

MEMBATALKAN RENCANA PEMBANGUNAN KERETA GANTUNG RINJANI#SAVERINJANI


MEMBATALKAN RENCANA PEMBANGUNAN KERETA GANTUNG RINJANI#SAVERINJANI
Masalahnya
ASPEK EKOLOGI :
Lansekap Lombok didominasi oleh Gunung Rinjani yang mencakup sepertiga dari total luas Pulau Lombok dan juga merupakan daerah tangkapan air utama dari 4 DAS (Daerah Aliran Sungai) terbesar yaitu Dodokan, Menanga, Putih, dan Jelateng. Di area ini, terdapat danau yang terkenal yaitu Segara Anak dengan kedalaman 250 hingga 300 m. Danau ini berfungsi sebagai waduk yang mensuplai air bagi 2,4 juta penduduk Lombok.
Area Hutan Rinjani meliputi tiga Kabupaten (Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur) dan 3 hutan dengan tujuan khusus; Taman Nasional, Hutan lindung, dan Hutan Produksi Terbatas. Total Area Lansekap Rinjani mencapai 125.000 hektar dan merupakan wilayah hutan yang signifikan bagi masyarakat Lombok , provinsi Nusa Tenggara Barat. Nilai sumber daya alam dan jasa lingkungan wilayah Rinjani dikalkulasikan mencapai ratusan milyar rupiah, yang meliputi 386 milyar pertahun di sektor agrikultur dan 286 milyar di sektor ekowisata. Ada lebih dari 80 desa di area tersebut dimana 42 diantaranya berbatasan langsung dengan wilayah hutan. Total populasi di Rinjani diperkirakan 500 ribu orang. Beragam potensi vegetasi dapat ditemukan di Rinjani (55, 38 % jenis pohon); 6,45 % tumbuhan menjalar; 21,53 % rumpun; 3,03 % tanaman lumut; 6,15 % rumput-rumputan; 30,7 % tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan endemik Nusa Tenggara juga dapat ditemukan di wilayah ini: Vernonia alnifolia (tanaman obat-obatan), vernonia Tenggwall, pandousa pandorana , dan dua jenis anggrek (Perestylus rinjaniensis dan Peristylus lombalanss). Tanaman lainnya adalah Edelweis (Anaphals vislida ) yang merupakan spesies khusus di wilayah pegunungan. Selain itu juga ada 16 jenis mamalia dengan beragam jenis burung. Hasil pengamatan pada tahun 2000, tercatat ada 426 jenis flora dari 95 family di wilayah ini.
Secara ekologis, komposisi vegetasi di gunung Rinjani dan hutan di sekelilingnya, memiliki arti penting dalam menjaga sistem pengairan di Lombok. Didukung juga oleh adanya wilayah gunung Rinjani yang luas sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang berperan penting dalam menjaga fungsi rawa sebagai daerah resapan air bagi wilayah di sekitarnya. Ada 85 sumber air dari gunung Rinjani dengan manajemen DASnya.
Tercatat ada 10 lokasi DAS dan 5 sub lokasinya. Tidak mengherankan jika Gunung Rinjani menjadi satu-satunya sumber air untuk sungai-sungai di Pulau Lombok yang menggerakkan 3 absorpsi air, bagian tenggara dan timur. Ada 3.000.000 penduduk yang bergantung pada sumber air tersebut
Flora dan Fauna
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, merupakan salah satu bagian dari hutan hujan tropis yang terdapat di wilayah Nusa Tenggara barat yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem dan vegetasi yang cukup lengkap mulai dari Hutan Tropis Dataran Rendah (Semi Evergreen) sampai Hutan Hujan Tropis Pegunungan (1.500 – 2.000 m dpl) yang masih utuh dan berbentuk hutan primer, hutan cemara dan vegetasi sub alpin (> 2.000 m dpl). Potensi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sangat kaya akan keanekaragaman hayati flora dan fauna serta fenomena alam yang dapat dijadikan sumber plasma nutfah dan keindahan alam, yang dapat di manfaatkan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan wisata alam.
A. FLORA
1. Ketinggian < 1.000 m dpl
Terdapat jenis-jenis seperti Beringin, (Ficus benyamina), Jelateng (Laportea stimulan), Jambu- jambuan (Syzigium sp), Pala Hutan (Myritica fatna), Buni Hutan (Antdesma sp), Imba (Azadiractha indica), Bajur (Pterospermum javanicum), Randu Hutan (Gossampinus heptophylla), Terep (Artocarpus elastica), Harending (Melastoma sp), Pandan (Pandanus tectorius), Keruing Bunga (Dipterocrapus haseltii), Salam (Syzigium polyantha).
2. Ketinggian 1.000 – 2.000 m dpl
Banyak dijumpai jenis tumbuhan seperti Anggrek (Vanda, sp.), Meniran (Calicarpa sp), Kayu Jakut (Syzigium sp), Menang/Garu (Dysoxylum sp), Sentul (Aglaia sp), Deduren (Aglaia argentea), Pandan (Pandanus tectorius), Paku Pandan (Asplenium nidus), Glagah (Saccharum spontaneum), Alang-alang (Imperata cylindrica), Paku-pakuan (Cyclocorus sp), Bunga Abadi (Anaphalis viscida), Lumut Jenggot (Usnea sp) dan Rotan Besar (Daemonorops sp).
