Tolak Penutupan Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta
Tolak Penutupan Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta
Masalahnya
PT. Angkasa Pura II dalam releasenya yang disebar ke berbagai media Menguji Coba Penutupan pintu M1, yang merupakan akses bagi para penumpang maupun warga masyarakat Tangerang dan yang melintas ke Bandara.
Uji coba penutupan tersebut, mungkin sudah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali, sebelumnya disekita awal tahun 2014 juga sudah pernah dilakukan.
Adapun pertimbangan PT. Angkasa Pura II menutup pintu M1 adalah untuk mengurangi kemacetan dan juga untuk memperlancar pembangunan Stasiun Kereta Api Bandara.
Namun demikian rencana penutupan maupun uji coba tersebut terkesan buru-buru, mengingat dampak penutupan yang sangat merugikan masyarakat terutama pekerja dari wilayah Tangerang dan sekitarnya yang akan masuk ke Bandara. Karena akses jalan Perimeter Selatan maupun Perimeter Utara yang mengharuskan memutar cukup jauh, belum lagi pengendara yang juga harus melewati simpang M1 yang sebenarnya malah akan menambah kemacetan di titik tersebut.
Kemudian alasan penutupan karena pembangunan Stasiun juga sangat tidak masuk akal, mengingat akses jalan keretanya juga belum dimulai pembangunannya, bahkan denger-denger pembebasannya saja juga belum beres.
Terus tindakan PT. Angkasa Pura II yang menaruh Bantalan Rel Kereta di Gerbang Jalan M1 juga seolah pembangunan Jalur Keretanya sudah siap, padahal pembebasannya saja belum kelar. Ini semakin memperjelas motif PT. Angkasa Pura II yang hanya mengejar kepentingan mereka semata tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat sekitar Bandara.
Sebenarnya tidak masalah jika Pihak PT. Angkasa Pura II menutup pintu M1, asalkan ada jalan alternatif yang tidak memutar jauh atau malah macet, seperti dengan membangun Jalan tembus dari arah Jalan Pembangunan 3 langsung menuju Perimeter Selatan atau penutupannya menunggu penyelesaian Jembatan Rawa Bokor atau Jalan Tol Kunciran-Bandara.
Oleh karenanya kami memohon dukungan masyarakat semua untuk menolak penutpan M1, sebelum tersedia akses Jalan Alternatif yang efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

Masalahnya
PT. Angkasa Pura II dalam releasenya yang disebar ke berbagai media Menguji Coba Penutupan pintu M1, yang merupakan akses bagi para penumpang maupun warga masyarakat Tangerang dan yang melintas ke Bandara.
Uji coba penutupan tersebut, mungkin sudah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali, sebelumnya disekita awal tahun 2014 juga sudah pernah dilakukan.
Adapun pertimbangan PT. Angkasa Pura II menutup pintu M1 adalah untuk mengurangi kemacetan dan juga untuk memperlancar pembangunan Stasiun Kereta Api Bandara.
Namun demikian rencana penutupan maupun uji coba tersebut terkesan buru-buru, mengingat dampak penutupan yang sangat merugikan masyarakat terutama pekerja dari wilayah Tangerang dan sekitarnya yang akan masuk ke Bandara. Karena akses jalan Perimeter Selatan maupun Perimeter Utara yang mengharuskan memutar cukup jauh, belum lagi pengendara yang juga harus melewati simpang M1 yang sebenarnya malah akan menambah kemacetan di titik tersebut.
Kemudian alasan penutupan karena pembangunan Stasiun juga sangat tidak masuk akal, mengingat akses jalan keretanya juga belum dimulai pembangunannya, bahkan denger-denger pembebasannya saja juga belum beres.
Terus tindakan PT. Angkasa Pura II yang menaruh Bantalan Rel Kereta di Gerbang Jalan M1 juga seolah pembangunan Jalur Keretanya sudah siap, padahal pembebasannya saja belum kelar. Ini semakin memperjelas motif PT. Angkasa Pura II yang hanya mengejar kepentingan mereka semata tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat sekitar Bandara.
Sebenarnya tidak masalah jika Pihak PT. Angkasa Pura II menutup pintu M1, asalkan ada jalan alternatif yang tidak memutar jauh atau malah macet, seperti dengan membangun Jalan tembus dari arah Jalan Pembangunan 3 langsung menuju Perimeter Selatan atau penutupannya menunggu penyelesaian Jembatan Rawa Bokor atau Jalan Tol Kunciran-Bandara.
Oleh karenanya kami memohon dukungan masyarakat semua untuk menolak penutpan M1, sebelum tersedia akses Jalan Alternatif yang efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 12 Oktober 2014