Ajarkan Integritas di Sekolah

Masalahnya

AJARKAN INTEGRITAS DI SEKOLAH

Dulu saat kecil orang tua kita suka sekali menyanyikan kidung yang isinya doa-doa agar kelak ketika kita dewasa kita menjadi orang yang baik, orang yang pintar, orang yang bermanfaat. Lalu mereka dengan segala daya upaya, beriring doa mengantarkan kita ke sekolah untuk mendapat ilmu dan belajar nilai-nilai kebaikan. Bukankah konon tujuan pendidikan bukan hanya untuk melahirkan manusia-manusia cerdasa semata, tetapi juga untuk melahirkan manusia manusia nan bijaksana, manusia manusia yang berpihak pada kebenaran dan kebajikan?

Tetapi hari ini, negeri kita yang dipenuhi orang-orang terdidik justru mengalami banyak sekali malapetaka yang muncul dari perilaku-perilaku koruptif, kolutif, nepotis, perilaku perilaku kotor, curang, dan busuk. Mulai dari pungutan liar di tempat parkir atau saat mengurus KTP, ditikung orang dalam saat mencari pekerjaan, ujian sekolah diwarnai kecurangan, sogokan dimana-mana, sampai korupsi bernilai ratusan milyar yang herannya sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang terdidik.

Pernahkah kamu bertanya kenapa semua itu bisa terjadi? Tentunya banyak penyebab yang membuat malapetaka itu terjadi, tapi salah satu yang paling memprihatinkan dan patut kita pertimbangkan sebagai faktor penyebab adalah hilangnya karakter bernama INTEGRITAS pada diri banyak orang.

Apa itu INTEGRITAS? Integritas adalah keutuhan sikap, perkataan dan perbuatan seseorang yang melandaskan diri pada kejujuran, transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, sifat adil, etika moral, tanggungjawab dan anti korupsi. Kadang orang juga memaknainya sebagai karakter seseorang dimana dia jujur, rendah hati, kongruen (satu dalam fikiran, ucapan dan perbuatan) serta keberanian dalam menyampaikan yang benar sebagai benar dan yang salah sebagai salah.

INTEGRITAS begitu banyak didengungkan tetapi sangat jarang yang betul betul memahami  maknanya dan kemudian menjadikannya sebagai pegangan hidup, oleh karenanya INTEGRITAS menjadi karakter yang mahal dan jarang dimiliki. Tetapi  bagaimana mungkin kita akan memilikinya jika diajarkan saja tidak pernah?  Kenapa? Karena kalau diperhatikan, institusi pendidikan pada umumnya terlalu terfokus dalam melahirkan manusia cerdas semata, maka jangan heran kalau di sekolah kita menjadi terpaksa belajar mencontek, curang  dan kemudian menjadi karakter koruptif di kemudian hari. 

Di Yogyakarta kami merintis pengajaran integritas melalui program Sekolah Integritas yang kami jalankan dengan mengetuk dari satu pintu sekolah ke pintu sekolah lain, dari satu gerbang kampus ke gerbang kampus lain sehingga dalam satu tahun kami sudah mengajarkan pendidikan integritas ke 1500 orang alumni yang terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa dan para guru sekolah.

Kami butuh bantuan anda untuk mengetuk pintu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pihak terkait untuk merealisasikan mimpi besar kami, yaitu mengajarkan pendidikan integritas di ruang pendidikan. Dukungan kalian sangat berarti bagi upaya melahirkan GENERASI BERINTEGRITAS. Bantu kami menyebarkan petisi ini, kita upayakan pendidikan yang lebih baik dan bermartabat untuk masa depan Indonesia.

Salam Integritas!

Petisi ini dimulai oleh para pemuda Indonesia yang prihatin akan keadaan negerinya dan memutuskan untuk mengajarkan integritas dengan membentuk Institute for Integrity (IFI) di Yogyakarta, yaitu lembaga nir laba yang fokus pada pendidikan dan pengajaran integritas bagi kalangan muda dengan program utama Sekolah Integritas. Penggerak Institute for Integrity terdiri dari: Zaka Akhmad, Catur Septiana R, Farah Kurniawati, Reza Ahmad C, Nafiatul Munawaroh, Nurul Qamariah A, Dadang Sadika Rude W, Tri Wahyudi, Aji Prasidha, Galang Galih G, Luciana Sari M, Ratna Juwita, Bayu Arif Setiawan, Adha Raihannur, Meganusa Prayudi L, Andika Firnanda, Lisa Masruroh, Aista Wisnu P, Yusuf Fachrurrozi, Ummi Kultsum, Yuninda Hafida Ria, Havidz Kurniawan, Samuel Bona Tua R, Ahmad Dion R.K, Deshanda Yusuf, dan Anita Rakasiwi.

