Mengenang pierre tendean ajudan yang terlupakan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


JAS MERAH. Jangan sekali sekali melupakan sejarah. Begitulah wasiat Bung Karno presiden pertama RI terhadap generasi penerus bangsa Indonesia. Pelestarian sejarah akan terwujud melalui medium yang tepat dan kaya informasi tanpa rekayasa yang berlebihan, yang pada akhirnya bisa menyamarkan sejarah. Museum adalah wujud umum medium pelestarian sejarah ini.

Mari kita tengok salah satu museum kita, yaitu Museum Sasmita Loka Jendral Besar DR Abdul Haris Nasution di jalan Teuku Umar no 40, Jakarta Pusat. Museum ini adalah bekas rumah tinggal Jendral Besar AH Nasution, pahlawan nasional bangsa, dan pernah menjadi saksi mati sepak terjang kebiadaban dan kebengisan gerombolan G30S/PKi.

Namun sayangnya, salah satu bangunan di museum tersebut, yaitu paviliun ajudan mengalami perubahan yang cukup berarti sehingga seakan menghilangkan jejak seorang prajurit patriot yang pernah berdiam di sana selama 6 bulan mengemban tugas mengawal sang jendral hingga hembusan nafas terakhirnya. Beliau lah sang Pahlawan Revolusi Kapten czi anumerta Pierre Andries Tendean yang merupakan salah seorang dari 7 perwira tni ad yg diculik dan dihabiskan nyawanya di sumur maut lubang buaya pada tanggal 1 oktober 1965.

Sebagai pengagum Pierre Tendean, kami sangat menyayangkan informasi dan memorabilia sang ajudan sirna jejaknya di museum tersebut. Untuk seorang Pahlawan Revolusi yang sangat berjasa bagi negara, mempertahankan Pancasila hingga akhir, eksistensi beliau di museum tersebut, yang notabene adalah juga tempat tinggalnya yang terakhir, begitu terasa sangat kurang di apresiasi.

Dengan demikian, diadakan petisi ini sebagai upaya langkah nyata supaya terealisasikannya pemugaran paviliun ajudan Jendral Besar Dr AH Nasution, seperti sedia kala, di mana pada tahun 1965 digunakan sebagai kamar tidur ajudan.

Semoga lahirnya petisi ini, bisa menyadarkan banyak pihak yg berwenang. Mungkin restorasi bisa dimulai dengan menata ulang paviliun dan membangun satu ruangan yg berisi replika tempat tidur, meja, dan barang barang atau koleksi peninggalan Kapten Pierre Tendean.

Dimulai dari langkah kecil membuat petisi, saya mengajak rekan rekan sebagai pecinta sejarah dan siapa pun itu,mari kita suarakan bersama agar kedepan nya ada perubahan yang lebih positif guna tercapai nya informasi yang tepat khusus nya bagi orang2 yang berkunjung ke Museum Sasmita Loka Jenderal Besar DR Abdul Haris Nasution.



Hari ini: Irma mengandalkanmu

Irma Dewi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pengurus museum jenderal besar A. H Nasution: Mengenang pierre tendean ajudan yang terlupakan". Bergabunglah dengan Irma dan 126 pendukung lainnya hari ini.