TELKOMSEL Melakukan Pungli Sistematis !!! Mohon Ditindak Pak Presiden Jokowi

Masalahnya

Berdasarkan link berikut : http://inet.detik.com/read/2016/03/30/175837/3176114/328/tri-salip-xl-lalu-pepet-telkomsel

saya kutip isinya :

“Sementara tampuk penguasa seluler masih dipegang Telkomsel dengan 152,641 juta pelanggan, disusul Indosat 69,7 juta pelanggan. Sementara XL harus puas di nomor empat dengan 41,9 juta pelanggan.” Data tersebut pada 30 Maret 2016, bisa jadi per hari ini sudah lebih lagi".

Dianggap 10% dari total pelanggan (kita bulatkan 150 juta pelanggan) yang dicurangi oleh Telkomsel dengan minimal Rp. 1.000,-/pelanggan/hari (saya saja kena lebih dari Rp.20.000,- hanya pada tanggal 18 November 2016).

Maka kemungkinan minimal uang yang Telkomsel curi dari pelanggannya adalah Rp. 1000 x 15 juta pelanggan/hari = Rp. 15 milyar hanya dalam satu hari. Ini baru minimal, bukan tidak mungkin mencapai 50% pelanggan yang dicurangi bahkan lebih dari situ. Luarbiasa sekali pencurian yang Telkomsel lakukan.

Modus-modus pencurian yang sering saya temukan, 3 diantaranya saya dapatkan dihari yang sama pada 18 ANovember 2016 :

  • Sistem pemasangan paket telepon, sms, internet, nada sambung, yang berulang-ulang tanpa pencegahan dari Telkomsel. Ini jebakan pertama yang saya dapatkan yaitu pemasangan paket *100*120# seperti yang sudah saya jelaskan diatas.
  • Layanan pelanggan 0807 1 811 811 yang sengaja menjadi jebakan, saya terkena biaya Rp. 10.010,-. Saat saya menelepon layanan ini, tidak ada bedanya dengan melalui telepon 188, semuanya sama persis. Saya mengira dengan berbayar lebih mahal, harusnya mendapatkan jalur lebih instant dibanding 188, tapi ternyata malah lebih lama agar biaya semakin besar. Jika melalui 188 ada konfirmasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan dimana akan dikenakan biaya Rp. 300,-. Tapi justru Layanan pelanggan 0807 1 811 811 tidak ada konfirmasi sama sekali. Aneh bukan? Yang Rp.300/panggilan dikonfirmasi, ini yang per detiknya dikenakan biaya tidak ada konfirmasi? Lihat perbandingannya, saya telepon ke Layanan pelanggan 0807 1 811 811 selama 10 menit 43 detik dikenai biaya Rp. 10.010,- tanpa konfirmasi dibanding menelepon ke 188 selama 18 menit 31 detik dikenai biaya Rp.300,- dilakukan konfirmasi, Anehkan? Apa nama yang tepat disebutkan jika bukan jebakan, pemerasan dan pencurian secara sistematis? Ini jebakan kedua dihari yang sama.
  • Saya menghubungi 188 dihari yang sama juga sebanyak 3 kali dan hanya 1kali tersambung dengan caroline officernya. Artinya 2 kali sambungan telepon lainnya dikali Rp. 300 = Rp. 600,- menjadi sia-sia tanpa hasil. Ini baru dari saya saja, jutaan lainnya kemungkinan mengalami seperti saya juga. Ini jebakan ketiga dihari yang sama.
  • Berapa banyak misalkan orang memasang paket telepon. Anggap dapat gratis telepon 60 menit setelah memasang paket. Tetapi kebablasan menelepon sampai 65 menit, 100 menit bahkan mungkin lebih. Memasuki menit ke 61 telah dibebankan biaya normal telepon. Tidak jarang terkadang, sampai habis pulsanya terkuras baru konsumen tersadar bahwa paketnya sudah habis. Jahat bukan system pemerasan yang Telkomsel lakukan ini? Mengapa tidak ada niat baik dari Telkomsel untuk melakukan putus otomatis saat paket gratisannya habis? Setelah itu silahkan menawarkan kembali untuk memasang paket.
  • Data internet dan paket-paket lainnya, modus pemerasan, pencurian dan jebakan hampir sama dengan yang saya jelaskan pada Point “d)” diatas. Saya sering memakai data internet dari Smartfren, XL, Three (Bimatri) dan diluar Telkomsel. Jika paket data internet sudah habis meskipun pulsa masih banyak. Tetap internet tidak bisa digunakan. Beda dengan Telkomsel, memang ada pemberitahuan melalui sms yang memberitahukan paket data internet akan habis kuotanya, tapi itu terkesan hanya kamuflase, beda dengan operator diluar Telkomsel yang melakukan pencegahan siapa tahu konsumen terlupa.

