Tolak USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) sebagai pengganti UN (Ujian Nasional)

Masalahnya

Kabar yang cukup menyenangkan datang dari Mendikbud Indonesia baru baru ini , Bapak Muhadjir Effendy mengenai penghapusan UN (Ujian Nasional) dikarenakan berbagai alasan diantaranya :
1. Hasil UN tidak mampu mendorong kemampuan siswa secara utuh
2. Cakupan UN yang terlalu luas sehingga memungkinkan kecurangan kecurangan terjadi
3. Pemborosan APBN
4. dan banyak hal lainnya
 
Namun , setelah beberapa hari. Kami murid murid , khususnya murid kelas XII (kelas 3 SMA/SMK sederajat) dan kelas IX (kelas 3 SMP) yang seharusnya akan mengikuti UN malah dikagetkan dengan penggantian UN menjadi USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) yang mana akan menggunakan "seluruh mata pelajaran" sebagai ujian yang akan dilaksanakan. Hal itu dikutip dari link ini : UN diganti USBN
 
USBN dilakukan dengan alasan utama bahwa UN tidak cukup efektif dalam mendidik siswa siswa karena hanya mengujikan beberapa mata pelajaran saja , seperti : Matematika , Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam bentuk pilihan ganda dan uraian (essai)
 
Hal ini justru akan bertentangan dengan hal hal sebelumnya , selain itu , kami juga menolak keras akan adanya USBN dikarenakan akan terjadi banyak hal yang tidak diinginkan diantaranya :
1. Bertambahnya jumlah kecurangan. Mengingat UN yang hanya mengampu beberapa mata pelajaran saja , sering kali beredar kunci jawaban yang sering dijual oleh para para oknum. Karena tidak adanya "kesiapan para siswa" menghadapi UN. Apalagi USBN sekarang , yang mana siswa yang telah mempersiapkan diri untuk UN bisa saja melakukan kecurangan , karena dirinya tidak siap.
 
2. Pendidikan yang belum merata. Hal ini jelas yang paling dikhawatirkan , dimana setiap sekolah memiliki tingkat pendidikan yang bisa dibilang berbeda , mengingat di beberapa kota (atau mungkin seluruh kota di Indonesia) memiliki "sekolah favorit" yang mana itu menunjukkan bahwa adanya sekolah yang tidak difavoritkan karena beberapa alasan seperti tenaga didik yang kurang profesional , tingkat kelulusan yang rendah , dan tentu saja nilai murid murid yang kurang maksimal.
 
3. Belum ada kesiapan mental bagi murid murid dalam menerima UN , yang bisa saja mengindikasikan bahwa informasi USBN yang mendadak ini membuat para siswa tidak siap sepenuhnya secara mental. Bukti itu bisa dilihat dari sini : Kasus bunuh diri karena UN
 
4. Tekanan dari berbagai pihak. Tentu saja , hal ini sangat mempengaruhi sebenarnya apa "esensi" dari UN dan USBN itu sendiri. Mengingat , banyak murid ditekan oleh orang tua , guru maupun orang lain untuk "mendapatkan nilai yang sempurna" yang mana akan membuat banyak murid tertekan karena hal itu. Ditambah , klaim bahwa seseorang bodoh karena "nilai USBN-nya jelek"
 
5. Sistematika penilaian yang kurang jelas. Kami , seluruh siswa di Indonesia pasti merasakan hal ini , dalam sistematika penilaian uraian tiap gurunya berbeda. Ada yang harus persis seperti buku , ada yang tidak , dan banyak lagi yang lainnya. Masalahnya... apakah "Ujian Sekolah Berstandar Nasional" ini punya standar yang sama diseluruh Indonesia?
 
6. Membebani siswa. Dengan adanya USBN , siswa jelas terbebani. Mengingat , UN saja yang hanya beberapa mata pelajaran diadakan "pemadatan" untuk memfokuskan UN , kalah semua mata pelajaran , kira kira sistem belajar seperti apa yang dilakukan
 
7. Tidak ada persiapan sama sekali. Jelas , kami para murid bahkan guru tidak menduga hal ini akan terjadi secara mendadak. Dulu kami menerima kurikulum 2013 yang cukup meresahkan bagi beberapa siswa , sekarang juga USBN dengan info yang mendadak. Hal ini membuat kami sebagai siswa bingung harus menggunakan sistem belajar seperti apa , beberapa guru pun juga harus memiliki sistem mengajar yang baru.
 
