BRG , Lanjutkan Restorasi Gambut

BRG , Lanjutkan Restorasi Gambut

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Masalah pada lahan gambut yang utama dan terutama adalah ancaman dari kerusakan karena deforestasi. Deforestasi terjadi bisa karena maraknya kebakaran hutan dan lahan, kemudian akibat peralihan fungsi lahan gambut yang entah kenapa menjadi areal konsesi.

Kenapa Gambut menjadi penting?

1. KARENA Kalau Gambut terbakar, bukan saja material gambut yg menjadi musnah, tetapi tanaman endemik rawa gambut pun bisa musnah, belum lagi nasib fauna yang ada didalamnya. Lalu, bencana asap pun akan terjadi. Dan krisis emisi karbon dengan sendirinya menyumbangkan pelepasan karbon dari gambut yang terbakar.

2. KARENA Kalau gambut tidak direstorasi, gambut akan menjadi kehilangam fungsi dalam mempertahankan emisi. Gambut dalam yang sejatinya adalah Hutan Rawa Gambut akan kehilangan rohnya. Ketika kemarau akan menjadi sumber api dan bencana asap, ketika hujan akan menjadi penyebab kebanjiran karena gambut kehilangan fungsi mempertahankan air.

3. KARENA Gambut adalah sumber kehidupan masyarakat desa yang lokasinya merupakan areal gambut. Apakah masyarakat ini merasakan kebaikan dari gambut apabila gambut terkonversi menjadi wilayah konsesi? Atau, ketika Proyek Lahan Gambut era Presiden Soeharto menghancurkan kondisi gambut Kalimantan Tengah dan menyisakan legenda kebakaran hutan sejak tahun 1997 sampai sekarang?

Badan Restorasi Gambut berdiri paska kebakaran hutan dan lahan tahun 2015. Melalui Inpres No.01 thn 2016, Presiden Jokowi membentuk BRG.

LANTAS, apa yang dikerjakan BRG?

1. Pembasahan kembali / Rewetting,  karena gambut sejatinya adalah tanah basah unik yang mampu mengikat air 10 kali dari berat jenisnya, dan tidak teroksidasi jika kondisinya basah, dan jelas menjaga dari emisi karbon.

2. Penanaman Kembali / Revegetation, karena gambut sejatinya adalah areal rawa tanah basah dengan ekosistemnya yang khas, sehingga terjaga keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan bangsa.

3. Memulihkan kondisi ekonomi masyarakat Gambut / Revitalisasi Ekonomi, karena selama ini sebelum BRG, masyarakat hanya menjadi penonton ketika areal gambut mereka ter_eksploitasi dan di_eksploitasi. BRG memberikan banyak sekali ruamg masyarakat dalam Desa Peduli Gambut untuk merencanakan perlindungan dan pengelolaan gambutnya, melakukan budidaya di lahan gambut dengan Tanpa Membakar serta mengembangkan Paludikultur untuk laham Gambut, dan menjaga Hutan Gambut dalam arena Perhutanan Sosial, dan beragam kegiatan yang penuh partisipasi dengan mengelaborasikan kearifan lokal dan budaya serta adat istiadat dalam pengelolaan gambut untuk peningkatan ekonomi. 

Dengan yang sudah dilakukan selama ini oleh BRG, tentu terdapat sisi sisi yang belum sempurna. Sehingga kiranya yang terbaik adalah MEMPERKUAT BRG.

Karena selama 5 tahun ini, BRG adalah Masyarakat Desa Peduli Gambut, BRG = Peduli Gambut, BRG sudah menjadi aktifitas dan kegiatan masyarakat, berakar dan terserap dalam sendi sendi kehidupan masyarakat di desa desa ber gambut.

Ayo dukung petisi ini. TOLAK PEMBUBARAN BRG-RI. LANJUTKAN RESTORASI GAMBUT

Suaramu adalah representasi masyarakat gambut.

Suaramu adalah representasi hutan dan lahan gambut.

Suaramu mewakili hutan dan ekosistem gambut.