

PETISI DOSEN PEJUANG BEASISWA S3 ONGOING
Masalahnya
Tunda Pelantikan, Evaluasi Kepemimpinan FKDSI, dan Kembali Fokus pada Perjuangan
Kami, dosen pejuang beasiswa ongoing, meminta Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) menunda pelantikan pada 2–3 Oktober 2026 sampai evaluasi dan musyawarah organisasi dilaksanakan secara terbuka.
FKDSI tidak dapat dilepaskan dari perjuangan beasiswa ongoing. Para dosen pejuang ikut memberikan waktu, tenaga, jaringan, dan dukungan dalam konsolidasi kepengurusan, pembentukan organisasi, hingga pengurusan legalitas FKDSI. Karena itu, kami menyayangkan apabila sejarah perjuangan tersebut mulai diabaikan ketika struktur organisasi telah terbentuk.
Saat ini perjuangan beasiswa ongoing belum selesai. September hingga Oktober merupakan momentum penting untuk terus mengejar peluang optimalisasi anggaran dan penambahan kuota. Namun, perhatian organisasi justru dinilai lebih banyak diarahkan pada persiapan pelantikan.
Ketua FKDSI, Andi Herenal Daeng Toto, sebelumnya menyampaikan bahwa pelantikan dan perjuangan beasiswa akan berjalan bersama. Dalam perkembangannya, komunikasi Ketua FKDSI dengan kelompok pejuang terhenti dan yang bersangkutan telah keluar dari grup WhatsApp perjuangan. Ketika pejuang meminta evaluasi dan penundaan melalui musyawarah, respons yang disampaikan menurut keterangan para pejuang adalah: “Saya tetap adakan pelantikan”
Kami juga meminta evaluasi terhadap legitimasi kepemimpinan FKDSI. Berdasarkan proses yang diketahui para pejuang, Andi Herenal Daeng Toto, sebelumnya merupakan ketua perjuangan beasiswa ongoing. Para pejuang menyatakan tidak pernah mengikuti pemilihan terbuka yang secara khusus memberikan mandat kepadanya sebagai Ketua FKDSI. Ketua perjuangan dan Ketua FKDSI merupakan dua mandat yang berbeda dan proses penetapannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Jenderal FKDSI, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si., telah diminta menjembatani persoalan dan menyampaikan usulan penundaan kepada Dewan Pembina. Namun, hingga petisi ini disampaikan, para pejuang menyatakan belum memperoleh kejelasan mengenai hasil komunikasi tersebut.
Atas dasar itu, kami menuntut :
- Menunda pelantikan FKDSI sampai evaluasi dan musyawarah dilaksanakan.
- Membuka evaluasi kepemimpinan dan tata kelola organisasi, termasuk proses perubahan kepengurusan dan pertanggungjawaban donasi perjuangan.
- Menjelaskan secara terbuka proses penetapan Ketua FKDSI
- Menyelenggarakan pemilihan Ketua FKDSI secara terbuka dan demokratis apabila tidak dapat ditunjukkan adanya mandat organisasi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan
- Memulihkan komunikasi dan merangkul kembali para dosen pejuang yang selama ini terlibat dalam perjuangan.
- Mengembalikan fokus FKDSI pada perjuangan beasiswa ongoing selama peluang penambahan kuota dan optimalisasi anggaran masih terbuka.
Kami tidak ingin perjuangan beasiswa ongoing hanya menjadi kendaraan konsolidasi pada awal pembentukan FKDSI, kemudian para pejuangnya kehilangan ruang setelah struktur dan legalitas organisasi terbentuk.
Evaluasi sebelum pelantikan. Musyawarah sebelum keputusan. Legitimasi sebelum pengukuhan
Selama masih ada peluang untuk memperjuangkan penambahan kuota dan pembiayaan dosen ongoing, fokus utama FKDSI seharusnya kembali pada perjuangan dan menuntaskan ikhtiar bagi dosen yang hingga hari ini masih menunggu kepastian pembiayaan studi.
Mohon bantuan dari seluruh dosen Indonesia untuk menandatangani petisi ini, agar suara dosen Indonesia yang sedang berjuang menempuh studi Doktoral dapat didengar.
Dosen Pejuang Beasiswa Ongoing
30 September 2026

