TOLAK KEGIATAN TAMBANG ILEGAL DI KABUPATEN YAHUKIMO PAPUA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


 Nama saya Nahama Alya, baru-baru ini dapat kabar sangat mengejutkan dari kampung halaman saya di Bomela dalam wilayah adat suku IS-UKAM, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kata masyarakat disana, tanah kami dijadikan tempat tambang ilegal. Saya langsung ingat keluarga saya. Kalau mereka mampu bersuara dan mempunyai kuasa, tentu mereka akan dengan tegas menolak.

Ayah saya dan juga kebanyakan warga Yahukimo adalah petani nomaden (berpindah-pindah) dan campur sari. Mungkin banyak yang kira cara ini sudah ketinggalan karena nggak pakai teknologi  pertanian. Tapi bagi kami, menjaga hubungan dekat dengan alam sangatlah penting. Dari alamlah kami dapat makan.

Waktu saya kecil, keluarga kami bertani. Musim kemarau, kami sering habiskan waktu di pinggir sungai untuk mancing, menjaring ikan, menyelam dan hanya sekadar bersantai. Kami juga kadang ke dusun sagu untuk menebang sagu. Kalau musim hujan, kami mulai menanam kacang tanah, ubi(betatas) jagung, singkong alias kasbi, tebu dan sayur sayuran tanpa pupuk kimia. Ada beberapa keluarga dan masyarakat di sana yang ternak ayam, bebek, dan babi.

Bayangkan jika nanti tanah adat kami diubah jadi lokasi tambang illegal (illegal mining activities). Banyak orang akan kehilangan tempat bertani dan penghidupan lain seperti berburu, beternak unggas,babi dan ikan. Selain itu kami juga akan kehilangan tanah adat yang sudah diwariskan turun temurun dari leluhur. Kami juga takut bahasa dan kearifan lokal menghilang. Hutan kami akan rusak dan tercemar merkuri. Bagaimana kami akan bertahan hidup diatas tanah yang tercemar merkuri dan bahan kimia?Apalagi kami percaya, kegiatan tambang illegal(illegal mining activities) tak akan membawa manfaat yang banyak bagi masyarakat adat. Jadi  ini untuk siapa?

Saat ini saya kuliah di Jogja. Warga Yahukimo menghubungi kami mahasiswa di sini agar bisa cari info tentang tambang ilegal ini. Ternyata ini awalnya dari aktivitas eksplorasi mineral dan batu bara di wilayah Yahukimo pada tahun 2011 untuk memproteksi sumber daya alam oleh PT. Baliem Coal Mining dan PT. Papua Tinne Mountine Mining. Pada tahun 2014 dilakukan eksplorasi khusus untuk mineral logam(emas) oleh PT. Ferolina di wilayah adat suku IS-UKAM. Namun masyarakat adat tidak menerima aktivitas selanjutnya. Sehingga perusahan ini tutup. Akan tetapi kegiatan tambang illegal terus berlanjut. Informasi yang kami dapat,saat ini telah mencapai 15 titik penambangan yang tersebar diwilayah adat suku IS-UKAM(Una,Kopkaka,Aritab,Arupkor,Mamkor dan Momuna) dengan jumblah pengusaha ada 35 orang dan 5000 pekerja. Tentu akan bertambah terus jumblah titik dan tenaga kerjanya. Bayangkan,sudah berapa haktar hutan yang dijarah dan berapa kubangan yang dilubangi? kami sangat sedih mendengar kabar ini. Awalnya kami pikir bahwa pemerintah akan segera mengatasi. Namun rasanya sirna dan hilang harapan. Pemerintah daerah Yahukimo hanya diam membisu seribu kata. Siapa sih pemodal sebenarnya?.

Pemerintah sewenang-wenang datangkan investasi besar-besaran yang tidak mempertimbangkan ancaman bagi kehidupan di bumi. Terutama masyarakat adat yang mendiami dan sebagai pemilik hak atas tanah adat di wilayah adat IS-UKAM.
Kami tidak mau diam dan menyesal kemudian jika tanah kami rusak seperti yang terjadi di rumah saudara kami di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan belahan dunia lainnya. Karena itu kami dari IPMY (Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo) mengajak kalian yang peduli lingkungan dan masyarakat adat agar dukung petisi ini. Desak Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk tutup kegiatan tambang ilegal di wilayah adat IS-UKAM Kabupaten Yahukimo Papua.

 

 

 



Hari ini: Jan mengandalkanmu

Jan Sedik membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menteri ESDM: TOLAK KEGIATAN TAMBANG ILEGAL DI KABUPATEN YAHUKIMO PAPUA". Bergabunglah dengan Jan dan 225 pendukung lainnya hari ini.