Cabut SK DO dan Skorsing 4 MAHASISWA IAIM Sinjai

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Empat Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai, mendapat SK DO dan Skorsing lantaran mempertanyakan transparansi uang pembayaran Kartu UAS (Ujian Akhir Semester). Ke empat Mahasiswa tersebut di antaranya Nuralamsyah, Heri Setiawan, Abdullah dan Sulfadli.

Berikut Uraian Fakta yang di alami empat Mahasiswa IAIM Sinjai

1.   Pada tanggal 15 januari 2019 empat orang mahasiswa semester tiga kampus  IAIM (Institut Agama Islam Muhammadiya) Sinjai yakni Nuralamsyah, Abdullah, Sulfadli, dan Heri Setiawan melakukan aksi demonstrasi di area parkiran/lapangan Fakultas Ekonomi dan Hukum Islam IAIM Sinjai menggunakan pengeras suara (TOA).

2.   Saat demonstrasi Nuralamsyah dan Heri setiawan bergantian berorasi , sedangkan Abdulah dan Sulfadli Hanya menemani mereka aksi. Karena aksi hanya berlangsung tiga menit sebelum dibubarkan.

3.   Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan transparansi penggunaan dana anggaran kampus khususnya pembayaran uang kartu ujian semester sebesar Rp. 80.000.

4.   Ke empat mahasiswa yakni Nuralamsyah, Abdullah, Sulfadli, dan Heri Setiawan adalah mahasiswa berprestasi di kampunya namun memiliki latar belakan keluarga tidak mampu dan tinggal jauh dari lokasi kampus.

5.   Ke empat mahasiswa ini tidak menerima beasiswa berperestasi dan kurang mampu karena akses informasi yang tertutup dari kampus dan ada dugaan yang menerima hanya orang yang dekat dengan birokrasi kampus.

6.   Pemungutan uang kartu ujian semester sebesar Rp. 80.000 sudah berjalan sejak tahun 2015 dan telah dipertanyakan oleh mahasiswa sejak 2018.

7.   Apa bila mahasiswa tidak membayar uang kartu ujian maka mahasiswa tidak dapat diikutkan untuk mengikuti ujian semester walau telah membayar uang SPP.

8.   Saat aksi demonstrasi berjalan, ketua prodi  fakultas ekonomi dan hukum atas nama Muh.Ikbal berteriak sambil menyuruh mahasiswa atas nama Anto untuk menangkap mahasiswa yang sedang aksi demonstrasi namun tidak di respond.

9.   Sekitar 2 menit aksi berjalan , tiga orang dosen yakni bapak Amran (Ketua Program Studi Jurusan Hukum Pidana Islam), Pak Muhaimin (ketua Program Studi Perbangkan Syaria), Pak Muhsin bagian kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Dan Hukum Islam dan satu orang SATPAM mendatangi mereka dan langsung membubarkan aksi mereka dengan mengatakan mereka tidak boleh aksi dan orasi mereka dianggap menggangu. Sehingga terjadi adu argument antara peserta aksi dan pihak kampus.

10.  Salah satu dosen merampas toa dari tangan Sulfadli atas nama Pak Muhsin, sehingga Nuralamsyah meminta kembali toa tersebut namun Pak Muhsin kembali menjepit leher Nuralamsyah menggunakan lengannya.

11.  Mereka lalu di bawah ke ruangan Dekan Fakultas Ekonomi dan Hukum Islam IAIM Sinjai. Namun di depan pintu ruangan dekan Fakultas Ekonomi dan Hukum Islam IAIM Sinjai mereka didatangi oleh Dekan dengan marah – marah sehingga terjadi adu argument antara pihak dekan dengan 4 mahasiswa tersebut.

