

Membantu mempermudah (memberikan subsidi hak siar atau meminta hak siar kepada TVRI) PBSI untuk menyiarkan kejuaraan badminton di TV nasional


Membantu mempermudah (memberikan subsidi hak siar atau meminta hak siar kepada TVRI) PBSI untuk menyiarkan kejuaraan badminton di TV nasional
Masalahnya
Badminton Indonesia adalah sejarah terbaik dunia olahraga Indonesia. berkat cabor ini, nama Indonesia duduk dijajaran papan atas dunia. Raihan prestasi atlet-atlet badminton Indonesia sungguh layak dan pantas untuk diapresiasi. akan tetapi, kini banyak masyarakat Indonesia yang tak banyak mengetahui prestasi putra-putri bangsa kita tersebut. tayangan badminton yang dulu marak tayang secara gratis di TV nasional, kini tak lagi dapat dinikmati oleh rakyat. hal itu bertolak belakang dengan citra olahraga badminton yang merupakan olahraga kerakyatan.
Prestasi para atlet muda kita tak lagi secermerlang dulu ketika raja dan ratu olahraga tepok bulu itu berasal dari negara kita. Masih ingat olimpiade Barcelona 1992? menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia pertama kali meraih medali emas di ajang olimpiade atau saat ajang kejuaraan dunia badminton 1980, Indonesia mampu memborong 4 emas dari 5 partai yang dipertandingkan. Kini, prestasi para atlet kita tengah terpuruk. hanya sektor ganda campuran dan ganda putra yang masih mampu bercokol di peringkat 5 besar dunia. sektor tunggal putra setelah masa jaya Taufik Hidayat, belum ada lagi yang mampu mendobrak dominasi Tiongkok dan Malaysia. Jangan keduanya, melawan Thailand saja kita masih kuwalahan. sektor tunggal putri lebih parah lagi, sejak Susi Susanti dan Mia Audina, kita telah kehilangan srikandi dengan serangan-serangan tajam dan jitu. Mereka butuh dukungan kita. Meski hanya dengan sorakan IN-DO-NE-SIA, itu adalah seruan yang menjadi cambuk semangat para atlet kita. Tapi sekarang, untuk nonton di TV nasional saja kita tidak bisa, jangankan nonton, sekedar untuk tahu ada kejuaraan badminton saja itu merupakan hal yang mahal bagi masyarakat Indonesia. Ironis, apabila di India sana pemerintah India sengaja memberikan porsi khusus untuk penanyangan kejuaraan bulutangkis, agar para atlet-atletnya tahu kalau mereka didukung, ditonton oleh jutaan masyarakat India yang senantiasa berdoa untuknya. dan hal itu juga akan mendorong pula generasi muda India agar kenal dan lebih tahu heboh dan serunya olahraga ini. Beda dengan negara kita tercinta ini yang lebih memilih menayangkan artis-artis India yang gak terkenal (baca: laku) di negaranya hingga berjam-jam.
Oleha karena itu, saya ingin mengguggah rekan-rekan sekalian untuk bantu menyentuh nurani pemerintah kita (dalam hal ini kemenpora) melalui penandatanganan petisi ini untuk membantu PBSI dalam menyirkan kejuaraan badminton di TV nasional. Tidak perlu setiap kejuaraan super series ditayangkan, cukup All England, Thomas Uber Cup, Sudirman Cup, dan Olimpiade itu sudah cukup menjadi penhapus dahaga para pecinta olahraga tepok bulu di tanah air. Sudah layaknya, badminton menjadi olahraga yang murah bagi rakyat Indonesia. mengingat sumbangsih dan sejarah cabor ini membawa nama Indonesia di Kancah Internasional. Semoga dengan adanya petisi ini, pemerintah berkenan dan mau memberikan kemudahan akses untuk menyaksikan kejuaraan badminton sehingga generasi muda kita kenal dan siapa tahu dapat menjadi penerus estafet jawara di cabor ini. Terima kasih. Lihat gairah semangat atlet-atlet kita ketika memenangkan olimpiade pada link terlampir.

