SELAMATKAN ANJING BALI YANG TERSIKSA DI TANAH KELAHIRANNYA SENDIRI


SELAMATKAN ANJING BALI YANG TERSIKSA DI TANAH KELAHIRANNYA SENDIRI
Masalahnya
ANJING-ANJING BALI YANG TERSIKSA DI TANAHNYA SENDIRI.
Bali memang sebuah pulau yang sangat indah , dengan banyaknya resor pariwisata dengan pesona alamnya yang anggun mempesona , juga menjadi sebuah destinasi wisata yang sakral bernuansa Hindu hingga dinamakan Pulau Dewata.
Banyak pelancong dari berbagai belahan bumi berduyun-duyun untuk mengunjungi pulau ini , jelas hal ini akan mendorong sektor pendapatan daerah yang akan berimbas pula pada kesejahteraan warga Bali secara keseluruhan .
Namun dari semua keindahan itu ada satu makhluk yang terlupakan .
Mereka adalah satwa asli bali , anjing ras pulau bali , hidup mereka terlunta-lunta,sengsara bahkan sekarat dijalanan .
Hingga suatu ketika bali pernah dihebohkan dengan kasus merebaknya penyakit menular rabies dan hal ini menjadi awal terbentuknya neraka bagi anjing-anjing yang hidup di bali .
Pembantaian dimana-mana dengan menebar racun,anak panah beracun atau dibunuh secara sadis dengan berkedok eliminasi .
Apakah ini langkah yang tepat ?
Apakah ini langkah yang cermat ?
Yang jelas ini langkah yang cepat namun kurang tepat dan kurang cermat .
Mengapa ? Sebab seharusnya penanganan kasus rabies harus dimulai dari akarnya , apa penyebabnya ? Dan bagaimana jalur penularannya .
Selain dari gigitan rabies juga ditularkan lewar kebiasaan mengkonsumsi daging anjing .
Juga menjadi kurang tepat karena adegan pembantaian ini dilakukan ditengah kota sampai desa,dijalan-jalan,dipasar dimanapun .
Hal ini tidak seharusnya disaksikan oleh anak-anak kecil , sebab dampaknya akan mematikan rasa empati mereka , rasa mengasihinya perlahan akan hilang . Seharusnya jika memang langkah eliminasi tak dapat dihindarkan lakukanlah sengan cara yang lebih manusiawi .
Rasanya tidak mungkin seluruh anjing dibali mengidap rabies .
Butuh observasi menyeluruh untuk dapat mendiagnosa seekor anjing mengidap rabies . Namun kenyataannya semua dibantai tanpa pandang bulu .
Sesungguhnya masih ada solusi alternatif lain , pemerintah setempat dapat membangun shelter resmi,menggiatkan program sterilisasi dan adopsi .
Pelaksaannya pun dapat dikelola oleh komunitas-komunitas pecinta satwa terlantar disini dengan merekrut relawan ,
Jelas hal ini akan lebih berpengaruh positif bagi setiap elemen.
Dan bukan tidak mungkin hal ini juga disaksikan oleh banyak wisatawan asing .
Bukan tidak mungkin minat mereka juga akan berkurang untuk mengunjungi pulau ini . Dikarenakan kearifan lokal masyarakatnya yang mulai tergerus perkembangan zaman .
Seharusnya sebuah kebijakan dapat menyelamatkan kedua belah pihak , tanpa harus membunuh salah satunya .
Saya kehabisan kata untuk melukiskan penderitaan mereka ...saya hanya berharap,
Semoga Pulau bali menjadi ramah seperti dahulu , dan semoga masih ada sedikit belas kasih bagi mereka . Makhluk yang lebih dulu ada disana sebelum keberadaan manusia .
Dan semua ini demi agar kita tak kehilangan sisi kemanusiaan kita .
Salam "

Alexander Bimo Jati NugrahantoPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 1.495 pendukung
Masalahnya
ANJING-ANJING BALI YANG TERSIKSA DI TANAHNYA SENDIRI.
Bali memang sebuah pulau yang sangat indah , dengan banyaknya resor pariwisata dengan pesona alamnya yang anggun mempesona , juga menjadi sebuah destinasi wisata yang sakral bernuansa Hindu hingga dinamakan Pulau Dewata.
Banyak pelancong dari berbagai belahan bumi berduyun-duyun untuk mengunjungi pulau ini , jelas hal ini akan mendorong sektor pendapatan daerah yang akan berimbas pula pada kesejahteraan warga Bali secara keseluruhan .
Namun dari semua keindahan itu ada satu makhluk yang terlupakan .
Mereka adalah satwa asli bali , anjing ras pulau bali , hidup mereka terlunta-lunta,sengsara bahkan sekarat dijalanan .
Hingga suatu ketika bali pernah dihebohkan dengan kasus merebaknya penyakit menular rabies dan hal ini menjadi awal terbentuknya neraka bagi anjing-anjing yang hidup di bali .
Pembantaian dimana-mana dengan menebar racun,anak panah beracun atau dibunuh secara sadis dengan berkedok eliminasi .
Apakah ini langkah yang tepat ?
Apakah ini langkah yang cermat ?
Yang jelas ini langkah yang cepat namun kurang tepat dan kurang cermat .
Mengapa ? Sebab seharusnya penanganan kasus rabies harus dimulai dari akarnya , apa penyebabnya ? Dan bagaimana jalur penularannya .
Selain dari gigitan rabies juga ditularkan lewar kebiasaan mengkonsumsi daging anjing .
Juga menjadi kurang tepat karena adegan pembantaian ini dilakukan ditengah kota sampai desa,dijalan-jalan,dipasar dimanapun .
Hal ini tidak seharusnya disaksikan oleh anak-anak kecil , sebab dampaknya akan mematikan rasa empati mereka , rasa mengasihinya perlahan akan hilang . Seharusnya jika memang langkah eliminasi tak dapat dihindarkan lakukanlah sengan cara yang lebih manusiawi .
Rasanya tidak mungkin seluruh anjing dibali mengidap rabies .
Butuh observasi menyeluruh untuk dapat mendiagnosa seekor anjing mengidap rabies . Namun kenyataannya semua dibantai tanpa pandang bulu .
Sesungguhnya masih ada solusi alternatif lain , pemerintah setempat dapat membangun shelter resmi,menggiatkan program sterilisasi dan adopsi .
Pelaksaannya pun dapat dikelola oleh komunitas-komunitas pecinta satwa terlantar disini dengan merekrut relawan ,
Jelas hal ini akan lebih berpengaruh positif bagi setiap elemen.
Dan bukan tidak mungkin hal ini juga disaksikan oleh banyak wisatawan asing .
Bukan tidak mungkin minat mereka juga akan berkurang untuk mengunjungi pulau ini . Dikarenakan kearifan lokal masyarakatnya yang mulai tergerus perkembangan zaman .
Seharusnya sebuah kebijakan dapat menyelamatkan kedua belah pihak , tanpa harus membunuh salah satunya .
Saya kehabisan kata untuk melukiskan penderitaan mereka ...saya hanya berharap,
Semoga Pulau bali menjadi ramah seperti dahulu , dan semoga masih ada sedikit belas kasih bagi mereka . Makhluk yang lebih dulu ada disana sebelum keberadaan manusia .
Dan semua ini demi agar kita tak kehilangan sisi kemanusiaan kita .
Salam "

Alexander Bimo Jati NugrahantoPembuka Petisi
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan

Presiden Republik Indonesia
Presiden RI . Bapak H. Joko Widodo
pemerintah daerah bali
Warga Masyarakat Bali
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 25 Juli 2016