Mohon Dirubah Kebijakan Kuota PPDB SMK N 1 Cimahi (STM N Pembangunan Bandung) untuk Siswa diluar Cimahi, karena SMK N 1 Cimahi bukan hanya milik Kota Cimahi, melainkan Seluruh Indonesia

Masalahnya

Prihatin dengan Kebijakan System Kuota pada PPDB SMKN 1 Cimahi

Pengalaman yg kurang menyenangkan baru saja dialami oleh beberapa orang tetangga dan kenalan saya yang anaknya baru saja memperoleh hasil pengumuman selekasi ppdb SMKN 1 Cimahi. Kekecewaannya dan protes disampaikan kepada saya ( karena mereka tahu bahwa saya adalah Alumni). Kecewa bukan hanyakarena tidak lolos seleksi tetapi karena System Kuota yg diterapkan di SMKN 1 Cimahi yg membatasi jumlah siswa dari Sekolah di luar kota Cimahi yg hanya 5 orang untuk tiap jurusan. Kecewa karena System Kuota tsb tdk diberitahukan sebelumnya / disosialisasikan terlebih dahulu meskipun pihak SMKN 1 Cimahi mengklaim sudah melakukan sosialisasi tapi dari laporan beberapa orang tua yg mengadu pada saya, pengumuman/sosialisasi tsb tidak pernah ada karena kalau benar ada meteka pasti akan melakukan antisipasi memilih sekolah lain karena kuota yg sangat minim tsb. Kekecewaan mereka yg lainnya adalah karena seluruh 5 besar teratas justru ditempati oleh sileswa2 pendaftar dari luar wilayah Cimahi sedangkan sisanya sebanyak 43 siswa perjurusan ditempati siswa pendaftar dari wilayah Cimahi dengan nilai yg rata2 biasa saja bahkan ada yg nilainya sangat kecil bila dibandingkan dengan pendaftar dari luar Cimahi yg tidak lulus karena tidak masuk 5 besar (tidak masuk kuota) dengan kata lain siswa2 pendaftar2 dari luar Cimahi yg memiliki nilai nem, raport dan hasil test yg jauh lebih baik justru tidak lolos sedangkan siswa2 dari wilayah CImahi yg nilai segalanya lebih rendah malah diterima (data2 terlampir)

Pembatasan dgn kuota tentunya boleh2 saja tetapi harus adil dan proporsional prosentasenya, harus dihitung berapa jumlah seluruh sekolah setingkat smp yg ada di wilayah Cimahi dan berapa yg ada di luar Cimahi..bukan hanya di Bandung tapi juga luar wilayah Bandung bahkan nasional karena peminat masuk SMKN 1 Cimahi banyak juga dari luar Jawa barat. Kebijakan yg diambil hendaknya benar2 bertujuan untuk kemajuan bersama bukannya berdasarkan fanatik kedaerahan atahu karena dasar kecemburuan sosial masyarakat setempat sehingga calon2 siswa yg sebenarnya jauh lebih memiliki potensi malah tersingkir karena kebijakan ini.

Saya menulis ini karena sebagai Alumni merasa tergerak apalagi dengan banyaknya protes dan pertanyaan dari para orang tua calon siswa yg kecewa dgn kebijakan tadi karena setelah mereka menanyakan hal ini kepada pihak sekolah..jawabannya selalu sama..yaitu pihak sekolah tidak tahu apa2..ini kebijakan gubernur..ini wewenang DIsdik..pihak sekolah hanya input data saja..kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah..dsb.dll.. Kalau sudah begini lantas apa fungsi dan kewenangan sekolah dalam hal ini...?

Saya pribadi sebenarnya kurang setuju dengan System Kuota seperti ini karena mendapat pendidikan yg baik adalah hak dasar tiap warga negara dan tidak bisa dibatasi kalaupun mau menerapkan system kuota harus benar2 adil dan proporsional bukan seperti sekarang 5 orang calon siswa dari sekolah2 luar wilayah Cimahi berbanding 43 orang calon siswa dari sekolah2 di wilayah Cimahi..padahan jumlah sekolah dan peminat dari luar wilayah Cimahi tentunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sekolah dan peminat dari wilayah Cimahi.

Yg paling saya khawatirkan adalah penurunan kualitas lulusan karena sudah jelas sekali banyak calon siswa yg berpotensi tidak diterima sedangkan calon siswa yg kurang berpotensi malah diterima. Sekarang saja sudah menjadi rahasia umum diantara para alumni senior yg mendapati fakta bahwa telah terjadi degradasi kualitas lulusan yg sekarang2.. Apalagi dengan System Kuota yg diterapkan sekarang....

Saya yg bodoh ini selalu dibuat bingung dengan kebijakan2 yg dibuat oleh orang2 pintar yg menjadi pejabat di pemerintahan..

Tulisan ini saya buat bukan untuk mendeskreditkan pihak2 tertentu..tetapi semata mata didasari atas keprihatinan dan kepedulian pada Almamater..ditambah itu tadi..kebingungan terhadap kebijakan yg dibuat oleh orang2 yg sangat pintar sehingga kemampuan otak saya tidak bisa mencapai level pemikiran mereka...