 

avatar of the starter
Institute for IntegrityPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 141 pendukung

Masalahnya

AJARKAN INTEGRITAS DI SEKOLAH

Dulu saat kecil orang tua kita suka sekali menyanyikan kidung yang isinya doa-doa agar kelak ketika kita dewasa kita menjadi orang yang baik, orang yang pintar, orang yang bermanfaat. Lalu mereka dengan segala daya upaya, beriring doa mengantarkan kita ke sekolah untuk mendapat ilmu dan belajar nilai-nilai kebaikan. Bukankah konon tujuan pendidikan bukan hanya untuk melahirkan manusia-manusia cerdasa semata, tetapi juga untuk melahirkan manusia manusia nan bijaksana, manusia manusia yang berpihak pada kebenaran dan kebajikan?

Tetapi hari ini, negeri kita yang dipenuhi orang-orang terdidik justru mengalami banyak sekali malapetaka yang muncul dari perilaku-perilaku koruptif, kolutif, nepotis, perilaku perilaku kotor, curang, dan busuk. Mulai dari pungutan liar di tempat parkir atau saat mengurus KTP, ditikung orang dalam saat mencari pekerjaan, ujian sekolah diwarnai kecurangan, sogokan dimana-mana, sampai korupsi bernilai ratusan milyar yang herannya sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang terdidik.

Pernahkah kamu bertanya kenapa semua itu bisa terjadi? Tentunya banyak penyebab yang membuat malapetaka itu terjadi, tapi salah satu yang paling memprihatinkan dan patut kita pertimbangkan sebagai faktor penyebab adalah hilangnya karakter bernama INTEGRITAS pada diri banyak orang.

Apa itu INTEGRITAS? Integritas adalah keutuhan sikap, perkataan dan perbuatan seseorang yang melandaskan diri pada kejujuran, transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, sifat adil, etika moral, tanggungjawab dan anti korupsi. Kadang orang juga memaknainya sebagai karakter seseorang dimana dia jujur, rendah hati, kongruen (satu dalam fikiran, ucapan dan perbuatan) serta keberanian dalam menyampaikan yang benar sebagai benar dan yang salah sebagai salah.

INTEGRITAS begitu banyak didengungkan tetapi sangat jarang yang betul betul memahami  maknanya dan kemudian menjadikannya sebagai pegangan hidup, oleh karenanya INTEGRITAS menjadi karakter yang mahal dan jarang dimiliki. Tetapi  bagaimana mungkin kita akan memilikinya jika diajarkan saja tidak pernah?  Kenapa? Karena kalau diperhatikan, institusi pendidikan pada umumnya terlalu terfokus dalam melahirkan manusia cerdas semata, maka jangan heran kalau di sekolah kita menjadi terpaksa belajar mencontek, curang  dan kemudian menjadi karakter koruptif di kemudian hari. 

Di Yogyakarta kami merintis pengajaran integritas melalui program Sekolah Integritas yang kami jalankan dengan mengetuk dari satu pintu sekolah ke pintu sekolah lain, dari satu gerbang kampus ke gerbang kampus lain sehingga dalam satu tahun kami sudah mengajarkan pendidikan integritas ke 1500 orang alumni yang terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa dan para guru sekolah.

Kami butuh bantuan anda untuk mengetuk pintu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pihak terkait untuk merealisasikan mimpi besar kami, yaitu mengajarkan pendidikan integritas di ruang pendidikan. Dukungan kalian sangat berarti bagi upaya melahirkan GENERASI BERINTEGRITAS. Bantu kami menyebarkan petisi ini, kita upayakan pendidikan yang lebih baik dan bermartabat untuk masa depan Indonesia.

Salam Integritas!

Petisi ini dimulai oleh para pemuda Indonesia yang prihatin akan keadaan negerinya dan memutuskan untuk mengajarkan integritas dengan membentuk Institute for Integrity (IFI) di Yogyakarta, yaitu lembaga nir laba yang fokus pada pendidikan dan pengajaran integritas bagi kalangan muda dengan program utama Sekolah Integritas. Penggerak Institute for Integrity terdiri dari: Zaka Akhmad, Catur Septiana R, Farah Kurniawati, Reza Ahmad C, Nafiatul Munawaroh, Nurul Qamariah A, Dadang Sadika Rude W, Tri Wahyudi, Aji Prasidha, Galang Galih G, Luciana Sari M, Ratna Juwita, Bayu Arif Setiawan, Adha Raihannur, Meganusa Prayudi L, Andika Firnanda, Lisa Masruroh, Aista Wisnu P, Yusuf Fachrurrozi, Ummi Kultsum, Yuninda Hafida Ria, Havidz Kurniawan, Samuel Bona Tua R, Ahmad Dion R.K, Deshanda Yusuf, dan Anita Rakasiwi.

 

avatar of the starter
Institute for IntegrityPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Bapak Ibu Guru di Indonesia
Bapak Ibu Guru di Indonesia
Persatuan Guru Republik Indonesia
Persatuan Guru Republik Indonesia

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 12 Februari 2016