Disitulah memang dimanfaatkan oleh Telkomsel. Karena Telkomsel sadar belum tentu sms yang  dikirimkan mereka dibaca oleh konsumen, karena system handphone zaman sekarang lebih kepada smartphone yang banyak digunakan sebagai social media oleh konsumen, meskipun smartphone tersebut tidak aktiv dipegang dan digunakan oleh konsumen tapi system internet bisa terus tetap jalan.

Jadi, jangan berkelit bahwa Telkomsel sudah melakukan pemberitahuan lebih awal melalui SMS. Kalau niat Telkomsel tidak jahat, mengapa tidak dinonaktivkan saja paket data internetnya sebagaimana yang dilakukan operator seluler diluar Telkomsel demi mencegah kerugian pihak konsumen?

Disinilah menjadi timbul dugaan terhadap Telkomsel sebagai komplain keras dari pelanggannya bahwa :

  1. Telkomsel sengaja call centernya sangat susah untuk dihubungi, dimana sebenarnya banyak yang ingin komplain tapi mengurungkan niatnya karena belum tentu waktu si konsumen ada untuk menghubungi call center Telkomsel, akibat bertele-tele system yang dibuat telkomsel.
  2. Ketika saya berhasil berbicara dengan caroline officer Call Center Telkomsel, jawabannya akan ditindaklanjuti laporan saya. Ingat masih akan ditindaklanjuti. Sekali lagi akan ditindaklanjuti. Maka bisa saja tidak ditindaklanjuti. Atau ditindaklanjuti tapi tidak ada hasilnya. Dan bisa saja ada hasilnya, uang saya dikembalikan tapi itu hanya untuk saya. Bagaimana dengan jutaan orang yang sudah Telkomsel curi uangnya karena mereka tidak sempat, tidak mengerti, tidak mau ambil pusing untuk melakukan komplain ke Telkomsel dan ini akan terus berlangsung sampai entah kapan Telkomsel ada di bumi Indonesia ini. Dan hasilnya TIDAK ADA SOLUSI YANG DIBERIKAN TELKOMSEL sebagaimana jawaban dari cs@telkomsel.co.id berikut setelah saya juga komplain melalui email yang mengesankan bahwa semua komplain saya itu karena kesalahan saya sendiri : 

    Selamat malam,

    Terima kasih telah menghubungi layanan pelanggan Telkomsel melalui email cs@telkomsel.co.id. Perkenalkan nama saya Luna, Customer Care yang akan membantu terkait keluhan paket nelpon Extra ampuh dial *100*120#.

    Baik, saya cek di nomor 6282311114311 di tanggal 18 November 2016 Bapak ada aktivasi paket nelpon Extra ampuh dial *100*120# sebanyak 10 kali, dimana masing – masing paket tersebut mendapatkan bonus bicara ke sesama Telkomsel sebanyak 120 menit selama 24 jam.

    Saya sarankan untuk aktivasi paket, berkenan menunggu prosesnya 1x24 jam dahulu.

    Untuk panggilan ke layanan call center memang dikenakan biaya. Informasi lengkap bisa dicek http://www.telkomsel.com/ customer-service/call-center/ 369-call-center.html

    Jika ingin tidak dikenakan biaya, bisa melalui kami di cs@telkomsel.co.id Pastikan pada saat interaksi memiliki kuota data internet.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Silakan menghubungi kami kembali apabila membutuhkan informasi, permintaan, atau keluhan lainnya. Kepuasan pelanggan merupakan motivasi kami untuk semakin baik ke depan.

    Terima kasih untuk tetap setia menggunakan produk Telkomsel.

    Hormat kami,

     

    Luna

    Customer Care Officer    

  3. Telkomsel adalah BUMN. Badan Usaha Milik Negara. Milik Indonesia. Tapi alangkah teganya Telkomsel menghisap darah rakyatnya sendiri. Sangat jahat dan kotor cara bisnisnya. Kesannya hanya ribuan rupiah yang diperas dari tiap pelanggannya, tapi ribuan itu jika ditotal sungguh banyak sebenarnya yang dicuri itu terhadap lebih dari 150 juta pelanggan Telkomsel.

Tapi beruntung kita memiliki Presiden Jokowi yang mau memikirkan hal ribuan rupiah sehingga dijuluki "Presiden Recehan". Sangking seriusnya sampai mendirikan saberpungli.

Mari kita buktikan keseriusan Presiden Jokowi akan pemberantasan pungli yang termasuk telah dilakukan perusahaan plat merah TELKOMSEL. Dengan Menyebarluaskan dan Menandatangani Petisi Online Ini.

