Petition updateLARANG PENGGUNAAN KATA "AUTIS" SEBAGAI EJEKAN DALAM TAYANGAN TELEVISI
Pembukaan kembali petisi ini

Istiaq MumuKuala Lumpur, Malaysia
Aug 2, 2015
Rekan-rekan sekalian,
Pada tanggal 2 Agustus 2015, melalui sebuah siaran yang ditayangkan oleh Indosiar, Mamah Dedeh dengan besar hati menyatakan permintaan maafnya. Untuk kerendahan hati dan kebesaran jiwa Mamah Dedeh, kami mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada beliau, dengan harapan beliau bisa ikut membantu mengedukasi orang lain untuk tidak dengan sembarangan menggunakan kata "Autis" sebagai kata ejekan.
Akan tetapi, kami merasa perjuangan ini masih belum selesai. Penggunaan kata autis yang tidak pada tempatnya, baik yang dilakukan oleh figur publik, selebritis ataupun orang awam di media massa, terutama pada tayangan televisi, dapat menimbulkan efek buruk. Alih-alih mengedukasi tentang austime sebagai gangguan tumbuh kembang pada anak, hal ini malah membudayakan hal yang salah, bahwa autisme itu adalah sesuatu yang bisa dijadikan bahan olok-olok ejekan, sehingga masyarakat menganggap hal yang salah ini sebagai sebuah kewajaran dan dianggap biasa saja.
Hal ini terbukti pada banyaknya komentar yang bermunculan baik di petisi ini dan di situs portal berita National Geographic Indonesia, yang menuduh bahwa petisi ini berlebihan, beranggapan bahwa penyandang autisme adalah failed product atau produk gagal yang layaknya harus dikembalikan kepada pembuat atau dijual murah, seperti yang bisa dilihat di komentar salah satu akun Facebook yang kami salin di bawah ini. Lihat utas ini:
https://www.facebook.com/NGIndonesia/posts/10153526947789096?comment_id=10153527196079096¬if_t=like
Indra J.
Gue memang bersyukur lahir dari keluarga normal, tidak ada satupun yang punya "penyakit keturunan" termasuk sampai ke paman-bibi gue, andaikan gue punya anggota keluarga yang terkena penyakit mental, ya sudah kewajiban gue untuk ikut membantu MENYEMBUHKAN penyakit mental tersebut, bukan malah ngotot debat di dunia maya seperti orang autis yang habis LOBOTOMY.... Oh iya.... buat gue anak autis itu bukan "special children" tapi lebih kepada "failed product" atau produk cacat pabrik, apa yang dilakukan penjual apabila sang penjual mengetahui salah satu produknya ternyata cacat bawaan pabrik ? hanya dua solusi :
1. mengembalikan ke pabrik untuk memperbaiki kecacatan produk tersebut agar kembali berfungsi dengan maksimal.
2. menjualnya dengan harga yang sangat murah, yaitu "SPECIAL discount for this product"
Martin R.
Plis deh...wakakakaka Alay nya... Banyak kali org yg sring ngtain org Autis... apalgi di Film2 sama acara2 live show...,������ repot amat.
Ihsan R.
jangan terlalu di besar besarin masalah itu!
Elva D.
beritanya gak factual padahal jauhhhh sebelum mamah dedeh ngomong jg perumpamaan itu emang udah dipakai banyak org kenapa pas mamah dedeh yg ngomong jd besar gini???kalau mau dipermasalahin knp gak dr dulu boiii???
Yudi P.
Betul. Sehari2 bnyak yg ngejek pake autis, moron malah. Gak ada yg koar2.
Mau ngejatuhin org aja
Jelas sekali dari komentar-komentar di atas betapa masih banyak orang yang menganggap remeh masalah autis dan merasa tidak bermasalah mengejek peyandang autis. Mohon maaf, kami penyandang autis bukan barang murahan ataupun produk gagal. Kami juga bukan orang gila ataupun orang dengan kapasitas otak yang hanya setengah saja. Saya sebagai anak penyandang autis merasa sedih bahwa keistimewaan saya dijadikan bahan olok-olok atau dipakai untuk mencemooh orang lain. Mereka tidak merasakan apa yang saya rasakan, pergulatan saya setiap hari untuk bisa memahami interaksi sosial yang terjadi di sekeliling saya, bahwa saya harus menerima ejekan karna saya berbeda. Dengan menggunakan kata "Autis" sebagai kata cemoohan, maka bertambah lagi satu mata pisau yang harus saya hadapi setiap hari yang bisa ditancapkan ke saya oleh orang-orang awam di sekitar saya. Autisme bukan sebuah bahan lelucon, autisme bukan sebuah ejekan. Ia adalah sebuah gangguan tumbuh kembang pada anak yang memerlukan penangan khusus dan penerimaan dari masyarakat, bukan dijadikan cemoohan atau ejekan.
Atas nama anak berkebutuhan khusus autisme lainnya, saya meminta Komisi Penyiaran Indonesia mengambil tindakan yang perlu untuk melarang penggunaan kata "Autis" sebagai ejekan bagi orang yg apatis karena keasyikan menggunakan gawai, dan memberikan himbauan dan/atau teguran kepada stasiun televisi agar mereka menjaga supaya pembawa acara di program acara, baik acara religi, hiburan atau apapun tidak menggunakan kata autis secara sembarangan.
Hormati Anak Berkebutuhan Khusus. Mereka berhak dihormati layaknya manusia lainnya. Stop menggunakan kata "Autis" untuk ejekan.
Mohon bantuannya untuk menyebarkan petisi ini sampai KPI memberikan tanggapannya.
Terima kasih
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X