Petition updateMcDonald's Indonesia, Bebaskan Ayam Petelur dari Kerangkeng yang Menyakitkan!Menuju Satu Dekade, Akankah McDonald’s Indonesia Menyatakan Komitmen Telur Bebas Sangkar?
Animal Friends Jogja (AFJ)Indonesia
Jan 29, 2026

Sejak 2016, Animal Friends Jogja berdiri di satu posisi yang sama: mendorong McDonald’s Indonesia untuk menghentikan penggunaan telur dari ayam yang dikurung dalam kandang baterai—sebuah sistem produksi yang menyebabkan penderitaan serius. Dalam kandang ini, ayam bahkan tidak bisa berjalan, bertengger, atau mengepakkan sayapnya secara alami.

Selama hampir satu dekade, kami telah menempuh berbagai jalur yang sah dan terbuka. Kami mengirimkan korespondensi resmi kepada manajemen nasional dan global McDonald’s untuk menyampaikan langsung suara Anda.

Pada tahun 2017, kami melakukan investigasi langsung dan menyerahkan temuan terkait pemasok telur kepada jajaran manajemen McDonald’s Indonesia. Tahun 2018, dukungan publik terus menguat melalui petisi online. Tahun 2019, kami turun ke jalan lewat aksi Women for Layer Hens di Yogyakarta untuk menyuarakan penderitaan ayam petelur yang selama ini tersembunyi di balik rantai pasok industri.

Perjuangan kita tidak berhenti.

Tahun 2020, kami kembali melakukan investigasi ke peternak yang diduga menjadi pemasok McDonald’s Indonesia.

Tahun 2021, bersama koalisi Act for Farmed Animals (AFFA), kami melakukan aksi damai di Jakarta.

Tahun 2022, desakan berlanjut di Yogyakarta—melalui aksi publik, kampanye billboard, hingga mural jalanan bersama seniman lokal.

Namun, semua upaya ini berakhir pada satu pola yang sama: tidak ada respons berarti dari jajaran eksekutif McDonald’s Indonesia.

Hingga tahun 2023, 34.834 orang telah menyatakan dukungannya melalui petisi. Memasuki tahun 2024, kami kembali bergerak—melakukan aksi di 6 kota dan 20 gerai. Tahun 2025, kami tetap berusaha membuka ruang dialog. Email demi email kami kirimkan. Alih-alih jawaban, kami justru menghadapi indikasi pemblokiran akun.

Pola ini menunjukkan satu hal yang jelas: pengabaian yang konsisten.

Ironisnya, di tingkat global, McDonald’s telah berkomitmen pada kebijakan telur bebas sangkar di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Australia. Artinya, McDonald’s mengakui bahwa kandang baterai adalah sistem yang tidak etis dan harus ditinggalkan.

Lalu pertanyaannya sederhana, namun mendesak:

Mengapa standar yang sama tidak berlaku bagi ayam-ayam petelur dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia?

Apakah penderitaan ayam di Indonesia dianggap lebih bisa ditoleransi?

McDonald’s Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan etis untuk menerapkan kebijakan kesejahteraan hewan yang setara di seluruh wilayah operasinya. Kami tidak menuntut hal yang mustahil. Kami menuntut apa yang sudah terbukti bisa dilakukan di banyak negara lain.

Hari ini, kami kembali menyampaikan suara ini kepada Anda—para pendukung yang telah membersamai perjuangan ini selama bertahun-tahun. Perjuangan ini belum selesai. Tekanan publik masih dibutuhkan.

Kami menuntut kejelasan, transparansi, dan komitmen publik bebas sangkar dari McDonald’s Indonesia—sekarang juga.

Komen di IG McDonald's dan dorong untuk perubahan bebas sangkar

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X