 

avatar of the starter
Redonov MarsetioPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 232 pendukung

Masalahnya

Berdasarkan link berikut : http://inet.detik.com/read/2016/03/30/175837/3176114/328/tri-salip-xl-lalu-pepet-telkomsel

saya kutip isinya :

“Sementara tampuk penguasa seluler masih dipegang Telkomsel dengan 152,641 juta pelanggan, disusul Indosat 69,7 juta pelanggan. Sementara XL harus puas di nomor empat dengan 41,9 juta pelanggan.” Data tersebut pada 30 Maret 2016, bisa jadi per hari ini sudah lebih lagi".

Dianggap 10% dari total pelanggan (kita bulatkan 150 juta pelanggan) yang dicurangi oleh Telkomsel dengan minimal Rp. 1.000,-/pelanggan/hari (saya saja kena lebih dari Rp.20.000,- hanya pada tanggal 18 November 2016).

Maka kemungkinan minimal uang yang Telkomsel curi dari pelanggannya adalah Rp. 1000 x 15 juta pelanggan/hari = Rp. 15 milyar hanya dalam satu hari. Ini baru minimal, bukan tidak mungkin mencapai 50% pelanggan yang dicurangi bahkan lebih dari situ. Luarbiasa sekali pencurian yang Telkomsel lakukan.

Modus-modus pencurian yang sering saya temukan, 3 diantaranya saya dapatkan dihari yang sama pada 18 ANovember 2016 :

  • Sistem pemasangan paket telepon, sms, internet, nada sambung, yang berulang-ulang tanpa pencegahan dari Telkomsel. Ini jebakan pertama yang saya dapatkan yaitu pemasangan paket *100*120# seperti yang sudah saya jelaskan diatas.
  • Layanan pelanggan 0807 1 811 811 yang sengaja menjadi jebakan, saya terkena biaya Rp. 10.010,-. Saat saya menelepon layanan ini, tidak ada bedanya dengan melalui telepon 188, semuanya sama persis. Saya mengira dengan berbayar lebih mahal, harusnya mendapatkan jalur lebih instant dibanding 188, tapi ternyata malah lebih lama agar biaya semakin besar. Jika melalui 188 ada konfirmasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan dimana akan dikenakan biaya Rp. 300,-. Tapi justru Layanan pelanggan 0807 1 811 811 tidak ada konfirmasi sama sekali. Aneh bukan? Yang Rp.300/panggilan dikonfirmasi, ini yang per detiknya dikenakan biaya tidak ada konfirmasi? Lihat perbandingannya, saya telepon ke Layanan pelanggan 0807 1 811 811 selama 10 menit 43 detik dikenai biaya Rp. 10.010,- tanpa konfirmasi dibanding menelepon ke 188 selama 18 menit 31 detik dikenai biaya Rp.300,- dilakukan konfirmasi, Anehkan? Apa nama yang tepat disebutkan jika bukan jebakan, pemerasan dan pencurian secara sistematis? Ini jebakan kedua dihari yang sama.
  • Saya menghubungi 188 dihari yang sama juga sebanyak 3 kali dan hanya 1kali tersambung dengan caroline officernya. Artinya 2 kali sambungan telepon lainnya dikali Rp. 300 = Rp. 600,- menjadi sia-sia tanpa hasil. Ini baru dari saya saja, jutaan lainnya kemungkinan mengalami seperti saya juga. Ini jebakan ketiga dihari yang sama.
  • Berapa banyak misalkan orang memasang paket telepon. Anggap dapat gratis telepon 60 menit setelah memasang paket. Tetapi kebablasan menelepon sampai 65 menit, 100 menit bahkan mungkin lebih. Memasuki menit ke 61 telah dibebankan biaya normal telepon. Tidak jarang terkadang, sampai habis pulsanya terkuras baru konsumen tersadar bahwa paketnya sudah habis. Jahat bukan system pemerasan yang Telkomsel lakukan ini? Mengapa tidak ada niat baik dari Telkomsel untuk melakukan putus otomatis saat paket gratisannya habis? Setelah itu silahkan menawarkan kembali untuk memasang paket.
  • Data internet dan paket-paket lainnya, modus pemerasan, pencurian dan jebakan hampir sama dengan yang saya jelaskan pada Point “d)” diatas. Saya sering memakai data internet dari Smartfren, XL, Three (Bimatri) dan diluar Telkomsel. Jika paket data internet sudah habis meskipun pulsa masih banyak. Tetap internet tidak bisa digunakan. Beda dengan Telkomsel, memang ada pemberitahuan melalui sms yang memberitahukan paket data internet akan habis kuotanya, tapi itu terkesan hanya kamuflase, beda dengan operator diluar Telkomsel yang melakukan pencegahan siapa tahu konsumen terlupa.

Disitulah memang dimanfaatkan oleh Telkomsel. Karena Telkomsel sadar belum tentu sms yang  dikirimkan mereka dibaca oleh konsumen, karena system handphone zaman sekarang lebih kepada smartphone yang banyak digunakan sebagai social media oleh konsumen, meskipun smartphone tersebut tidak aktiv dipegang dan digunakan oleh konsumen tapi system internet bisa terus tetap jalan.

