Selamatkan atau hilang Gedung Juang 45 & Pemuda Tinggal Kenangan !


Selamatkan atau hilang Gedung Juang 45 & Pemuda Tinggal Kenangan !
Masalahnya
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Chairil Anwar dalam Kerawang Bekasi
Gedung Juang 45 dan Pemuda Kabupaten Nganjuk diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI , Amir Machmud 7 Maret 1978.
Merupakan bangunan hadiah dari pemerintah pusat karena tidak semua kabupaten/kota yang mempunyai gedung tersebut.
Di duga Menteri Pembangunan dan Pemuda, Soepeno, menteri kabinet Sjahrir meninggal di Ganter, pegunungan Wilis oleh Belanda semasa agresi Belanda kedua tahun 1949.
Mungkin hal tersebut yang mendasari adanya Gedung Juang 45 dan Pemuda di Nganjuk, sekaligus merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kedua terbesar setelah alun-alun Nganjuk.
Namun keberadaannya sekarang terancam oleh ekpansi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang di kenal dengan layanannya yang kurang baik, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten tetangga.
Alih-alih memperbaiki layanannya, RSUD Nganjuk justru ingin memperluas dengan mencaplok RTH Gedung Juang 46 dan Pemuda tersebut.
Tolak privatisasi publik open space menjadi RSUD
Karena gedung juang tersebut sebagai landmark perjuangan serta untuk aktivitas pemuda pemudi baik olah raga, tempat event-event olah raga baik tingkat daerah atau regional di gelar di gedung tersebut.
Jika Gedung juang beralih fungsi menjadi RSUD, dimana para anak2 muda bergiat, berkompetisi, berlaga?
jadi ini bukan cuma sekedar gedung, ini juga menyangkut generasi muda
Tuntutan kami:
1. Perbaiki layananmu dulu RSUD setara dengan kabupaten-kabupaten sebelah.
2. Kalau sudah prima layananmu, kau boleh gusur gedung juang 45, dengan syarat.
Bangun dulu gedung juang 45 dan Pemuda baru di tempat yang baru, oke?
Setelah itu terserah....
Dewan Harian Nasional, Badan Pembudayaan Kejuangan 45
Mendukung dan menyerukan perlawanan

146
Masalahnya
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Chairil Anwar dalam Kerawang Bekasi
Gedung Juang 45 dan Pemuda Kabupaten Nganjuk diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI , Amir Machmud 7 Maret 1978.
Merupakan bangunan hadiah dari pemerintah pusat karena tidak semua kabupaten/kota yang mempunyai gedung tersebut.
Di duga Menteri Pembangunan dan Pemuda, Soepeno, menteri kabinet Sjahrir meninggal di Ganter, pegunungan Wilis oleh Belanda semasa agresi Belanda kedua tahun 1949.
Mungkin hal tersebut yang mendasari adanya Gedung Juang 45 dan Pemuda di Nganjuk, sekaligus merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kedua terbesar setelah alun-alun Nganjuk.
Namun keberadaannya sekarang terancam oleh ekpansi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang di kenal dengan layanannya yang kurang baik, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten tetangga.
Alih-alih memperbaiki layanannya, RSUD Nganjuk justru ingin memperluas dengan mencaplok RTH Gedung Juang 46 dan Pemuda tersebut.
Tolak privatisasi publik open space menjadi RSUD
Karena gedung juang tersebut sebagai landmark perjuangan serta untuk aktivitas pemuda pemudi baik olah raga, tempat event-event olah raga baik tingkat daerah atau regional di gelar di gedung tersebut.
Jika Gedung juang beralih fungsi menjadi RSUD, dimana para anak2 muda bergiat, berkompetisi, berlaga?
jadi ini bukan cuma sekedar gedung, ini juga menyangkut generasi muda
Tuntutan kami:
1. Perbaiki layananmu dulu RSUD setara dengan kabupaten-kabupaten sebelah.
2. Kalau sudah prima layananmu, kau boleh gusur gedung juang 45, dengan syarat.
Bangun dulu gedung juang 45 dan Pemuda baru di tempat yang baru, oke?
Setelah itu terserah....
Dewan Harian Nasional, Badan Pembudayaan Kejuangan 45
Mendukung dan menyerukan perlawanan

146
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 16 Agustus 2025