Masalahnya
Badminton Indonesia adalah sejarah terbaik dunia olahraga Indonesia. berkat cabor ini, nama Indonesia duduk dijajaran papan atas dunia. Raihan prestasi atlet-atlet badminton Indonesia sungguh layak dan pantas untuk diapresiasi. akan tetapi, kini banyak masyarakat Indonesia yang tak banyak mengetahui prestasi putra-putri bangsa kita tersebut. tayangan badminton yang dulu marak tayang secara gratis di TV nasional, kini tak lagi dapat dinikmati oleh rakyat. hal itu bertolak belakang dengan citra olahraga badminton yang merupakan olahraga kerakyatan.
Prestasi para atlet muda kita tak lagi secermerlang dulu ketika raja dan ratu olahraga tepok bulu itu berasal dari negara kita. Masih ingat olimpiade Barcelona 1992? menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia pertama kali meraih medali emas di ajang olimpiade atau saat ajang kejuaraan dunia badminton 1980, Indonesia mampu memborong 4 emas dari 5 partai yang dipertandingkan. Kini, prestasi para atlet kita tengah terpuruk. hanya sektor ganda campuran dan ganda putra yang masih mampu bercokol di peringkat 5 besar dunia. sektor tunggal putra setelah masa jaya Taufik Hidayat, belum ada lagi yang mampu mendobrak dominasi Tiongkok dan Malaysia. Jangan keduanya, melawan Thailand saja kita masih kuwalahan. sektor tunggal putri lebih parah lagi, sejak Susi Susanti dan Mia Audina, kita telah kehilangan srikandi dengan serangan-serangan tajam dan jitu. Mereka butuh dukungan kita. Meski hanya dengan sorakan IN-DO-NE-SIA, itu adalah seruan yang menjadi cambuk semangat para atlet kita. Tapi sekarang, untuk nonton di TV nasional saja kita tidak bisa, jangankan nonton, sekedar untuk tahu ada kejuaraan badminton saja itu merupakan hal yang mahal bagi masyarakat Indonesia. Ironis, apabila di India sana pemerintah India sengaja memberikan porsi khusus untuk penanyangan kejuaraan bulutangkis, agar para atlet-atletnya tahu kalau mereka didukung, ditonton oleh jutaan masyarakat India yang senantiasa berdoa untuknya. dan hal itu juga akan mendorong pula generasi muda India agar kenal dan lebih tahu heboh dan serunya olahraga ini. Beda dengan negara kita tercinta ini yang lebih memilih menayangkan artis-artis India yang gak terkenal (baca: laku) di negaranya hingga berjam-jam.
Oleha karena itu, saya ingin mengguggah rekan-rekan sekalian untuk bantu menyentuh nurani pemerintah kita (dalam hal ini kemenpora) melalui penandatanganan petisi ini untuk membantu PBSI dalam menyirkan kejuaraan badminton di TV nasional. Tidak perlu setiap kejuaraan super series ditayangkan, cukup All England, Thomas Uber Cup, Sudirman Cup, dan Olimpiade itu sudah cukup menjadi penhapus dahaga para pecinta olahraga tepok bulu di tanah air. Sudah layaknya, badminton menjadi olahraga yang murah bagi rakyat Indonesia. mengingat sumbangsih dan sejarah cabor ini membawa nama Indonesia di Kancah Internasional. Semoga dengan adanya petisi ini, pemerintah berkenan dan mau memberikan kemudahan akses untuk menyaksikan kejuaraan badminton sehingga generasi muda kita kenal dan siapa tahu dapat menjadi penerus estafet jawara di cabor ini. Terima kasih. Lihat gairah semangat atlet-atlet kita ketika memenangkan olimpiade pada link terlampir.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 8 Mei 2015