“Untuk melarang penggunaan Styrofoam di Kantin Universitas di Indonesia”

“Untuk melarang penggunaan Styrofoam di Kantin Universitas di Indonesia”

Masalahnya

   Mempetisi seluruh Kantin di Setiap Universitas di Indonesia untuk Menghentikan Penggunaan Styrofoam Sebagai Pembungkus Makanan. 

Perubahan Dimulai Dari Diri Sendiri!

Slogan diatas merupakan hal yang sering sekali kita dengar. Namun terkadang diperlukan dukungan yang lebih besar untuk berubah. Karenanya kami sebagai mahasiswa  dalam rangka membuat tugas kampanye PR, ingin mengusulkan perubahan yang lebih baik untuk lingkungan.

Isu yang sangat mengganjal di hati kami adalah penggunaan kemasan makanan praktis yaitu Styrofoam. Styrofoam sudah menjadi produk yang biasa kita pakai sehari-hari walaupun masyarakat sudah mengetahui bahwa Styrofoam dapat memberikan dampak yang buruk bagi planet namun tidak banyak yang benar-benar mengetahui bagaimana Styrofoam merusak lingkungan. Yaitu :

a)    Styrofoam merupakan SAMPAH ABADI. Sifatnya tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali sehingga sulit untuk didaur ulang.

b)    Dampak styrofoam bagi lingkungan dimulai dari limbah yang dihasilkan dari proses produksi styrofoam sangat berbahaya. Dari data EPA (Environmental Protection Agency) limbah proses produksi styrofoam ditetapkan sebagai salah satu limbah berbahaya terbesar di dunia. Bau yang ditimbulkan dapat mengganggu pernafasan dan mengandung 57 zat berbahaya yang dilepaskan ke udara.

c)    Sementara itu Cloro Fluoro Carbon (CFC) sebagai bahan peniup pada saat proses produksi styrofoam merupakan gas yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil, begitu stabilnya gas ini sehingga baru akan terurai setelah 65-130 tahun.

Gas ini akan melayang ke udara mencapai lapisan ozon di atmozfer dan akan terjadi reaksi serta akan menjebol lapisan pelindung bumi serta menimbulkan efek rumah kaca.

 Setalah mengetahui harga yang harus kita bayar, masihkah kita rela menggunakan Styrofoam?

Kemudian apa yang dapat kita lakukan :

·       Menggunakan pengemas baru yang ramah lingkungan.

·       Menghentikan penggunaan Styrofoam. Upaya ini telah dilakukan oleh beberapa industri makanan seperti Mc donald’s pada tahun 1987.

 Maka sebagai generasi muda yang peduli, kami berharap anda dapat

menandatangani petisi hentikan penggunaan Styrofoam dimulai dari kantin di kampus-kampus di Indonesia. Karena dengan kesadaran yang kita miliki untuk menandatangani petisi ini, perubahan kecil dari diri sendiri dapat menjadi jalan bagi keberlangsungan bumi kita tercinta.

Referensi http://itd.unair.ac.id/index.php/health-news-archive/318-bahaya-styrofoam-bagi-kesehatan.html

avatar of the starter
Sarah FransiscaPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 229 pendukung

Masalahnya

   Mempetisi seluruh Kantin di Setiap Universitas di Indonesia untuk Menghentikan Penggunaan Styrofoam Sebagai Pembungkus Makanan. 

Perubahan Dimulai Dari Diri Sendiri!

Slogan diatas merupakan hal yang sering sekali kita dengar. Namun terkadang diperlukan dukungan yang lebih besar untuk berubah. Karenanya kami sebagai mahasiswa  dalam rangka membuat tugas kampanye PR, ingin mengusulkan perubahan yang lebih baik untuk lingkungan.

Isu yang sangat mengganjal di hati kami adalah penggunaan kemasan makanan praktis yaitu Styrofoam. Styrofoam sudah menjadi produk yang biasa kita pakai sehari-hari walaupun masyarakat sudah mengetahui bahwa Styrofoam dapat memberikan dampak yang buruk bagi planet namun tidak banyak yang benar-benar mengetahui bagaimana Styrofoam merusak lingkungan. Yaitu :

a)    Styrofoam merupakan SAMPAH ABADI. Sifatnya tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali sehingga sulit untuk didaur ulang.

b)    Dampak styrofoam bagi lingkungan dimulai dari limbah yang dihasilkan dari proses produksi styrofoam sangat berbahaya. Dari data EPA (Environmental Protection Agency) limbah proses produksi styrofoam ditetapkan sebagai salah satu limbah berbahaya terbesar di dunia. Bau yang ditimbulkan dapat mengganggu pernafasan dan mengandung 57 zat berbahaya yang dilepaskan ke udara.

c)    Sementara itu Cloro Fluoro Carbon (CFC) sebagai bahan peniup pada saat proses produksi styrofoam merupakan gas yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil, begitu stabilnya gas ini sehingga baru akan terurai setelah 65-130 tahun.

Gas ini akan melayang ke udara mencapai lapisan ozon di atmozfer dan akan terjadi reaksi serta akan menjebol lapisan pelindung bumi serta menimbulkan efek rumah kaca.

 Setalah mengetahui harga yang harus kita bayar, masihkah kita rela menggunakan Styrofoam?

Kemudian apa yang dapat kita lakukan :

·       Menggunakan pengemas baru yang ramah lingkungan.

·       Menghentikan penggunaan Styrofoam. Upaya ini telah dilakukan oleh beberapa industri makanan seperti Mc donald’s pada tahun 1987.

 Maka sebagai generasi muda yang peduli, kami berharap anda dapat

menandatangani petisi hentikan penggunaan Styrofoam dimulai dari kantin di kampus-kampus di Indonesia. Karena dengan kesadaran yang kita miliki untuk menandatangani petisi ini, perubahan kecil dari diri sendiri dapat menjadi jalan bagi keberlangsungan bumi kita tercinta.

Referensi http://itd.unair.ac.id/index.php/health-news-archive/318-bahaya-styrofoam-bagi-kesehatan.html

avatar of the starter
Sarah FransiscaPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

dan BEM Universitas seluruh Indonesia
dan BEM Universitas seluruh Indonesia

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 4 Oktober 2015