1.046
Masalahnya
Tunda Pelantikan, Evaluasi Kepemimpinan FKDSI, dan Kembali Fokus pada Perjuangan
Kami, dosen pejuang beasiswa ongoing, meminta Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) menunda pelantikan pada 2–3 Oktober 2026 sampai evaluasi dan musyawarah organisasi dilaksanakan secara terbuka.
FKDSI tidak dapat dilepaskan dari perjuangan beasiswa ongoing. Para dosen pejuang ikut memberikan waktu, tenaga, jaringan, dan dukungan dalam konsolidasi kepengurusan, pembentukan organisasi, hingga pengurusan legalitas FKDSI. Karena itu, kami menyayangkan apabila sejarah perjuangan tersebut mulai diabaikan ketika struktur organisasi telah terbentuk.
Saat ini perjuangan beasiswa ongoing belum selesai. September hingga Oktober merupakan momentum penting untuk terus mengejar peluang optimalisasi anggaran dan penambahan kuota. Namun, perhatian organisasi justru dinilai lebih banyak diarahkan pada persiapan pelantikan.
Ketua FKDSI, Andi Herenal Daeng Toto, sebelumnya menyampaikan bahwa pelantikan dan perjuangan beasiswa akan berjalan bersama. Dalam perkembangannya, komunikasi Ketua FKDSI dengan kelompok pejuang terhenti dan yang bersangkutan telah keluar dari grup WhatsApp perjuangan. Ketika pejuang meminta evaluasi dan penundaan melalui musyawarah, respons yang disampaikan menurut keterangan para pejuang adalah: “Saya tetap adakan pelantikan”
Kami juga meminta evaluasi terhadap legitimasi kepemimpinan FKDSI. Berdasarkan proses yang diketahui para pejuang, Andi Herenal Daeng Toto, sebelumnya merupakan ketua perjuangan beasiswa ongoing. Para pejuang menyatakan tidak pernah mengikuti pemilihan terbuka yang secara khusus memberikan mandat kepadanya sebagai Ketua FKDSI. Ketua perjuangan dan Ketua FKDSI merupakan dua mandat yang berbeda dan proses penetapannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Jenderal FKDSI, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si., telah diminta menjembatani persoalan dan menyampaikan usulan penundaan kepada Dewan Pembina. Namun, hingga petisi ini disampaikan, para pejuang menyatakan belum memperoleh kejelasan mengenai hasil komunikasi tersebut.
Atas dasar itu, kami menuntut :
- Menunda pelantikan FKDSI sampai evaluasi dan musyawarah dilaksanakan.
- Membuka evaluasi kepemimpinan dan tata kelola organisasi, termasuk proses perubahan kepengurusan dan pertanggungjawaban donasi perjuangan.
- Menjelaskan secara terbuka proses penetapan Ketua FKDSI
- Menyelenggarakan pemilihan Ketua FKDSI secara terbuka dan demokratis apabila tidak dapat ditunjukkan adanya mandat organisasi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan
- Memulihkan komunikasi dan merangkul kembali para dosen pejuang yang selama ini terlibat dalam perjuangan.
- Mengembalikan fokus FKDSI pada perjuangan beasiswa ongoing selama peluang penambahan kuota dan optimalisasi anggaran masih terbuka.
Kami tidak ingin perjuangan beasiswa ongoing hanya menjadi kendaraan konsolidasi pada awal pembentukan FKDSI, kemudian para pejuangnya kehilangan ruang setelah struktur dan legalitas organisasi terbentuk.
Evaluasi sebelum pelantikan. Musyawarah sebelum keputusan. Legitimasi sebelum pengukuhan
Selama masih ada peluang untuk memperjuangkan penambahan kuota dan pembiayaan dosen ongoing, fokus utama FKDSI seharusnya kembali pada perjuangan dan menuntaskan ikhtiar bagi dosen yang hingga hari ini masih menunggu kepastian pembiayaan studi.
Mohon bantuan dari seluruh dosen Indonesia untuk menandatangani petisi ini, agar suara dosen Indonesia yang sedang berjuang menempuh studi Doktoral dapat didengar.
Dosen Pejuang Beasiswa Ongoing
30 September 2026

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 29 September 2026