Sediakan obat Hepatitis C gratis dan berkesinambungan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara  berkembang termasuk di Indonesia. Laporan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI (2013) melaporkan bahwa lebih dari 1,01 % dari penduduk  Indonesia, atau 3 juta orang terinfeksi Virus Hepatitis C (HCV).

Kemajuan yang dicapai pada terapi hepatitis C kronik adalah penemuan Direct Acting Antivirals (DAA). Obat-obatan dalam golongan DAA memiliki tingkat tanggapan virologi berkelanjutan yang lebih baik terhadap HCV dengan angka kesembuhan rata-rata lebih dari 95%.

Saat ini penyampaian usulan kebutuhan obat DAA oleh Kementerian Kesehatan telah diajukan beberapa waktu ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia jauh sebelum obat mengalami stock out. Namun, pengadaan terhambat dengan alasan pandemi Covid-19.

Dalam catatan kami, baik obat maupun alat tes sering kali terhambat jauh sebelum pandemi Covid-19 ada. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Januari 2018: cartridge untuk tes PCR habis (tersedia 2-3 bulan sesudahnya)
  2. Desember 2018: cartridge untuk tes PCR habis (tersedia 2-3 bulan sesudahnya)
  3. Juli 2019: Sofosbuvir habis (baru tersedia November 2019)
  4. Februari 2020: Stock out Daclatasvir (sampai sekarang belum tersedia)

Sebagai komunitas yang terdampak dari Virus Hepatitis, kami merasa bahwa semua masyarakat Indonesia harus mendapat perhatian yang sama (dengan atau tanpa pandemi) karena infeksi ini juga mengancam nyawa banyak warga negara Indonesia.

Untuk itu, kami mendorong agar pengobatan Hepatitis C segera tersedia bagi pasien yang membutuhkan!