

Dukung Pembuatan Bus Listrik


Dukung Pembuatan Bus Listrik
Masalahnya
Dengan hormat,
Menurut kedua post di pers kredibel, polusi udara Indonesia menyebabkan 60 ribu orang meninggal dan meningkatkan risiko infeksi pernafasan akut (ISPA). Selain itu, Indonesia menempati posisi ke-8 di bidang polusi udara. Penyebabnya yaitu banyaknya kendaraan berbahan bakar fosil (apalagi beberapa kendaraan di Indonesia belum memenuhi Euro 2), standar emisi yang rendah, pembakaran hutan liar (meskipun sudah teratasi, akan tetapi petugas tidak bisa selalu memonitor kebakaran), dan lain-lain. Oleh karena itu, saya selaku masyarakat menginginkan para pejabat, karoseri, PO, dan khususnya produsen mesin bus agar membuat bus listrik. Bus ialah metode yang murah dan efektif untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor, selain menyediakan banyak sepeda dan mengintensifkan pembangunan rel kereta api biasa (non MRT apalagi hyperloop), termasuk LRT dan trem di jalan. Memang, baterai lithium bukanlah baterai yang bersih. Akan tetapi, dia memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat digunakan untuk solusi sementara.
Dengan menggunakan bus listrik, polusi udara di daerah urban berkurang (sekitar 20-30%), mendukung program EBT, perjalanan lebih cepat, ikut serta program pengurangan polusi, dan lain-lain.
Akan tetapi, ada beberapa tantangan, misalnya men-charge bus yang menggunakan daya yang tidak sedikit dan lama (kalau ingin cepat, daya harus ditambah lebih besar), pembangkit listrik berbasis EBT yang tersedia belum memiliki kapasitas yang besar, baterai yang mahal, dan lain-lain sehingga merugi (dari sudut pandang perusahaan), diinsentifkan, atau disubsidi merupakan hal yang penting. Selain itu, lithium yang beracun bila tidak diolah dgn baik mau tidak mau memaksa kita untuk membuat fasilitasi daur ulang yang berkualitas (yang saat ini dikuasai oleh PPLi) dan mendukung/membiayai/mengadakan program riset baterai alternatif baik dalam maupun luar negeri.
Demikian petisi yang saya sampaikan. Bila ada kesalahan, mohon maaf. Atas perhatiannya dan kerjasamanya, saya ucapakan terima kasih.
Foto dari YouTube.

Masalahnya
Dengan hormat,
Menurut kedua post di pers kredibel, polusi udara Indonesia menyebabkan 60 ribu orang meninggal dan meningkatkan risiko infeksi pernafasan akut (ISPA). Selain itu, Indonesia menempati posisi ke-8 di bidang polusi udara. Penyebabnya yaitu banyaknya kendaraan berbahan bakar fosil (apalagi beberapa kendaraan di Indonesia belum memenuhi Euro 2), standar emisi yang rendah, pembakaran hutan liar (meskipun sudah teratasi, akan tetapi petugas tidak bisa selalu memonitor kebakaran), dan lain-lain. Oleh karena itu, saya selaku masyarakat menginginkan para pejabat, karoseri, PO, dan khususnya produsen mesin bus agar membuat bus listrik. Bus ialah metode yang murah dan efektif untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor, selain menyediakan banyak sepeda dan mengintensifkan pembangunan rel kereta api biasa (non MRT apalagi hyperloop), termasuk LRT dan trem di jalan. Memang, baterai lithium bukanlah baterai yang bersih. Akan tetapi, dia memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat digunakan untuk solusi sementara.
Dengan menggunakan bus listrik, polusi udara di daerah urban berkurang (sekitar 20-30%), mendukung program EBT, perjalanan lebih cepat, ikut serta program pengurangan polusi, dan lain-lain.
Akan tetapi, ada beberapa tantangan, misalnya men-charge bus yang menggunakan daya yang tidak sedikit dan lama (kalau ingin cepat, daya harus ditambah lebih besar), pembangkit listrik berbasis EBT yang tersedia belum memiliki kapasitas yang besar, baterai yang mahal, dan lain-lain sehingga merugi (dari sudut pandang perusahaan), diinsentifkan, atau disubsidi merupakan hal yang penting. Selain itu, lithium yang beracun bila tidak diolah dgn baik mau tidak mau memaksa kita untuk membuat fasilitasi daur ulang yang berkualitas (yang saat ini dikuasai oleh PPLi) dan mendukung/membiayai/mengadakan program riset baterai alternatif baik dalam maupun luar negeri.
Demikian petisi yang saya sampaikan. Bila ada kesalahan, mohon maaf. Atas perhatiannya dan kerjasamanya, saya ucapakan terima kasih.
Foto dari YouTube.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 14 Juni 2017