Berikan kemudahan lolos pada jalur SNMPTN untuk siswa berprestasi di bidang sains (OSN)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Baru baru ini sosial media dihebohkan dengan tidak lolosnya peraih medali emas International Biology Olimpiad (IBO) yang tidak lolos pada SNMPTN Fakultas Kedokteran Universitas Indoneisa, belum lagi salah seorang siswa SMAN 3 Semarang yang telah meraih medali perak International Chemistry Olimpiad (ICho) yang tidak lolos SNMPTN juga, juga peraih medali emas International Earth Science Olympiad (IESO) yang tidak diterima pada SNMPTN Teknik Geologi UGM, serta berbagai insan berprestasi lainnya yang tidak sempat saya sebutkan di atas.

Mereka mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui perjuangan berdarah-darah yang saya yakin hanya segelintir siswa di Indonesia yang mau melakukan pola belajar seperti mereka.Hampir semua medalis merasakan tidak masuk kelas demi mempelajari bidang sains yang mereka geluti di OSN. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, dan pelajaran di kelas demi meraih medali di OSN. Disaat teman temannya libur pada akhir pekan, mereka tetap masih belajar untuk olimpiade. Setelah OSN selesai, mereka harus mengulang semua pelajaran sekolah yang tertinggal. Uang pun juga mereka korbankan untuk mendatangkan pelatih OSN yang tidak bisa dibilang murah.

Setelah mereka memenangkan medali pada OSN, mereka mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) yang merupakan persaingan yang sangat ketat, dimana para medalis yang berjumlah 30 orang mengikuti pelatihan bersama medalis lain dan bersaing untuk menjadi tim nasional mewakili indonesia di kancah internasional. Durasi pelatnas pun tidak bisa dibilang singkat. Setiap pelatnas menghabiskan waktu hampir sebulan dan ada 4 pelatnas, dimana setiap pelatnas yang lolos hanya separuh dari jumlah peserta pelatnas sebelumnya sehingga pelatnas 4 hanya menyisakan 4 orang.

Dengan demikian, perjuangan pada olimpiade sains khususnya OSN dan lomba sains tingkat internasional tidaklah mudah. Sayangnya, banyak dari siswa berprestasi ini yang tidak mendapat SNMPTN meski telah berjuang habis-habisan bahkan mengharumkan nama Indonesia. Padahal banyak dari mereka yang memilih jurusan sesuai dengan bidang keilmuannya. Sejatinya OSN yang dibuat untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pemenangnya untuk diterima pada PTN yang diinginkan. Jika terus begini, maka peminat OSN akan berkurang, begitu pula daya saingnya.

Petisi kami tidak hanya meminta kemudahan bagi pemenang OSN, tetapi juga pemenang olimpiade sains lainnya terutama yang diselenggarakan universitas.dan lembaga lainnya. Mungkin beberapa dari kita berpikir bahwa mereka memilih jurusan yang sesuai dengan bidang keilmuannya namun tidak persis seperti OSN biologi memilih fakultas kedokteran (dimana banyak yang memberikan freepass untuk osn biologi berupa jurusan biologi MIPA, bukan kedokteran, fkg, dan jurusan lain yang masih punya keterkaitan). Padahal jumlah timnas olimpiade sains tingkat internasional pertahunnya hanya 4 orang di tiap bidang keilmuan dari jutaan pelajar pertahunnya di Indonesia. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki daya saing yang sangat tinggi.

Sangat disayangkan jika anak osn matematika hanya diperbolehkan memilih jurusan matematika MIPA sementara mereka menginginkan teknik, begitu pula dengan fisika, kimia, dan bidang keilmuan lainnya. Sayangnya mereka belum tentu diterima SNMPTN jurusan yang diinginkan. Padahal matematika masih menjadi momok bagi sebagian besar pelajar Indonesia sementara anak OSN matematika mampu menaklukkan soal yang saking sulitnya mungkin bapak menteri dan jajarannya belum tentu bisa mengerjakannya.

Selain itu untuk para peserta osn tingkat internasional, tanpa memandang asal sekolahnya, diharapkan dapat diberikan jalur khusus agar bisa memilih tidak hanya jurusan yang terkait bidang keilmuan, tetapi dari semua jurusan yang ada di PTN. Karena mereka telah berkontribusi bagi negara. Baik yang menjalani lomba tingkat internasional saat masih SMA/sederajat maupun yang telah lulus SMA/sederajat.

Ada lagi yang berkata bahwa "Kalau pintar kan bisa mengikuti SBMPTN". Pernyataan tersebut tidak salah, tetapi untuk apa mereka mengorbankan waktu belajar di sekolah untuk belajar olimpiade yang sangat melelahkan? Sekolah sangat mendukung anaknya mengikuti olimpiade karena prestasi mereka dapat meningkatkan rating sekolah, tetapi apa ganjarannya untuk mereka? Sekolah bisa mengcover nilai, tetapi tidak bisa menjamin siswanya diterima SNMPTN.

Kami mohon agar pemerintah dapat memberikan ganjaran yang sesuai bagi pemenang olimpiade sains berupa jalur khusus atau kemudahan SNMPTN agar mendapat PTN yang diinginkan, terutama yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka. Hargai prestasi dan usaha mereka.

 

 



Hari ini: Bo mengandalkanmu

Bo Jek membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Prof. Dr. Muhadjir Effendy: Berikan kemudahan lolos pada jalur SNMPTN untuk siswa berprestasi di bidang sains (OSN)". Bergabunglah dengan Bo dan 4.291 pendukung lainnya hari ini.