Petisi ditutup

Penerbitan Perpres Tentang Aturan Tarif Dasar Ojek Online

Petisi ini mencapai 713 pendukung


Perang tarif murah ojek online yang terjadi belakangan ini antara GOJEK-GRABBIKE-UBER MOTOR-DLL, dikarenakan tidak adanya Peraturan yang pasti mengenai Tarif Dasar Ojek Online oleh Pemerintah Pusat.

Perang Tarif Murah berkedok Promo ini memperlihatkan suatu persaingan yang tidak sehat antara Pengusaha Ojek Online, adu kekuatan modal investor untuk terus mensubsidi bonus mitranya masing-masing seolah-olah menjadi menjadi hal yang tidak ada hentinya. Sampai kapan mereka mau bakar-bakar uang?

Jelas terlihat bahwa perang tarif murah ini berakibat kepada menurunnya kualitas pelayanan oleh Mitra Ojek Online dikarenakan menurunnya pendapatan yang bisa dicapai. Mitra Ojek Online jadi setengah hati dalam menjalankan pekerjaannya, permintaan masyarakat banyak yang terlewatkan karena tarif murah yang sudah tidak seimbang dengan modal yang harus dikeluarkan oleh seorang mitra ojek online.

Kesejahteraan para mitranya pun menjadi hal yang harus dilindungi dimasa-masa seperti sekarang ini dimana semakin banyak pengangguran yang terjadi.

Mari jaga persaingan sehat antar pelaku bisnis ojek, bukan hanya yang Online, tapi juga yang konvensional. Kesempatan mereka untuk menafkahi keluarganya dirumah menjadi semakin kecil akibat Perang Tarif ini.

Mari jaga kesejahteraan para pekerja ojek.

Mari jaga angka pengangguran diIndonesia sekecil mungkin.

Hentikan Perang Tarif Murah berkedok Promo antar perusahaan ojek online!

 

Salam MOR2BEST-Mitra Online Roda 2 Bali Bersatu



Hari ini: MOR2BEST mengandalkanmu

MOR2BEST Mitra Online Roda 2 Bali Bersatu membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Republik Indonesia: Penerbitan Perpres Tentang Aturan Tarif Dasar Ojek Online". Bergabunglah dengan MOR2BEST dan 712 pendukung lainnya hari ini.