8. Kita tidak butuh penggantian UN menjadi USBN. Kenapa? karena yang kita perlukan adalah pendidikan yang lebih baik , bukan "hanya nilai". Karena di lapangan cukup banyak anak mendapat nilai bagus karena ketidakjujuran , kita semua tau dan sadar akan itu. Sementara siswa yang belajar setiap hari mendapat nilai yang tidak baik pun juga terhitung banyak. Apakah itu bisa dijadikan standar jika dalam konteks seperti itu?
 
9. Masih banyak alasan lainnya.
 
Beberapa pertanyaan juga muncul di benak kami sebagai murid murid , pertanyaan itu adalah :
1. Apakah USBN penting? mengingat minat dan bakat siswa berbeda. Anak yang ingin meneruskan kuliah di jurusan Matematika jelas tidak membutuhkan mata pelajaran IPS karena sama sekali tidak berhubungan.
 
2. Apakah USBN bisa meningkatkan kualitas belajar siswa dan siswa itu sendiri? Mengingat tidak adanya kesiapan siswa
 
3. Apakah USBN sudah teruji terlebih dahulu bahwa hal itu lebih baik dari UN? Kalau tidak , murid yang akan ujian di tahun 2017 akan hanya menjadi percobaan. Lalu apabila gagal akan diganti sistem yang baru? Lalu untuk apa USBN ini
 
4. Apakah sudah ada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang signifikan sehingga membuat siswa siap akan USBN?
 
5. Apakah sistem pendidikan sudah merata sehingga USBN bisa dilakukan?
 
6. Apakah kepintaran atau kecerdasan anak hanya dinilai oleh standarisasi semacam USBN?
 
7. Apakah guru guru di seluruh Indonesia sudah siap mendidik anak muridnya dalam mempersiapkan USBN?
 
8. Apakah USBN bisa menurunkan tingkat kecurangan?
 
9. Apakah ada jaminan bahwa tidak akan ada kasus kasus bunuh diri atau siswa tidak dibawah tekanan karena USBN?
 
10. Apakah USBN bisa memperbaiki perilaku dan mental siswa sekarang ini dimana sebagai contoh kecil kecurangan kecurangan sering terjadi?
 
Saya harap hal ini ditinjau ulang.

Atas perhatiannya.
Saya penulis , Atma Nafi Raya mengucapkan Terima Kasih

avatar of the starter
Atma Nafi RayaPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 342 pendukung

Masalahnya

Kabar yang cukup menyenangkan datang dari Mendikbud Indonesia baru baru ini , Bapak Muhadjir Effendy mengenai penghapusan UN (Ujian Nasional) dikarenakan berbagai alasan diantaranya :
1. Hasil UN tidak mampu mendorong kemampuan siswa secara utuh
2. Cakupan UN yang terlalu luas sehingga memungkinkan kecurangan kecurangan terjadi
3. Pemborosan APBN
4. dan banyak hal lainnya
 
Namun , setelah beberapa hari. Kami murid murid , khususnya murid kelas XII (kelas 3 SMA/SMK sederajat) dan kelas IX (kelas 3 SMP) yang seharusnya akan mengikuti UN malah dikagetkan dengan penggantian UN menjadi USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) yang mana akan menggunakan "seluruh mata pelajaran" sebagai ujian yang akan dilaksanakan. Hal itu dikutip dari link ini : UN diganti USBN
 
USBN dilakukan dengan alasan utama bahwa UN tidak cukup efektif dalam mendidik siswa siswa karena hanya mengujikan beberapa mata pelajaran saja , seperti : Matematika , Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam bentuk pilihan ganda dan uraian (essai)
 
Hal ini justru akan bertentangan dengan hal hal sebelumnya , selain itu , kami juga menolak keras akan adanya USBN dikarenakan akan terjadi banyak hal yang tidak diinginkan diantaranya :
1. Bertambahnya jumlah kecurangan. Mengingat UN yang hanya mengampu beberapa mata pelajaran saja , sering kali beredar kunci jawaban yang sering dijual oleh para para oknum. Karena tidak adanya "kesiapan para siswa" menghadapi UN. Apalagi USBN sekarang , yang mana siswa yang telah mempersiapkan diri untuk UN bisa saja melakukan kecurangan , karena dirinya tidak siap.
 
2. Pendidikan yang belum merata. Hal ini jelas yang paling dikhawatirkan , dimana setiap sekolah memiliki tingkat pendidikan yang bisa dibilang berbeda , mengingat di beberapa kota (atau mungkin seluruh kota di Indonesia) memiliki "sekolah favorit" yang mana itu menunjukkan bahwa adanya sekolah yang tidak difavoritkan karena beberapa alasan seperti tenaga didik yang kurang profesional , tingkat kelulusan yang rendah , dan tentu saja nilai murid murid yang kurang maksimal.
 
