Perpanjang Jalur KRL hingga Stasiun Cikampek

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mobilitas masyarakat setiap saat selalu mengalami perubahan. Dewasa ini, kebutuhan akan moda transportasi umum semakin meningkat, terutama kereta api. Moda transportasi KRL saat ini menjadi pilihan utama para pegawai kantor ibukota yang tinggal di kota-kota satelit semakin mengalami peningkatan kualitas, baik itu kualitas moda transportasi maupun kualitas pelayanannya. Bahkan kini, KRL mampu menjangkau daerah yang jaraknya cukup jauh dari ibukota, Rangkasbitung. Hal tersebut merupakan prestasi luar biasa yang berhasil dicapai oleh PT. Commuter Indonesia yang pada bulan April 2017 meresmikan jalur KRL Tanahabang-Rangkasbitung sejauh 72,769 km.

 

Seiring berjalannya waktu kini KRL Commuter Line juga telah mencapai stasiun Cikarang per Oktober 2017. Namun banyak masyarakat sekitar stasiun Lemahabang, Karawang, hingga Cikampek yang mengeluhkan bahwa KA Lokal sudah sangat tidak memadai untuk digunakan sebagai moda transportasi sehari-hari. Jadwal yang mengikat menjadi alasan utama, dimana KA Lokal arah Tanjung Priok-Purwakarta hanya muncul saat jam-jam tertentu saja, tidak se-fleksibel KRL. Selain itu jalur Tol Jakarta-Cikampek yang saat ini tengah dikerjakan proyek "elevated toll road" berimbas pada kemacetan panjang yang terjadi di sepanjang jalur tol tersebut. Alhasil waktu tempuh menjadi bertambah. Oleh sebab itu saya sebagai perwakilan dari warga-warga Lemahabang, Karawang dan Cikampek dengan sangat, memohon kepada PT. Kereta Commuter Indonesia untuk melakukan proyek elektrifikasi jalur kereta hingga Karawang untuk tahap awal dan Cikampek untuk tahap akhir. Segera setelah proyek quadruple track (jalur dwiganda) diselesaikan pada 2019 mendatang, dan dalam rangka mendukung target 1,2 juta penumpang di tahun yang sama.