Pertimbangan terkait Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung sejak bulan Desember 2019 memberikan dampak besar di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini juga terjadi pada mayoritas keluarga di Lampung, khususnya orang tua dari para mahasiswa/i Universitas Teknokrat Indonesia. Pekerjaan orang tua yang sebagian besar hanya mengandalkan penghasilan harian, mau tak mau mengalami pengurangan pendapatan atau bahkan tidak ada pendapatan sama sekali dikarenakan dampak COVID-19, seperti pengurangan pegawai, berkurangnya angka penjualan dan meningkatnya angka kebutuhan yang tidak terduga ditambah dengan keadaan yang tidak memungkinkan untuk mendapakatkan pemasukan tetap.

Kami sadar akan fakta bahwa Universitas Teknokrat Indonesia merupakan kampus swasta dengan UKT yang tidak setinggi kampus swasta lainnya. Benar, kita tidak harus mengeluarkan biaya untuk pulang pergi ke kampus, karna sebagian besar dari kami berada di kampung halaman. Namun, pembelajaran daring mengharuskan kami membeli kuota yang lebih banyak dari biasanya. Susahnya sinyal di kampung halaman juga mengharuskan kami membeli kuota dari provider yang cukup mahal, demi mendapatkan sinyal stabil untuk mengerjakan berbagai tugas dan forum pada pembelajaran online. Jadi kamipun tetap mengeluarkan biaya tambahan meskipun perkuliahan dilaksanakan secara daring. Sedangkan, ekonomi sedang sangat kesusahan dikarenakan COVID-19.

Maka dari itu, kami mahasiswa/i Universitas Teknokrat Indonesia ingin mendapatkan keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester depan (semester ganjil) dikarenakan beberapa pertimbangan berikut:

1. Pemberlakuan online learning membuat kami tidak menggunakan fasilitas kampus yang tersedia dikampus seperti AC, ruang kelas, WiFi, perpustakaan dan komputer terkecuali dosen dan Spada. Semua fasilitas tersebut tidak terpakai terhitung sejak tanggal 18 Maret sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

2. Kami para mahasiswa/i telah membayar lunas UKT semester genap ini, sedangkan perkuliahan offline hanya berlangsung selama 30 hari, sampai akhirnya diberlakukannya pembelajaran daring pada tanggal 18 Maret.

3. Kesulitan ekonomi akibat COVID-19 membuat kami dan keluarga sangat kesulitan ketika harus membayar UKT semester ganjil secara full pada bulan Agustus tanpa adanya keringanan.

Dengan beberapa pertimbangan diatas, kami mahasiswa berharap pihak kampus dapat mempertimbangkan hal berkaitan dengan besarnya biaya UKT semester ganjil. Mari berdiskusi dengan kepala dingin.