3. Belum ada kesiapan mental bagi murid murid dalam menerima UN , yang bisa saja mengindikasikan bahwa informasi USBN yang mendadak ini membuat para siswa tidak siap sepenuhnya secara mental. Bukti itu bisa dilihat dari sini : Kasus bunuh diri karena UN
 
4. Tekanan dari berbagai pihak. Tentu saja , hal ini sangat mempengaruhi sebenarnya apa "esensi" dari UN dan USBN itu sendiri. Mengingat , banyak murid ditekan oleh orang tua , guru maupun orang lain untuk "mendapatkan nilai yang sempurna" yang mana akan membuat banyak murid tertekan karena hal itu. Ditambah , klaim bahwa seseorang bodoh karena "nilai USBN-nya jelek"
 
5. Sistematika penilaian yang kurang jelas. Kami , seluruh siswa di Indonesia pasti merasakan hal ini , dalam sistematika penilaian uraian tiap gurunya berbeda. Ada yang harus persis seperti buku , ada yang tidak , dan banyak lagi yang lainnya. Masalahnya... apakah "Ujian Sekolah Berstandar Nasional" ini punya standar yang sama diseluruh Indonesia?
 
6. Membebani siswa. Dengan adanya USBN , siswa jelas terbebani. Mengingat , UN saja yang hanya beberapa mata pelajaran diadakan "pemadatan" untuk memfokuskan UN , kalah semua mata pelajaran , kira kira sistem belajar seperti apa yang dilakukan
 
7. Tidak ada persiapan sama sekali. Jelas , kami para murid bahkan guru tidak menduga hal ini akan terjadi secara mendadak. Dulu kami menerima kurikulum 2013 yang cukup meresahkan bagi beberapa siswa , sekarang juga USBN dengan info yang mendadak. Hal ini membuat kami sebagai siswa bingung harus menggunakan sistem belajar seperti apa , beberapa guru pun juga harus memiliki sistem mengajar yang baru.
 
8. Kita tidak butuh penggantian UN menjadi USBN. Kenapa? karena yang kita perlukan adalah pendidikan yang lebih baik , bukan "hanya nilai". Karena di lapangan cukup banyak anak mendapat nilai bagus karena ketidakjujuran , kita semua tau dan sadar akan itu. Sementara siswa yang belajar setiap hari mendapat nilai yang tidak baik pun juga terhitung banyak. Apakah itu bisa dijadikan standar jika dalam konteks seperti itu?
 
9. Masih banyak alasan lainnya.
 
Beberapa pertanyaan juga muncul di benak kami sebagai murid murid , pertanyaan itu adalah :
1. Apakah USBN penting? mengingat minat dan bakat siswa berbeda. Anak yang ingin meneruskan kuliah di jurusan Matematika jelas tidak membutuhkan mata pelajaran IPS karena sama sekali tidak berhubungan.
 
2. Apakah USBN bisa meningkatkan kualitas belajar siswa dan siswa itu sendiri? Mengingat tidak adanya kesiapan siswa
 
3. Apakah USBN sudah teruji terlebih dahulu bahwa hal itu lebih baik dari UN? Kalau tidak , murid yang akan ujian di tahun 2017 akan hanya menjadi percobaan. Lalu apabila gagal akan diganti sistem yang baru? Lalu untuk apa USBN ini
 
4. Apakah sudah ada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang signifikan sehingga membuat siswa siap akan USBN?
 
5. Apakah sistem pendidikan sudah merata sehingga USBN bisa dilakukan?
 
6. Apakah kepintaran atau kecerdasan anak hanya dinilai oleh standarisasi semacam USBN?
 
7. Apakah guru guru di seluruh Indonesia sudah siap mendidik anak muridnya dalam mempersiapkan USBN?
 
8. Apakah USBN bisa menurunkan tingkat kecurangan?
 
9. Apakah ada jaminan bahwa tidak akan ada kasus kasus bunuh diri atau siswa tidak dibawah tekanan karena USBN?
 
10. Apakah USBN bisa memperbaiki perilaku dan mental siswa sekarang ini dimana sebagai contoh kecil kecurangan kecurangan sering terjadi?
 
Saya harap hal ini ditinjau ulang.

Atas perhatiannya.
Saya penulis , Atma Nafi Raya mengucapkan Terima Kasih

avatar of the starter
Atma Nafi RayaPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Prof. Dr. Muhadjir Effendy
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
Orang Tua Murid
Orang Tua Murid
Seluruh murid di Indonesia khususnya kelas XII dan IX
Seluruh murid di Indonesia khususnya kelas XII dan IX

Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 2 Desember 2016