3. Ketinggian >2.000 m dpl
Banyak didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana), Bunga Abadi (Anaphalis viscida), Bangsal (Engelhardia spicata), Melela (Podocarpus vaccinium, Pacar Gunung (Vacinium caringiifolia), Jambu-jambuan (Syzigium sp.) dan Raksasa (Photinia noniana).
Pada ketinggian > 3.000 m dpl dekat dengan puncak Rinjani keadaanya hampir gundul dan tandus, tanah berpasir, berbatu sedangkan di bawah puncak banyak dijumpai rumput dan semak belukar yang mempunyai daun tebal serta cemara gunung yang tumbuh sporadis.
Ada beberapa lokasi Taman Nasional Gunung Rinjani yang pernah direboisasi dengan jenis tanaman antara lain : Suren (Toona sureni), Mahoni (Swietenia macrophylla King), Kemiri (Aleurites moluccana), Nangka (Artocarpus integra) dll.
Beberapa Jenis Flora endemik Nusa Tenggara yang ditemukan di kawasan ini antara lain Vernonia albiflora, Vernonia tengwalii dan beberapa jenis anggrek diantaranya Peristylus rintjaniensis dan Peristylus lombokensis (LIPI) .
B. FAUNA
Jenis Mamalia penting yang hidup dan berkembang di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain : Babi Hutan (Sus Scrofa), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Lutung (Tracyphitecus auratus cristatus), Ganggarangan Kecil (Vivvericula indica), Trenggiling (Manis javanica) Musang Rinjani (Paradoxurus- hermaproditus rhindjanicus), Leleko/Congkok (Felis bengalensis javanensis), Trenggiling (Manis javanica), Rusa Timor (Cervus timorensis floresiensis), Landak (Hystrix javanica).
Beberapa jenis burung diantaranya : Kakatua Jambul Kuning (Cacatua shulphurea parvula), Koakiau (Philemon buceroides neglectus), Perkici Dada Merah (Trichoglossus haematodus), Isap Madu Topi Sisik (Lichmera lombokia), Punglor Kepala Merah (Zootera interpres), Punglor Kepala Hitam (Zootera doherty) dll.
ASPEK HUKUM (dugaan pelanggaran) :
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR: P.56/Menhut-II/2006
Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan,
UU no 5/1990 sebagai kawasan lindung dan kawasan konservasi,
Undang-undang RI no 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya,
PP 48 tahun 2010 pasal 6 poin 4
DLL

Masalahnya
ASPEK EKOLOGI :
Lansekap Lombok didominasi oleh Gunung Rinjani yang mencakup sepertiga dari total luas Pulau Lombok dan juga merupakan daerah tangkapan air utama dari 4 DAS (Daerah Aliran Sungai) terbesar yaitu Dodokan, Menanga, Putih, dan Jelateng. Di area ini, terdapat danau yang terkenal yaitu Segara Anak dengan kedalaman 250 hingga 300 m. Danau ini berfungsi sebagai waduk yang mensuplai air bagi 2,4 juta penduduk Lombok.
Area Hutan Rinjani meliputi tiga Kabupaten (Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur) dan 3 hutan dengan tujuan khusus; Taman Nasional, Hutan lindung, dan Hutan Produksi Terbatas. Total Area Lansekap Rinjani mencapai 125.000 hektar dan merupakan wilayah hutan yang signifikan bagi masyarakat Lombok , provinsi Nusa Tenggara Barat. Nilai sumber daya alam dan jasa lingkungan wilayah Rinjani dikalkulasikan mencapai ratusan milyar rupiah, yang meliputi 386 milyar pertahun di sektor agrikultur dan 286 milyar di sektor ekowisata. Ada lebih dari 80 desa di area tersebut dimana 42 diantaranya berbatasan langsung dengan wilayah hutan. Total populasi di Rinjani diperkirakan 500 ribu orang. Beragam potensi vegetasi dapat ditemukan di Rinjani (55, 38 % jenis pohon); 6,45 % tumbuhan menjalar; 21,53 % rumpun; 3,03 % tanaman lumut; 6,15 % rumput-rumputan; 30,7 % tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan endemik Nusa Tenggara juga dapat ditemukan di wilayah ini: Vernonia alnifolia (tanaman obat-obatan), vernonia Tenggwall, pandousa pandorana , dan dua jenis anggrek (Perestylus rinjaniensis dan Peristylus lombalanss). Tanaman lainnya adalah Edelweis (Anaphals vislida ) yang merupakan spesies khusus di wilayah pegunungan. Selain itu juga ada 16 jenis mamalia dengan beragam jenis burung. Hasil pengamatan pada tahun 2000, tercatat ada 426 jenis flora dari 95 family di wilayah ini.