12.  Saat adu argument terjadi , pihak Dekan menarik kera baju Nuralamsyah sambil berkata “elo-elo komehang” ? ( apa kau mau berani ? ), “loko sijaguru ?” (apa kau mau berkelahi ? ). namun Sulfadi yang berada disamping Nuralamsyah mencoba menghalangi Dekan agar tidak memukul Nuralamsyah dengan mengatakan “jangan pak” namun   pihak Dekan malah mendorong kepala Silfadi menggunakan tangannya. kata- kata ajakan berkelahi tersebut diarahkan kepada ke 4 mahasiwa tersebut. (ada bukti rekamam video)

13.  Sebelum meninggalkan tempat tersebut pihak dekan menyampaikan agar mereka menghadap ke  WR II sekitar jam 14.00 Wita hari itu untuk menyelesaikan pembayaran SPP dan pembayaran kartu ujian untuk dapat di ikutkan ujian final dengan batas waktu dua minggu.

14.  Mereka tidak jadi menemui WR II dengan alasan tidak mampu memenuhi syarat yang di sebutkan oleh pihak dekan untuk ikut ujian karena berasal dari keluarga tidak mampu.

15.  Bahwa Abdullah belum membayar uang SPP dan uang kartu ujian selama selama tiga semester yakni semester 1 sampai 3 , Sulfadli dan Nuralamsyah belum membayar SPP selama satu semester dan kartu ujian yakni semester tiga dan Heri Setiawan hanya belum membayar kartu ujian semester tiga.

16.  Pada tanggal 28 januari 2019 Nuralamsyah mendapatkan surat dari kampus IAIM Sinjai terkait SK dengan nomor 012/I.3.AU/O/KEP/2019 perihal pemberian sanksi DO dan Heri Setiawan mendapatkan surat dari kampus IAIM Sinjai terkait SK dengan nomor 011/I.3.AU/O/KEP/2019 perihal pemberian sanksi DO. 

17.  Pemberian Surat Keputusan DO diterima oleh Nuralamsyah melalui Ibu Mita salah seorang tata usaha di kampus IAIM Sinjai di jalan sang ratulangi setelah sebelumnya Ibu Mita menelpon Nuralamsyah untuk bertemu dijalan itu.

18.  Pemberian Surat Keputusan DO diterima oleh Heri Setiawan di rumahnya di Sinjai tengah melalui salah satu dosennya yang tinggal sekampung dengan dirinya.

19.  Pada tanggal 29 januari 2019  Sulfadli mendapatkan surat dari kampus IAIM Sinjai terkait SK dengan nomor 013/I.3.AU/KEP/2019 perihal pemberian sanksi Skorsing satu semester yakni semester IV dan Abdullah mendapat surat dari kampus IAIM Sinjai terkait SK dengan nomor 014/I.3.AU/KEP/2019 perihal Pemberian Sanksi Skorsing selama satu semester yakni semester IV.

20.  Pemberian Surat Keputusan Skorsing Sulfadli dan Abdullah diterima dari salah seorang mahasiswa di kampus IAIM Sinjai

21.  Bahwa sejak tanggal 15 – 29 januari 2019 keempat mahasiswa ini belum pernah mendapatkan surat peringatan dan undangan secara patut perihal sidang komdis terkait pemberian sangksi DO dan Skorsing yang diterimanya.

22.  Pada tanggal 29  januari 2019 sekitar pukul 10.20 Wita beberpa mahasiswa IAIM Sinjai menggelar aksi demonstrasi meminta pihak kampus mencabut SK DO dan Skorsing 4 mahasiswa IAIM Sinjai.

23.  Setelah melakukan aksi mereka diterima berdialog dengan pihak WR II kampus IAIM Sinjai. Dalam dialog tersebut pihak mahasiswa mempertanyakan tentang dasar mereka di DO dan di Skorsing dan meminta statuta kampus serta Pedoman Kelembagaan Kemahasiswaan kampus namum WR II mengatakan “siapa memang semuako mauko tau na begitu semua muka-mukamu” (memangnya kalian semua ini siapa , mau tahu  informasi itu dengan muka muka kalian seperti itu).

24.  Permintaan seperti itu disampaikan oleh mahasiswa karena tidak mengetahui alasan kampus sampai memberi surat keputusan DO dan Skorsing.

