marzuki: Selain sebagai tempat melaksanakan Shalat Jumat dan 5 waktu, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas mahasiswa muslim IKJ dan luar IKJ, untuk menyelenggarakan kegiatan amaliyah, berkarya, dan melahirkan gagasan-gagasan seni Islami.
Pelataran masjid dulu sering dijadikan tempat diskusi Forum Lingkar Pena, latihan Teater kanvas, lokasi pemutaran film, peluncuran buku Islam, pengajian-pengajian yang melibatkan seniman, dan lain-lain. Ia menjadi satu-satunya ruang para seniman-aktivis dakwah di TIM untuk berkarya. Di antaranya kita mengenal nama-nama seperti alm.Chaerul Umam, Danie Sapawie, Helvi Tiana Rosa, dan Zak Sorga.
Yang saya tahu, masjid ini sudah direncanakan jauh-jauh tahun untuk dirobohkan guna memperluas areal kampus yang saya akui memang cukup sempit. Realisasinya terjadi sekitar tahun 2012 saat Ir. Jokowi menjabat Gubernur Jakarta. Saat itu, mahasiswa dan alumni Masjid Amir Hamzah menentang aksi perubuhan itu. Dijanjikan akan dibangun masjid yang lebih layak di bagian utara, akhirnya kami tidak memaklumi, solusinya, untuk sementara basement gedung teater dijadikan sebagai masjid. Karena memang masjid sebelumnya sudah banyak sekali membutuhkan perbaikan, mengingat usianya yang sudah sangat tua.
Namun setelah empat tahun berlalu, janji itu belum dipenuhi. Bagi kami, mungkin pergantian pengurus, atau anggaran yang belum cukup, atau masa-masa berakhirnya tugas Gubernur DKI menjadi penyebab proyek ini belum terlaksana -Sekali lagi- bagi kami ini jauh dari unsur politis dan SARA.
Kami hanya berharap, agar pihak terkait mengingat kembali janji tersebut. Karenanya kepada Ummat Muslim dan para seniman, mohon dukungannya untuk menyampaikan petisi ini kepada Gubernur DKI Jakarta dan pengurus TIM (terlepas dari isu-isu yang bermuatan SARA). Terimakasih, Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wa barokatuh.

Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 10 Februari 2016