Dukung Pemerintah Dalam Tegakkan Hak Asasi Hewan. Ketahui, Pahami dan jaga Hak Mereka.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Melalui petisi ini, kami selaku keluarga mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menyatakan bahwa kami ingin mencegah animal abuse dan menegakkan animal’s right dengan setegas-tegasnya. Termasuk daripada itu, untuk menegakkan dan menyuarakan hak-hak asasi hewan yang secara semena-mena diperlakukan seperti mereka bukanlah makhluk hidup yang dapat sesuka hati disiksa, ditelantarkan, dan bahkan diambil hak hidupnya demi tujuan-tujuan yang amat tidak bertanggungjawab. Minimnya kesadaran dan perhatian masyarakat Indonesia tentang animal’s right menjadikan masih maraknya animal abuse terjadi dimana-mana. Maka dari itu, kami dengan ini hendak mengajak masyarakat pada umumnya dan pemilik hewan domestik pada khususnya untuk turut andil dalam perwujudan animal’s right demi terjaganya siklus kehidupan di muka bumi ini.

Bagaimana tindakan yang tergolong animal abuse? Contoh paling dasar adalah dengan memelihara binatang namun dengan sengaja menelantarkannya, atau mungkin memelihara dengan tidak sesuai kodrat dan hak hidupnya, sebagai contoh antara lain ratusan burung yang ditempatkan pada sebuah sangkar sempit sehingga memaksa mereka untuk saling berdesakan, mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen untuk bernapas serta dapat menimbulkan stress yang berujung pada kematian. Kemudian hewan yang dilatih dengan disiksa untuk menampilkan pertunjukan di depan khalayak ramai seperti topeng monyet, dimana menggunakan sistem lapar yaitu melatih mereka melakukan sesuatu dengan tidak memberinya makan hingga ia bisa melakukan gerakan yang dikehendaki sang pemilik. Atau bisa juga tindakan manusia yang secara ilegal menangkap dan memelihara satwa langka dan dilindungi, merampas mereka dari habitat asli mereka, serta sebagai contoh terakhir adalah manusia yang menyiksa para binatang atas dasar sekadar ‘iseng’ dan memuaskan hasrat mereka, seperti hewan yang dicekoki miras atau pula kucing yang diikat kakinya dengan karet hingga mengakibatkan pendarahan yang dapat membunuh kucing tersebut.

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari animal abuse yang banyak terjadi di Indonesia sebagai dampak dari kurang pedulinya kita terhadap keberlangsungan makhluk hidup laindi muka bumi ini. Jika hal ini tetap dibiarkan, bagaimana kelak hewan-hewan ini dapat bertahan hidup? Yakinkah bila di masa mendatang anak cucu kita masih dapat melihat satwa seberagam seperti yang ada pada saat ini? Dan apabila kita terus-menerus menyiksa hewan-hewan ini hingga menimbulkan sebuah penyakit, yakinkah bila kita tidak akan tertular oleh penyakit-penyakit tersebut? Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada Peluncuran Buku Atlas Reservoir Penyakit di Indonesia (ARPI), di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), penyakit tular vektor dan reservoir atau vector borne diseases merupakan masalah kesehatan penting di Indonesia. Lebih dari 60% kasus penyakit menular di dunia merupakan penyakit zoonosis dan sekitar 70% diantara penyakit zoonosis berasal dari satwa liar, dan tentu saja, hal ini tak lepas dari akibat manusia yang secara semena-mena meperlakukan hewan di sekitarnya. Jadi masihkah kita berpikir bahwa animal abuse yang selama ini manusia lakukan tak berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri?

Pada nyatanya pemerintah sendiri telah berupaya untuk menegakkan animal’s right dengan membuat peraturan perundang-undangan untuk mencegah animal abuse. Seperti yang tercantum pada KUHP Pasal 302, UU RI Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Kementan Nomor 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan dan UU RI Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Namun sayangnya, realisasi dan kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan ini masih amat minim dan berujung pada tindakan animal abuse yang kerap kali terulang. Karena itu kami mendesak dan sepenuhnya mendukung pemerintah untuk secara tegas menegakkan peraturan perundang-undangan yang telah dibuat demi terciptanya lingkungan masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan hewan.

Maka dari itu marilah kita menegakkan perwujudan animal’s right dan sebagai langkah awal adalah dengan menyetujui dan menandatangani petisi ini agar kita semakin banyak mengajak orang lain untuk mengetahui betapa pentingnya animal’s right. Kemudian sebagai langkah selanjutnya mari kita terapkan petisi ini dalam kehidupan nyata. Apa saja yang dapat kita lakukan? Mulailah dengan berempati. Sadari bahwa manusia tidak berjalan sendiri di muka bumi, melainkan hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk di sekitarnya. Sayangi dan rawatlah hewan sesuai dengan kodratnya, jangan sakiti mereka dan berilah mereka kehidupan yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa sakit. Taati peraturan perundang-undangan terkait animal abuse yang telah dibuat oleh pemerintah. Terakhir, ciptakanlah lingkungan yang peduli terhadap keberlangsungan hidup hewan, jangan tinggal diam melihat tindakan animal abuse yang terjadi, karena membiarkan cikal-bakal kekerasan terhadap hewan sama dengan membiarkan cikal-bakal kekerasan terhadap manusia terjadi.

 



Hari ini: Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan mengandalkanmu

Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pengemar Hewan Langka: Dukung Pemerintah Dalam Tegakkan Hak Asasi Hewan. Ketahui, Pahami dan jaga Hak Mereka.". Bergabunglah dengan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan 902 pendukung lainnya hari ini.