25.  Setelah pertemuan tersebut pihak Sulfadi melaporkan pihak tindakan pemukulan yang dialaminya setelah aksi tanggal 15 januari 2019 oleh Dekan Fakultas Ekonomi Dan Hukum Islam Di Polres Sinjai.

26.  Setelah mereka melaporkan tindakan pemukulan atas dirinya  tidak POLRES SINJAI, Sulfadli Dan Abdullah Mendapat Surat Skrorsing Dari Kampus IAIM Sinjai pada 29 Januari 2019

Dari uraian fakta - fakta di atas dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya sebagai berikut :

  • TINDAKAN Institut Agama Islam Muhammadiya ( IAIM) Sinjai Mengeluarkan SK DO DAN SKORSING YANG TIDAK SESUAI DENGAN MEKANISME DAN TIDAK BERALASAN kepada Nuralamsyah, Abdullah, Sulfadli, dan Heri Setiawan sebagai Mahasiswa IAIM Sinjai adalah PELANGGARAN HAM dan HUKUM.
  • Tindakan Institusi Agama Sinjai Muhammadiya (IAIM) Sinjai yang tidak memberikan informasi tentang STATUTA dan Pedoman Kelembagaan Kemahasiswaan IAIM Sinjai serta keterbukaan atas informasi lainnya Adalah bentuk Pelanggaran HAM dan Hukum Khususnya UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik
  • Tindakan kekerasan dan sewenang-wenang akonum pejabat dan dosen IAIM Sinjai adalah tindakan pidana dan melanggar prinsip penyelenggaraan pendidikan.
  • Tindakan pihak IAIM Sinjai yang anti kritik dan anti transparansi dengan melarang dan mengintimidasi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan mengetahui informasi tentang kampus adalah bentuk pelanggaran terhadap system Negara hukum Indonesia, prinsip Negara demokrasi serta prinsip prisip HAM.

Maka dengan ini Kami Aliansi Pro Demokrasi Kampus (API KAMUPUS) bersama Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Sinjai Berlawan menuntut agar :

1.     Meminta pihak kampus IAIM Sinjai untuk mencabut SK DO dan Skorsing ke empat mahasiswa IAIM Sinjai yakni Nuralamsyah, HeriSetiawan, Sulfadli dan Abdullah.

2.     Meminta pihak kampus IAIM Sinjai untuk mengembalikan hak ke empat mahasiswa IAIM Sinjai yakni Nuralamsyah, Heri Setiawan, Sulfadli dan Abdullah untuk kembali kulia di IAIM Sinjai.

3.     Meminta pihak kampus untuk menjalankan asas transpransi sebagai badan public sebagaimana diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik

4.     Meminta kampus IAIM Sinjai untuk memproses pelanggaran kode etik pihak Dosen dan staf IAIM Sinjai sebgaimana diatur dalam kode etik dosen perguruan tinggi muhammadiya dan peraturan kampus IAIM Sinjai

5.      Meminta pihak pihak terkait di organisai / lembaga Muhammadiya baik di tingkat Pimpinan Pusat, Wilayah, dan  Daerah untuk mengevaluasi Kebijakan dan tindakan IAIM sinjai yang berada dibawah naungan organisasi / lembaga Muhammadiya.

6.     Meminta lembaga lembaga pemerintah dan non pemerintah untuk mengevaluasi dan menindak lanjuti laporan terkait tindakan IAIM Sinjai kepada mahaisiswa korban yakni Nuralamsyah, HeriSetiawan, Sulfadli dan Abdullah.

Solidaritas dan dukungan kawan-kawan sekalian akan sangat berharga, demi terwujudnya keadilan bagi 4 Mahasiswa IAIM Sinja, dan demi menjaga semangat Demokrasi dan tata kelola yang transparan yang menjadi prinsip dasar Institusi Pendidikan, yang terus berusaha dibajak oleh para Fasis yang bercokol dibalik gelar akademik.

Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat yang berlawan...

Salam Demokrasi....

Merdeka...