Mempetisi Presiden Presiden Joko Widodo dan 3 penerima lainnya

Bebaskan Aktivis dan Kelompok Masyarakat Solidaritas Penolakan Bandara NYIA

0

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.

Kronologi Singkat Kekerasan terhadap Warga dan Penangkapan Jaringan Solidaritas : 

Awal proses pengosongan lahan oleh PT. Angkasa Pura I telah berlangsung sejak tanggal 27 November 2017 dan berlangsung selama satu pekan ini dengan melakukan pemutusan aliran listrik, menutup akses keluar masuk warga yang menolak, hingga penghancuran secara paksa bangunan - bangunan milik warga.

Karena tindakan sewenang-wenang PT. Angkasa Pura I itu beberapa kelompok masyarakat termasuk mahasiswa melakukan aksi solidaritas dengan mendatangi lokasi
Karena aksi solidaritas yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa tersebut, pihak kepolisian resort Kulon Progo menganggap bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa yang berada di lokasi merupakan tindakan provokatif, sehingga pihak keamanan kemudian meminta kelompok masyarakat dan mahasiswa tersebut untuk meninggalkan lokasi tempat penggusuran.

Puncaknya terjadi aksi saling dorong antara kelompok masyarakat dan mahasiswa yang bersolidaritas dengan aparat keamanan hingga terjadi tindakan kekerasan oleh aparat.

Tepatnya pukul 10.15 tanggal 5 Desember 2017, pihak Kepolisian datang ke rumah warga mereka meminta kepada seluruh jaringan solidaritas yang tidak berizin keluar dari rumah. hal tersebut dilakukan karena mereka menganggap jaringan solidaritas dan warga adalah provokasi.
Pukul 10. 20 polisi datang lagi bersama dengan aparat desa mereka meminta identitas warga dan jaringan soidaritas.
Pukul 10.31 sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat, hal tersebut berujung pada penangkap 12 jaringan solidaritas dan dibawa ke kantor PT.PP yang kemudian dibawa ke Polres.
Data yang kami himpun kepala warga pak Hermanto bocor, Fajar yang mempunyai rumah di desa palihan diseret aparat. Jalan depan mesjid dikeruk sehingga tidak ada akses untuk lewat & pohon ditumbangkan persis depan posko warga.


Nama-nama yang ditangkap:
1. Andre
2. Imam LPM Ekspresi
3. Muslih FNKSDA
4. Kafabi UIN
5. Rifai Mercubuana
6. Wahyu UIN
7. Fahri LPM Rethor
8. Rimba LPM Ekspresi
9. Samsul LFSY (Liga Forum Studi Yogyakarta) Rode
10. Chandra LFSY (Liga Forum Studi Yogyakarta) Rode
11. Mamat UIN
12. Yogi UNS
masih akan dikembangkan terus informasinya.

Penangkapan 12 orang di Palihan, Temon, 5 Desember 2017 10.31 pagi ini adalah kekerasan terbuka pelanggaran hukum dan HAM serta bentuk - bentuk penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian, di antaranya: Pasal 100 Undang - Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Pasal 351 Kitab Undang - Undang Hukum Pidana tentang tindakan Penganiayaan. Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaran Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2010 tentang Tata Cara Lintas Ganti dan Cara Bertindak dalam Penanggulangan Huru - Hara. Penangkapan itu juga tidak terdapat alasan yang masuk akal dengan menggunakan pertimbangan logis atas situasi dan kondisi yang terjadi (reasonable) sehingga menimbulkan kebutuhan yang tidak terhindarkan (nesesitas) untuk melakukan penggunaan kekuatan berlebih serta penangkapan sewenang-wenang dalam peristiwa tersebut, sehingga tindakan yang  dilakukan terekesan berlebihan serta menimbulkan kerugian dan korban (proporsionalitas), dan secara jelas tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku (legalitas), sebagaimana prinsip-prinsip yang diatur melalui Pasal 3 Peraturan Kepala Kepolisian RI (Perkap) No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian. Selain itu juga lihat UU Lingkungan Hidup 32/2009 pasal 66, yang pokok isinya melindungi pembela hak lingkungan untuk tidak dijerat pidana ataupun gugatan perdata.

Jelas ini adalah bentuk pelanggaran janji atasan, yakni Kapolda DIY dan Gubernur yang menjanjikan tidak ada kekerasan di lokasi rencana pembangunan bandara NYIA.

Bebaskan 12 orang tersebut atau seluruh pendukung penolak bandara NYIA melaporkan tindakan kekerasan ini pada pengadilan HAM.

Link berita

https://tirto.id/12-aktivis-penolak-bandara-kulon-progo-ditangkap-polisi-cBbh

https://www.goaheadpeople.id/gac?utm_source=symphonydetik_cpd&utm_medium=interstitial&utm_content=320x480_Mobile&utm_campaign=GAC_Nov&utm_voucher_registration=79273cra&utm_voucher_login=79274vKb

https://www.publica-news.com/berita/daerah/2017/12/05/15095/penggusuran-nyia-ricuh-12-mahasiswa-ditangkap.html

Petisi ini akan dikirim ke:
  • Presiden
    Presiden Joko Widodo
  • Gubernur
    Gubernur DIY
  • Kapolda DIY
  • Kapolres Temon

Ranurahmann Akhtar telah mulai petisi ini dengan satu tanda tangan dan sekarang memiliki 2.632 pendukung. Mulai petisi hari ini untuk mengubah sesuatu yang kamu pedulikan.




Hari ini: Ranurahmann mengandalkanmu

Ranurahmann Akhtar membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Joko Widodo: Bebaskan Aktivis Solidaritas Penolakan Bandara NYIA". Bergabunglah dengan Ranurahmann dan 2.631 pendukung lainnya hari ini.