Secara ekologis, komposisi vegetasi di gunung Rinjani dan hutan di sekelilingnya, memiliki arti penting dalam menjaga sistem pengairan di Lombok. Didukung juga oleh adanya wilayah gunung Rinjani yang luas sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang berperan penting dalam menjaga fungsi rawa sebagai daerah resapan air bagi wilayah di sekitarnya. Ada 85 sumber air dari gunung Rinjani dengan manajemen DASnya.
Tercatat ada 10 lokasi DAS dan 5 sub lokasinya. Tidak mengherankan jika Gunung Rinjani menjadi satu-satunya sumber air untuk sungai-sungai di Pulau Lombok yang menggerakkan 3 absorpsi air, bagian tenggara dan timur. Ada 3.000.000 penduduk yang bergantung pada sumber air tersebut
Flora dan Fauna
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, merupakan salah satu bagian dari hutan hujan tropis yang terdapat di wilayah Nusa Tenggara barat yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem dan vegetasi yang cukup lengkap mulai dari Hutan Tropis Dataran Rendah (Semi Evergreen) sampai Hutan Hujan Tropis Pegunungan (1.500 – 2.000 m dpl) yang masih utuh dan berbentuk hutan primer, hutan cemara dan vegetasi sub alpin (> 2.000 m dpl). Potensi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sangat kaya akan keanekaragaman hayati flora dan fauna serta fenomena alam yang dapat dijadikan sumber plasma nutfah dan keindahan alam, yang dapat di manfaatkan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan wisata alam.
A. FLORA
1. Ketinggian < 1.000 m dpl
Terdapat jenis-jenis seperti Beringin, (Ficus benyamina), Jelateng (Laportea stimulan), Jambu- jambuan (Syzigium sp), Pala Hutan (Myritica fatna), Buni Hutan (Antdesma sp), Imba (Azadiractha indica), Bajur (Pterospermum javanicum), Randu Hutan (Gossampinus heptophylla), Terep (Artocarpus elastica), Harending (Melastoma sp), Pandan (Pandanus tectorius), Keruing Bunga (Dipterocrapus haseltii), Salam (Syzigium polyantha).
2. Ketinggian 1.000 – 2.000 m dpl
Banyak dijumpai jenis tumbuhan seperti Anggrek (Vanda, sp.), Meniran (Calicarpa sp), Kayu Jakut (Syzigium sp), Menang/Garu (Dysoxylum sp), Sentul (Aglaia sp), Deduren (Aglaia argentea), Pandan (Pandanus tectorius), Paku Pandan (Asplenium nidus), Glagah (Saccharum spontaneum), Alang-alang (Imperata cylindrica), Paku-pakuan (Cyclocorus sp), Bunga Abadi (Anaphalis viscida), Lumut Jenggot (Usnea sp) dan Rotan Besar (Daemonorops sp).
3. Ketinggian >2.000 m dpl
Banyak didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana), Bunga Abadi (Anaphalis viscida), Bangsal (Engelhardia spicata), Melela (Podocarpus vaccinium, Pacar Gunung (Vacinium caringiifolia), Jambu-jambuan (Syzigium sp.) dan Raksasa (Photinia noniana).
Pada ketinggian > 3.000 m dpl dekat dengan puncak Rinjani keadaanya hampir gundul dan tandus, tanah berpasir, berbatu sedangkan di bawah puncak banyak dijumpai rumput dan semak belukar yang mempunyai daun tebal serta cemara gunung yang tumbuh sporadis.
Ada beberapa lokasi Taman Nasional Gunung Rinjani yang pernah direboisasi dengan jenis tanaman antara lain : Suren (Toona sureni), Mahoni (Swietenia macrophylla King), Kemiri (Aleurites moluccana), Nangka (Artocarpus integra) dll.
Beberapa Jenis Flora endemik Nusa Tenggara yang ditemukan di kawasan ini antara lain Vernonia albiflora, Vernonia tengwalii dan beberapa jenis anggrek diantaranya Peristylus rintjaniensis dan Peristylus lombokensis (LIPI) .
B. FAUNA
Jenis Mamalia penting yang hidup dan berkembang di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain : Babi Hutan (Sus Scrofa), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Lutung (Tracyphitecus auratus cristatus), Ganggarangan Kecil (Vivvericula indica), Trenggiling (Manis javanica) Musang Rinjani (Paradoxurus- hermaproditus rhindjanicus), Leleko/Congkok (Felis bengalensis javanensis), Trenggiling (Manis javanica), Rusa Timor (Cervus timorensis floresiensis), Landak (Hystrix javanica).
Beberapa jenis burung diantaranya : Kakatua Jambul Kuning (Cacatua shulphurea parvula), Koakiau (Philemon buceroides neglectus), Perkici Dada Merah (Trichoglossus haematodus), Isap Madu Topi Sisik (Lichmera lombokia), Punglor Kepala Merah (Zootera interpres), Punglor Kepala Hitam (Zootera doherty) dll.
ASPEK HUKUM (dugaan pelanggaran) :
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR: P.56/Menhut-II/2006
Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan,
UU no 5/1990 sebagai kawasan lindung dan kawasan konservasi,
Undang-undang RI no 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya,
PP 48 tahun 2010 pasal 6 poin 4
DLL

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 11 Desember 2014