Membatalkan pembatasan sepeda motor di DKI Jakarta
Membatalkan pembatasan sepeda motor di DKI Jakarta
Masalahnya
Seperti yang sudah kita ketahui, bulan desember akan dilakukan pelaksanaan uji coba pembatasan kendaraan bermotor di jalan medan merdeka barat dan jalan mh thamrin, yang kemudian akan di teruskan programnya ke seluruh jalan protokol yang ada di DKI Jakarta. Sebagai warga DKI yang tinggal di daerah pinggiran saya tidak menyetujui program tersebut.
Pertama, karena di tempat saya banyak angkutan umum seperti transjakarta dan angkutan kota yang tidak dapat diandalkan, mulai dari keamanannya dan ketepatan waktunya.
Yang ke dua, naik sepeda motor tentu rutenya lebih luwes dibandingkan kendaraan umum, karena motor dapat menjangkau daerah yang lebih dalam yang tidak ditawarkan oleh angkutan umum.
Yang ketiga, pengeluaran tentu akan lebih berat lagi, karena harus terus menerus mengganti rute apabila rute tempatnya berbeda, misalnya ketika naik transjakarta, kita harus naik angkot lagi untuk sampai ke tujuan.
Yang kempat, apabila dituduh sebagai biang kemacetan saya kurang setuju, karena menurut saya mobil dan angkutan umum yang sering ngetem disembarang tempat justru menjadi biang kemacetan. Apabila anda melewati daerah stasiun kota, banyak angkutan umum yang ngetem didepan stasiun yang bahkan sampai memakan separuh jalan. Selain itu kerap kali saya melihat di daerah daan mogot, tomang dan daerah lain kerap kali 1 mobil diisi hanya satu orang, sedangkan ukuran 1 mobil itu kurang lebih setara dengan 4 motor bebek yang dipadatkan. Apabila terjadi kemacetan justru motorlah yang dapat bergerak menyelip diantara mobil.
Yang ke lima, apabila sepeda motor kerap dianggap banyak mengalami kecelakaan, menurut saya justru karena jalan yang sangat kacau kondisinya. Sebaiknya lebih baik ditertibkan dulu jalan jalan utama, terutama angkutan kota dan bus-bus yang sering berhenti di tengah jalan hanya untuk menaik turunkan penumpang yang tentu membahayakan seluruh pengguna jalan, saya pernah hampir menabrak kopaja yang berhenti mendadak.
Semoga dapat dipertimbangkan kembali tentang pembatasan tersebut.
Hendra WongsoPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 3 pendukung
Masalahnya
Seperti yang sudah kita ketahui, bulan desember akan dilakukan pelaksanaan uji coba pembatasan kendaraan bermotor di jalan medan merdeka barat dan jalan mh thamrin, yang kemudian akan di teruskan programnya ke seluruh jalan protokol yang ada di DKI Jakarta. Sebagai warga DKI yang tinggal di daerah pinggiran saya tidak menyetujui program tersebut.
Pertama, karena di tempat saya banyak angkutan umum seperti transjakarta dan angkutan kota yang tidak dapat diandalkan, mulai dari keamanannya dan ketepatan waktunya.
Yang ke dua, naik sepeda motor tentu rutenya lebih luwes dibandingkan kendaraan umum, karena motor dapat menjangkau daerah yang lebih dalam yang tidak ditawarkan oleh angkutan umum.
Yang ketiga, pengeluaran tentu akan lebih berat lagi, karena harus terus menerus mengganti rute apabila rute tempatnya berbeda, misalnya ketika naik transjakarta, kita harus naik angkot lagi untuk sampai ke tujuan.
Yang kempat, apabila dituduh sebagai biang kemacetan saya kurang setuju, karena menurut saya mobil dan angkutan umum yang sering ngetem disembarang tempat justru menjadi biang kemacetan. Apabila anda melewati daerah stasiun kota, banyak angkutan umum yang ngetem didepan stasiun yang bahkan sampai memakan separuh jalan. Selain itu kerap kali saya melihat di daerah daan mogot, tomang dan daerah lain kerap kali 1 mobil diisi hanya satu orang, sedangkan ukuran 1 mobil itu kurang lebih setara dengan 4 motor bebek yang dipadatkan. Apabila terjadi kemacetan justru motorlah yang dapat bergerak menyelip diantara mobil.
Yang ke lima, apabila sepeda motor kerap dianggap banyak mengalami kecelakaan, menurut saya justru karena jalan yang sangat kacau kondisinya. Sebaiknya lebih baik ditertibkan dulu jalan jalan utama, terutama angkutan kota dan bus-bus yang sering berhenti di tengah jalan hanya untuk menaik turunkan penumpang yang tentu membahayakan seluruh pengguna jalan, saya pernah hampir menabrak kopaja yang berhenti mendadak.
Semoga dapat dipertimbangkan kembali tentang pembatasan tersebut.
Hendra WongsoPembuka Petisi
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Pemprov DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 26 November 2014