Petisi ditutup

Bongkar! Bongkar Rangkaian Kereta Api Baru Yang Menyiksa ( Beresiko Kematian )

Petisi ini mencapai 2.032 pendukung


Apalah arti kereta yang terlihat mewah namun tak ada kenyamanan di dalamnya. Kesan itu cukup kuat tergelar pada produk terbaru PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selepas Ultah Ke-71, pada 28 September 2016, operator plat merah itu meluncurkan rangkaian terbaru KA kelas ekonomi komersial guna menggantikan kelas bisnis.

Langkah ini sekaligus menandai mulai berakhirnya esksistensi kelas bisnis dalam lini pelayanan perseroan. PT KAI hanya akan menawarkan kelas eksekutif dan ekonomi dalam produk KA penumpangnya.

KA-KA kelas bisnis yang “dihabisi” itu adalah KA Fajar Utama dan Senja Utama Yogya relasi Yogyakarta-Pasar Senen serta KA Mutiara Selatan rute Bandung-Surabaya.

Semuanya digantikan rangkaian baru kelas ekonomi buatan PT INKA. Seluruhnya ada 5 set, pemesanan tahun 2014. Dari luar, kereta gres itu memang bikin kagum. Interior pun mentereng.

Persoalan timbul pada kursi dan jarak antar kursi. Kursi memang empuk tapi terasa kaku alias tak bisa diatur (reclining seat) dengan sandaran yang begitu tegak.

Kerapatan antarbangku dengan formasi 2-2 itu membuat ruang kaki terasa sesak. Selonjoran terutama bagi sebagian penumpang bisa menjadi barang langka. Tak heran banyak keluhan yang dilontarkan.

“Ruangan sih oke. Tapi perjalanan kami ini berjam-jam Mas, tapi kaki susah digerakan. Sandarannya juga kaku. Harus tegak terus. Apalagi kami sudah tua. Turun-turun harus dipijat sepertinya buat meluruskan badan,” kata Praminingsih (58) yang bersama suaminya, Purwono (71) naik KA Mutiara Selatan ke Surabaya dari Bandung, sore itu.

“Ini sih kursi yang buat bus-bus umum. Sempit banget. Makanya kami komplain pas berangkat dari Surabaya ke petugas, kok kayak gini perubahannya, bukan tambah enak, kita di kereta 13 jam lho,” timpal penumpang lainnya.

Di sosial media, tata letak kursi kelas ekonomi komersial itu juga menjadi sorotan. Jarak antarkursi itu bahkan disamakan dengan kursi bus bumel, bus ekonomi yang tak jarang menumpuk penumpang. Kursinya pun kadang membuat susah bagi penumpangnya untuk keluar karena saking rapatnya.

Lay out kursi pada kelas ekonomi komersial, alias tanpa subsidi yang berkapasitas muat 80 penumpang itu bahkan dinilai masih kalah nyaman dibandingkan kereta ekonomi subsidi dengam formasi 3-2 untuk membagi total daya muatnya sebanyak 106 penumpang.

Sumber

===================================================

Kursi yang tegak 90 derajat dan ruang kaki yang begitu sempit ditambah jarak tempuh kereta yang mencapai 13 jam akan sangat membahayakan bagi para orang tua. Terutama bagi orang tua dan ibu hamil, akan sangat rentan duduk 13 jam dalam kondisi seperti ini. Bagi para ibu yang memiliki balita yg dipangku akan sangat kerepotan terlebih apabila sedang menyusui.

Kondisi seperti ini dapat memicu penyakit Deep vein thrombosis ( Trombosis vena dalam ).

Semua orang pun akan berpikiran, daripada duduk seperti ini dengan kursi yang sangat menyiksa, pasti lebih memilih duduk di lantai tanpa kursi.

Bahkan remaja dengan postur diatas 180cm pun akan merasakan nyeri dengan kondisi seperti ini,

Bongkar!! BONGKAR SEGERA!! Bongkar dan ganti dengan Lay Out Kursi yang lebih MANUSIAWI!!

Sebelum banyak korban dari ketidak profesionalan PT KAI dalam memilih desain dan tata letak kursi.

 



Hari ini: Sabiq mengandalkanmu

Sabiq Saputra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "PT. Kereta Api Indonesia: Bongkar! Bongkar Rangkaian Kereta Api Baru Yang Menyiksa ( Beresiko Kematian )". Bergabunglah dengan Sabiq dan 2.031 pendukung lainnya hari ini.