SAVE PRESMA DAN MAHASISWA IAIN MADURA

SAVE PRESMA DAN MAHASISWA IAIN MADURA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.
Dengan 500 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Mahasiswa IAIN Madura memulai petisi ini kepada Mahasiswa dan

Sahabat yang Budiman beberapa hari lalu IAIN Madura digemparkan dengan sebuah insiden gerakan aksi paling besar dalam sejarah gerakan dan perlawanan di Institut Agama Islam Negeri Madura.

Terlepas dari pada persoalan hukum yang sekarang terjadi, para peserta aksi adalah pejuang yang hasilnya jelas untuk kepentingan seluruh mahasiswa, sekalipun harus berakhir penangkapan, pejuang tetaplah pejuang, UKT turun lebih besar dari sebelumnya, UKT Maba yang sudah dibayarkan akan dikembalikan sesuai besaran ketentuan yang di peroleh, pelaksanaan kuliah luring untuk semester 1-3 dan pemenuhan serta perbaikan sarana dan prasarana.

Dari beberapa manfaat tersebut tentu sangat dirasakan oleh mahasiswa IAIN Madura.
Mahasiswa harus kritis dan tau kronologinya di lapangan bagaimana sabab musabab hingga terjadi tindakan vandalisme bukan lantas mengambil kesimpulan tanpa tau
Bagaimana perjalanannya dimulai.

lebih dari 40 jam dilakukan aksi dengan II Jilid gerakan yang dilakukan mahasiswa, belum lagi masih ada bayang-bayang hitam yang ingin melemahkan gerakan melalui surat pemanggilan dan ancaman dicabutnya beasiswa bagi mahasiswa yang ikut demonstrasi.

Tetapi mahasiswa yang turun kejalan tetap lantang bersuara, Rektor IAIN Madura yang kurang responsif sejak awal mulai dari inginnya audiensi mahasiswa dalam ruangan dengan pimpinan yang ditolak karena alasan PPKM, lalu di ajukan kembali untuk dilaksanakan secara online tetapi masih saja ada alasan rektor untuk gagalnya harapan mahasiswa.

Cara-cara yang lebih elegan dan kondusif tidak pernah diberikan kesempatan oleh rektor hingga terjadinya aksi jilid I yang sempat menyegel kantor rektorat IAIN Madura (karena masukan massa aksi ditolak sebelum dipertimbangkan). surat edaran yang dikeluarkan masih saja tidak sesuai dengan harapan mahasiswa.

Tak sampai disitu saja, aksi jilid II mahasiswa kembali lagi menyuarakan aspirasinya menolak surat edaran rektor yang telah dikeluarkan pasca aksi jilid I.

Saat mahasiswa meminta Rektor menemui massa aksi yang memang sejak awal terkesan menghindar dan tidak mau menemui para mahasiswa membuat tensi massa naik hingga terjadinya tindakan-tindakan diluar kontrol akibat Rektor tidak kooperatif dan tidak sigap menemui mahasiswa.

Rektor gagal mewujudkan visi besar kampus IAIN Madura yang kompeten, kompetitif & Religius serta telah menjadi aktor yang paling berperan dalam runtuhnya citra kampus IAIN Madura

Rektor menjadi api dari asap terjadinya pembakaran & perusakan fasilitas kampus IAIN Madura yang sejak awal tidak bisa membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa, sebagai pemimpin seharusnya sekecil apapun gejolak yang terjadi harus menjadi perhatian agar tidak terjadi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan yang menandakan bahwa rektor responsif terhadap mahasiswa.

Aksi unjuk rasa Presma IAIN Madura dan teman-teman mahasiswa yang berakhir ricuh, hal ini Berdasarkan KMA No 81 Th 2021 dan  KMK No. 394 Th 2020 tentang penurunan UKT ( uang kuliah tunggal ) serta pemberian Kouta kepada seluruh mahasiswa dimasa pandemi. secara hukum apa yg kami perjuangkan tidak salah. Untuk itu, kami atas nama mahasiswa meminta kepada Rektor dan pihak kepolisian untuk membebaskan presma dan mahasiswa yang saat ini sedang ditahan di Mapolres Pamekasan. Dan kepada Tim kode etik IAIN Madura untuk tidak memberikan sanksi administrasi kepada semua mahasiswa yg terlibat dengan cara men DO, karena mahasiswa akan kehilangan masa depan mereka yang nota bene adalah anak didik dari Rektor IAN Madura. Rektor IAIN Madura harus membina dan mendidik mereka.

Untuk itu kami mengajak seluruh mahasiswa IAIN Madura, alumni dan simpatisan untuk menandatangani petisi ini agar rektor juga di evaluasi sikap dan tindakannya terhadap mahasiswa.

 

#salammahasiswa
#hidupmahasiswa
#panjangumurperjuangan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.
Dengan 500 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!