SOMASI TERBUKA TERHADAP PERUSAHAAN FINTECH YG MELAKUKAN PENAGIHAN SECARA INTIMIDASI.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


 Perihal : SOMASI TERBUKA

Kepada Yth.
Pimpinan Perusahaan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Aplikasi di seluruh indonesia.

Sehubungan dengan maraknya beredar di tengah masyarakat berupa pinjaman uang berbasis aplikasi.
Bahwa dengan mudah nya prosedur peminjaman yang ditawarkan menjadikan Layanan Pinjam Meminjam Uang Menjadi idola di masyarakat dalam mengatasi kebutuhan dana mendesak, tetapi masalah muncul disaat nasabah mengalami gagal bayar, maka karyawan penagihan yang mengatasnamakan Dari Masing2 perusahaan Layanan pinjam meminjam uang melakukan penagihan dengan cara mengirim pesan melalui Chat whatapps serta komunikasi handphone yang berisi intimidasi, ancaman bahkan penyebaran data nasabah ke kerabat, teman kantor bahkan atasan nasabah dan tidak jarang ditambah dengan fitnah.
Bahwa akibat cara penagihan yang dilakukan oleh karyawan penagihan tersebut membuat sebagian besar nasabah mengalami kerugian seperti dipecat dari tempat bekerja, perceraian rumah tangga akibat atasan/pasangan yang bersangkutan di telpon oleh karyawan penagihan ini dengan cara di fitnah serta makian.
Akibat dari cara penagihan tersebut para pengguna/nasabah mengalami kerugian sebagai berikut :

1. kehilangan pekerjaan disebabkan pihak Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam uang berbasis aplikasi ini melalui karyawan penagihan telah menghubungi Atasan Pengguna dengan cara menagih secara kasar dan meminta atasan pengguna untuk membayarkan hutang karena nomer handphone yang bersangkutan dijadikan kontak jaminan oleh Pengguna pada saat mengajukan pinjaman dimana hal tersebut tidak benar dan merupakan fitnah.
2. Perceraian rumah tangga disebabkan pihak Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam uang berbasis aplikasi ini melalui karyawan penagihan telah menghubungi Suami Pengguna dengan cara menagih secara kasar serta ditambah dengan makian dan kata-kata tidak pantas yang membuat suami yg bersangkutan menjadi marah terhadap Penggugat IV sehingga membuat perseteruan di rumah tangga yang berujung pada perceraian.
3. Penyalahgunaan data pribadi para Pengguna dengan meyebarkan foto EKTP Pengguna kepada kerabat, keluarga serta kolega yang ada di daftar kontak ponsel Pengguna disertai dengan kalimat bernada fitnah dimana hal ini telah melanggar Pasal 84 ayat (1) dan Pasal 85 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 58 Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU Administrasi Kependudukan.Pasal 58 menyebutkan, “Instansi pemerintah dan swasta sebagai pengguna data pribadi penduduk, dilarang menjadikan data pribadi penduduk sebagai bahan informasi publik.”
Dimana hal tersebut mengakibatkan para Penggugat mendapat sanksi sosial dan nama baiknya tercemar.
4. Bahwa tindakan seperti yg disebutkan diatas Pengguna mengalami kerugian baik materil maupun immateril.
.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, kami meminta dalam waktu 7 x 24 jam Para Perusahaan Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasis Aplikasi baik Terdaftar atau tidak terdaftar di Otoritas Jasa keuangan yg melakukan praktek penagihan seperti disebutkan diatas untuk berhenti dan bertanggung jawab terhadap sebagian nasabahnya yg telah dirugikan.
Jika dalam waktu 7 x 24 Jam dari somasi ini dibuat tidak ada konfirmasi, maka kami Forum Komunikasi Korban Rentenir Online beserta Para Nasabah yang dirugikan akan melakukan GUGATAN CLASS ACTION ke pengadilan setempat.

Jakarta, 29 Oktober 2018
ttd

FK - KOBAR ONLINE



Hari ini: Wiki mengandalkanmu

Wiki Pradola SH membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Otoritas Jasa Keuangan: TUTUP FINTECH LIAR DAN MERESAHKAN". Bergabunglah dengan Wiki dan 648 pendukung lainnya hari ini.