Mohon Dirubah Kebijakan Kuota PPDB SMK N Cimahi (STM N Pembangunan Bandung) untuk Siswa diluar Cimahi, karena SMK N 1 Cimahi bukan hanya milik Kota Cimahi, melainkan Seluruh Indonesia

avatar of the starter
Syaepul SyaepulPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 522 pendukung

Masalahnya

Prihatin dengan Kebijakan System Kuota pada PPDB SMKN 1 Cimahi

Pengalaman yg kurang menyenangkan baru saja dialami oleh beberapa orang tetangga dan kenalan saya yang anaknya baru saja memperoleh hasil pengumuman selekasi ppdb SMKN 1 Cimahi. Kekecewaannya dan protes disampaikan kepada saya ( karena mereka tahu bahwa saya adalah Alumni). Kecewa bukan hanyakarena tidak lolos seleksi tetapi karena System Kuota yg diterapkan di SMKN 1 Cimahi yg membatasi jumlah siswa dari Sekolah di luar kota Cimahi yg hanya 5 orang untuk tiap jurusan. Kecewa karena System Kuota tsb tdk diberitahukan sebelumnya / disosialisasikan terlebih dahulu meskipun pihak SMKN 1 Cimahi mengklaim sudah melakukan sosialisasi tapi dari laporan beberapa orang tua yg mengadu pada saya, pengumuman/sosialisasi tsb tidak pernah ada karena kalau benar ada meteka pasti akan melakukan antisipasi memilih sekolah lain karena kuota yg sangat minim tsb. Kekecewaan mereka yg lainnya adalah karena seluruh 5 besar teratas justru ditempati oleh sileswa2 pendaftar dari luar wilayah Cimahi sedangkan sisanya sebanyak 43 siswa perjurusan ditempati siswa pendaftar dari wilayah Cimahi dengan nilai yg rata2 biasa saja bahkan ada yg nilainya sangat kecil bila dibandingkan dengan pendaftar dari luar Cimahi yg tidak lulus karena tidak masuk 5 besar (tidak masuk kuota) dengan kata lain siswa2 pendaftar2 dari luar Cimahi yg memiliki nilai nem, raport dan hasil test yg jauh lebih baik justru tidak lolos sedangkan siswa2 dari wilayah CImahi yg nilai segalanya lebih rendah malah diterima (data2 terlampir)

Pembatasan dgn kuota tentunya boleh2 saja tetapi harus adil dan proporsional prosentasenya, harus dihitung berapa jumlah seluruh sekolah setingkat smp yg ada di wilayah Cimahi dan berapa yg ada di luar Cimahi..bukan hanya di Bandung tapi juga luar wilayah Bandung bahkan nasional karena peminat masuk SMKN 1 Cimahi banyak juga dari luar Jawa barat. Kebijakan yg diambil hendaknya benar2 bertujuan untuk kemajuan bersama bukannya berdasarkan fanatik kedaerahan atahu karena dasar kecemburuan sosial masyarakat setempat sehingga calon2 siswa yg sebenarnya jauh lebih memiliki potensi malah tersingkir karena kebijakan ini.

Saya menulis ini karena sebagai Alumni merasa tergerak apalagi dengan banyaknya protes dan pertanyaan dari para orang tua calon siswa yg kecewa dgn kebijakan tadi karena setelah mereka menanyakan hal ini kepada pihak sekolah..jawabannya selalu sama..yaitu pihak sekolah tidak tahu apa2..ini kebijakan gubernur..ini wewenang DIsdik..pihak sekolah hanya input data saja..kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah..dsb.dll.. Kalau sudah begini lantas apa fungsi dan kewenangan sekolah dalam hal ini...?

Saya pribadi sebenarnya kurang setuju dengan System Kuota seperti ini karena mendapat pendidikan yg baik adalah hak dasar tiap warga negara dan tidak bisa dibatasi kalaupun mau menerapkan system kuota harus benar2 adil dan proporsional bukan seperti sekarang 5 orang calon siswa dari sekolah2 luar wilayah Cimahi berbanding 43 orang calon siswa dari sekolah2 di wilayah Cimahi..padahan jumlah sekolah dan peminat dari luar wilayah Cimahi tentunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sekolah dan peminat dari wilayah Cimahi.

Yg paling saya khawatirkan adalah penurunan kualitas lulusan karena sudah jelas sekali banyak calon siswa yg berpotensi tidak diterima sedangkan calon siswa yg kurang berpotensi malah diterima. Sekarang saja sudah menjadi rahasia umum diantara para alumni senior yg mendapati fakta bahwa telah terjadi degradasi kualitas lulusan yg sekarang2.. Apalagi dengan System Kuota yg diterapkan sekarang....

Saya yg bodoh ini selalu dibuat bingung dengan kebijakan2 yg dibuat oleh orang2 pintar yg menjadi pejabat di pemerintahan..

Tulisan ini saya buat bukan untuk mendeskreditkan pihak2 tertentu..tetapi semata mata didasari atas keprihatinan dan kepedulian pada Almamater..ditambah itu tadi..kebingungan terhadap kebijakan yg dibuat oleh orang2 yg sangat pintar sehingga kemampuan otak saya tidak bisa mencapai level pemikiran mereka...

Mohon Dirubah Kebijakan Kuota PPDB SMK N Cimahi (STM N Pembangunan Bandung) untuk Siswa diluar Cimahi, karena SMK N 1 Cimahi bukan hanya milik Kota Cimahi, melainkan Seluruh Indonesia

avatar of the starter
Syaepul SyaepulPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Ahmad Heryawan @aheryawan
Ahmad Heryawan @aheryawan
Gubernur Jawa Barat
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Cimahi
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Cimahi
Kepala Dinas
SMK N 1 Cimahi
SMK N 1 Cimahi
Kepala SMK N 1 Cimahi

Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 6 Juli 2015