

Halo bapak, ibu, kawan-kawan, adik-adik, kakak-kakak semua,
Terimakasih sudah terus mengikuti perkembangan petisi ini dan kampanye penghapusan cat bertimbal. Saya ingin berbagi kabar baik nih.. :-)
Minggu ini kami melakukan diskusi dengan perwakilan asosiasi produsen cat Indonesia serta beberapa pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
Dalam diskusi tersebut saya mengingatkan bahwa:
- penghapusan cat bertimbal sudah dibahas di forum global tentang keamanan bahan-bahan kimia sejak tahun 2006 dan targetnya harus hapus pada tahun 2020;
- sedikitnya ada 33 juta anak Indonesia yang berisiko tinggi terpajan debu timbal dalam cat warna-warni;
- anak-anak ini adalah konsumen terakhir dari produk cat warna-warni yang diproduksi dengan pigmen dan pengering bertimbal. Warna-warna cerah seharusnya merangsang otak, kecerdasan dan kepekaan anak, bukan meracuni mereka.
Singkatnya, di akhir pertemuan, semua pihak sepakat dan setuju bahwa cat bertimbal harus dilarang di Indonesia. Yes...!!!
Bulan lalu, kami juga mendapat informasi bahwa Badan Standarisasi Nasional sudah menyusun draft revisi SNI 8011:2014, yang awalnya menetapkan standar kandungan timbal dalam cat dekoratif 600 ppm menjadi 90 ppm. Yes lagi...!!!
Minggu lalu, 19 September 2021, saya sebagai salah satu dari 32 penggugat polusi udara Jakarta, merayakan kemenangan karena Pengadilan Negeri Jakarta memenangkan gugatan kami dan menghukum ketujuh tergugat untuk memperketat peraturan dan melakukan intervensi-intervensi untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta! Yes lagi....!!!!
Apa hubungannya dengan cat bertimbal? Marka jalan warna kuning ternyata mengandung timbal sangat tinggi lho, sampai 250.000 ppm (ingat batas aman 90ppm) ! Studi menunjukkan bahwa dalam waktu setahun, cat marka jalan aus dan terkikis antara 50% sampai 100%. Jadi kita menghirup debu timbal di jalanan juga lho... Jadi dengan putusan pengadilan ini, Presiden, Menteri KLHK, Mendagri, Menteri Kesehatan dan Gubernur-gubernur Jakarta, Banten dan Jawa Barat, harus perbaiki peraturan untuk mengurangi polusi udara.
Nah untuk itu, setiap minggu ketiga Oktober, akan ada "Pekan Global Aksi untuk Pencegahan Keracunan Timbal" yang dimotori oleh WHO dan UNEP. Kami berencana melakukan kegiatan kampanye untuk publik dan melakukan pengecatan ulang 5 taman bermain di Jakarta dengan dukungan berbagai pihak dan individu.
Ada kawan kami, Virginia Gunawan, yang melakukan fundraising saat ulang tahunnya lewat kitabisa.com, ada PT Mowilex Indonesia dan PT Mataram Paint yang akan menyumbang cat, ada PT Spektris Metalab yang akan membantu mengukur konsentrasi timbal pada alat bermain dengan XRF terbaru, dan banyak lagi. Yes.. Yes.. Yes...Yes...!!!
Kalau ada yang berminat menjadi sukarelawan/volunteers pada minggu ketiga bulan Oktober nanti, tolong hubungi kami lewat email nexus3@nexus3foundation.org yaaa..
Semua ini berkat dukungan bapak, ibu, adik-adik, kakak-kakak dan kawan-kawan semua. So, tolong sebarkan lagi berita gembira ini kepada saudara-saudara dan teman-teman kalian ya supaya lebih banyak lagi publik yang kenal dan paham bahaya timbal dalam cat.
Semoga dalam waktu dekat ini, sebelum akhir tahun, kita bisa merayakan keberhasilan bersama-sama.
Stay safe...!
Salam lestari bebas racun,
Yuyun Ismawati Drwiega dan tim Nexus3 Foundation
Krishna, Yune, Sonia, Tio, Nindhita, Panca, Tika, Dita, Ketut, Belmiro, Nengah