Kaum Difabel Istimewa, Kita Setara. STOP DISKRIMINASI MEREKA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tidak ada orang yang ingin terlahir tidak sempurna, semua orang ingin terlahir secara sempurna dan juga dihormati. Begitupun kaum difabel yang memiliki beberapa kekurangan dalam tubuhnya, baik fisik maupun mental. Walaupun begitu, kaum difabel pun juga manusia yang berhak untuk dihargai, dihormati serta dipenuhi haknya.

Kaum difabel adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik atau mental yang dapat menganggu dan menghambat pergerakannya dalam melakukan aktivitas secara normal. Dikutip dari Wikipedia, difabel adalah suatu keterbatasan yang dimiliki seseorang dikarenakan suatu kecelakaan atau bawaan dari lahir yang mengakibatkan orang ini memiliki keterbatasan dalam hal fisik maupun mental.

Di Indonesia, penyandang disabilitas memiliki beberapa hak yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, yakni ada hak pendidikan, pekerjaan, kesehatan, mendapat kehidupan yang layak, hak berkomunikasi, bebas dari diskriminasi dan beberapa hak lain yg dimiliki kaum difabel sama seperti hak yang dimiliki oleh manusia normal. Tapi pada kenyataannya, masih banyak kaum difabel yang belum terpenuhi haknya. Misalnya di lingkungan masyarakat, kaum difabel masih belum bisa diterima oleh masyarakat di sekitarnya, mereka dikucilkan, tidak diperdulikan, dianggap sesuatu yang aneh, padahal mereka juga manusia. Dalam dunia pekerjaan juga begitu, banyak perusahaan yang enggan mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai karyawan dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dan akan menjadi beban bagi perusahaan. Sebagai contoh, seperti dilansir dalam news.okezone.com "Kisah Para Penyandang Disabilitas di Depok : Sudah Ditolak Sebelum Melamar Kerja". Contoh lainnya, yaitu suatu perusahaan yang membuat persyaratan kerja yang masih memberatkan penyandang disabilitas dengan harus melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Bahkan syarat tersebut sering dicantumkan di nomor satu. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa penyandang disabilitas masih dianggap sebagai orang sakit dan tidak sehat.

Di dunia pendidikan, pemerintah sudah mengeluarkan aturan mengenai sekolah inkluisi. Namun, pada kenyataannya masih ada sekolah yang enggan menerima para kaum difabel ini. Bahkan hingga membuat orang tua mereka dilanda ketakutan karena tidak jarang anak mereka menjadi bahan bullying di sekolah. Tapi ada beberapa orang tua yang akhirnya tetap menyekolahkan anak-anaknya si sekolah khusus karena masih takut melepas anaknya untuk berbaur dengan anak lainnya, apalagi ketika penyandang disabilitas ini seorang remaja dan anak-anak.

Dalam hal ini, pemerintah, masyarakat dan keluarga harus bersinergi dan berkerja sama agar terealisasikan tujuan undang-undang mengenai disabilitas ini. Dukungan dari keluarga sangat berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan penyandang disabilitas. Masyarakat pun harus ikut memberikan dukungan moral kepada para kaum difabel dengan menghilangkan stigma-stigma negatif mengenai mereka dan juga tidak lagi mengesampingkan para kaum difabel ini. Sebab, bagaimanapun juga kaum difabel juga merupakan manusia yang harus dimanusiakan, bukan dicampakkan dan tidak dihormati.

Disabilitas bukan berarti menjadi hambatan untuk menjalani kehidupan. Penyandang disabilitas tidak berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Hilangkan pemikiran seperti itu di otak kita. Mereka sama seperti kita, hanya saja memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya. Sebab pada kenyataannya, penyandang disabilitas mempunyai banyak kreativitas dan prestasi di berbagai bidang walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki. Mari kita berusaha memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.