Jadi, jangan berkelit bahwa Telkomsel sudah melakukan pemberitahuan lebih awal melalui SMS. Kalau niat Telkomsel tidak jahat, mengapa tidak dinonaktivkan saja paket data internetnya sebagaimana yang dilakukan operator seluler diluar Telkomsel demi mencegah kerugian pihak konsumen?

Disinilah menjadi timbul dugaan terhadap Telkomsel sebagai komplain keras dari pelanggannya bahwa :

  1. Telkomsel sengaja call centernya sangat susah untuk dihubungi, dimana sebenarnya banyak yang ingin komplain tapi mengurungkan niatnya karena belum tentu waktu si konsumen ada untuk menghubungi call center Telkomsel, akibat bertele-tele system yang dibuat telkomsel.
  2. Ketika saya berhasil berbicara dengan caroline officer Call Center Telkomsel, jawabannya akan ditindaklanjuti laporan saya. Ingat masih akan ditindaklanjuti. Sekali lagi akan ditindaklanjuti. Maka bisa saja tidak ditindaklanjuti. Atau ditindaklanjuti tapi tidak ada hasilnya. Dan bisa saja ada hasilnya, uang saya dikembalikan tapi itu hanya untuk saya. Bagaimana dengan jutaan orang yang sudah Telkomsel curi uangnya karena mereka tidak sempat, tidak mengerti, tidak mau ambil pusing untuk melakukan komplain ke Telkomsel dan ini akan terus berlangsung sampai entah kapan Telkomsel ada di bumi Indonesia ini. Dan hasilnya TIDAK ADA SOLUSI YANG DIBERIKAN TELKOMSEL sebagaimana jawaban dari cs@telkomsel.co.id berikut setelah saya juga komplain melalui email yang mengesankan bahwa semua komplain saya itu karena kesalahan saya sendiri : 

    Selamat malam,

    Terima kasih telah menghubungi layanan pelanggan Telkomsel melalui email cs@telkomsel.co.id. Perkenalkan nama saya Luna, Customer Care yang akan membantu terkait keluhan paket nelpon Extra ampuh dial *100*120#.

    Baik, saya cek di nomor 6282311114311 di tanggal 18 November 2016 Bapak ada aktivasi paket nelpon Extra ampuh dial *100*120# sebanyak 10 kali, dimana masing – masing paket tersebut mendapatkan bonus bicara ke sesama Telkomsel sebanyak 120 menit selama 24 jam.

    Saya sarankan untuk aktivasi paket, berkenan menunggu prosesnya 1x24 jam dahulu.

    Untuk panggilan ke layanan call center memang dikenakan biaya. Informasi lengkap bisa dicek http://www.telkomsel.com/ customer-service/call-center/ 369-call-center.html

    Jika ingin tidak dikenakan biaya, bisa melalui kami di cs@telkomsel.co.id Pastikan pada saat interaksi memiliki kuota data internet.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Silakan menghubungi kami kembali apabila membutuhkan informasi, permintaan, atau keluhan lainnya. Kepuasan pelanggan merupakan motivasi kami untuk semakin baik ke depan.

    Terima kasih untuk tetap setia menggunakan produk Telkomsel.

    Hormat kami,

     

    Luna

    Customer Care Officer    

  3. Telkomsel adalah BUMN. Badan Usaha Milik Negara. Milik Indonesia. Tapi alangkah teganya Telkomsel menghisap darah rakyatnya sendiri. Sangat jahat dan kotor cara bisnisnya. Kesannya hanya ribuan rupiah yang diperas dari tiap pelanggannya, tapi ribuan itu jika ditotal sungguh banyak sebenarnya yang dicuri itu terhadap lebih dari 150 juta pelanggan Telkomsel.

Tapi beruntung kita memiliki Presiden Jokowi yang mau memikirkan hal ribuan rupiah sehingga dijuluki "Presiden Recehan". Sangking seriusnya sampai mendirikan saberpungli.

Mari kita buktikan keseriusan Presiden Jokowi akan pemberantasan pungli yang termasuk telah dilakukan perusahaan plat merah TELKOMSEL. Dengan Menyebarluaskan dan Menandatangani Petisi Online Ini.

 

avatar of the starter
Redonov MarsetioPembuka Petisi

Petisi ditutup

Petisi ini mencapai 232 pendukung

Sebarkan petisi ini

Pengambil Keputusan

Presiden RI Bpk. Joko Widodo
Presiden RI Bpk. Joko Widodo
Saberpungli
Saberpungli
Menkominfo RI Bpk. Rudiantara
Menkominfo RI Bpk. Rudiantara
Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah
Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah
Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 19 November 2016