Menolak Arogansi di UKSW. Mendukung YPTKSW Melantik Rektor Terpilih 2017 - 2022

Masalahnya

Senat Universitas melalui Ketua Senat (sekaligus Rektor UKSW Incumbent) mengirimkan surat kepada Yayasan Satya Wacana yang intinya:

1. Meminta Calon Rektor terpilih 2017-2022, Neil Rupidara S.E., M.Sc., Ph.D., mengundurkan diri sebagai Rektor terpilih karena dipandang tidak layak untuk memimpin Universitas karena belum memiliki jabatan fungsional akademik Professor.

2. Meminta Pembina YPTK Satya Wacana untuk melakukan pemilihan Rektor ulang

3. Rektor Incumbent mengancam akan mundur per 1 September dengan memberhentikan seluruh Pejabat Struktural dan Ketua-Ketua Unit mulai dari aras Universitas, Fakultas, dan Program Studi (termasuk Dekan dan Kaprogdi tentunya).

Pemberhentian seluruh Pejabat Struktural Universitas oleh Rektor incumbent sama artinya dengan "pelumpuhan sistem". Hal tersebut tentu menjadi keprihatinan mendalam bagi kita yang mencintai almamater UKSW, baik yang masih "di dalam" maupun sudah "di luar".  Rektor terpilih 2017-2022 sudah melalui semua proses yang sah dan legal secara hukum. Permintaan pengunduran diri ini sangat sarat kepentingan. Usaha "pemakzulan" pada Rektor terpilih merupakan sebuah pelecehan intelektual serta pelecehan pada kemanusiaan. Tidak sepantasnya politik kekuasaan seperti ini berlangsung di institusi Kristen yang berlandaskan pada Keadilan, Kasih, dan Kebenaran.

Melalui petisi ini kami menyatakan MENOLAK tindakan arogan Rektor incumbent dan Senat Universitas, serta mendukung penuh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana untuk segera melantik Rektor terpilih 2017-2022. Hiduplah Garba Ilmiah Kita! 

avatar of the starter
Creative MinorityPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 923 pendukung

Masalahnya

Senat Universitas melalui Ketua Senat (sekaligus Rektor UKSW Incumbent) mengirimkan surat kepada Yayasan Satya Wacana yang intinya:

1. Meminta Calon Rektor terpilih 2017-2022, Neil Rupidara S.E., M.Sc., Ph.D., mengundurkan diri sebagai Rektor terpilih karena dipandang tidak layak untuk memimpin Universitas karena belum memiliki jabatan fungsional akademik Professor.

2. Meminta Pembina YPTK Satya Wacana untuk melakukan pemilihan Rektor ulang

3. Rektor Incumbent mengancam akan mundur per 1 September dengan memberhentikan seluruh Pejabat Struktural dan Ketua-Ketua Unit mulai dari aras Universitas, Fakultas, dan Program Studi (termasuk Dekan dan Kaprogdi tentunya).

Pemberhentian seluruh Pejabat Struktural Universitas oleh Rektor incumbent sama artinya dengan "pelumpuhan sistem". Hal tersebut tentu menjadi keprihatinan mendalam bagi kita yang mencintai almamater UKSW, baik yang masih "di dalam" maupun sudah "di luar".  Rektor terpilih 2017-2022 sudah melalui semua proses yang sah dan legal secara hukum. Permintaan pengunduran diri ini sangat sarat kepentingan. Usaha "pemakzulan" pada Rektor terpilih merupakan sebuah pelecehan intelektual serta pelecehan pada kemanusiaan. Tidak sepantasnya politik kekuasaan seperti ini berlangsung di institusi Kristen yang berlandaskan pada Keadilan, Kasih, dan Kebenaran.

Melalui petisi ini kami menyatakan MENOLAK tindakan arogan Rektor incumbent dan Senat Universitas, serta mendukung penuh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana untuk segera melantik Rektor terpilih 2017-2022. Hiduplah Garba Ilmiah Kita! 

avatar of the starter
Creative MinorityPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

YPTK Satya Wacana
YPTK Satya Wacana
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 10 Agustus 2017